Pusar hanya simbol menurut saya,
itu simbol dari bagian2 yang sensitif dari manusia.
Jadi bukan hanya pusar yang perlu ditutupi
termasuk bagian sensitif lainnya
(ini udah umum kan ??? nggak perlu dijelaskan)

see below



----- Original Message -----
From: "Ging" <[EMAIL PROTECTED]>


> Kalau keberatannya soal media massa,
> bahkan di negara bebas pun memang ada aturannya.
> Jam sekian sampai sekian, Anda tak bisa memutar yang ada adegan
telanjangnya,
> yang kalimat-kalimatnya terus terang, dsb.
> Kita punya Komisi Penyiaran Indonesia sekarang.
> Moga-moga mereka bisa bekerja mengurus masalah ini.

Mudah2-an ... , itulah harapan saya semoga KPI bisa memahami
dan membrikan solusi.

> Tapi yang saya masalahkan adalah penghakiman terhadap mereka yang memakai
> pakaian yang cukup terbuka. Dan ingat, yang menjadi topik adalah
> pernyataan SBY yang menilai, sekali lagi: menilai,
> para pemakaian baju yang menampakkan pusar itu tak sesuai budaya bangsa
dsb.
> Padahal faktanya, budaya bangsa ini justru penuh dengan pakaian seperti
itu.
> Kebaya saja bagian perutnya terbuka. Dan ada yang jenis
> kainnya tempus pandang --brukat.

Nggak ada yang menghakimi kan ???
Jangan sampai anda memperbesar masalah yang dinginkan oleh SBY.
Setahu saya komentar SBY tidak menilai seperti itu.
jangan sampai pengkritik yang terlalu sensitif....

tahu ajalah, model pakaian sekarang yang model terbuka banyak ini
banyak mengundang nafsu kaum awam, (termasuk saya kli yach hehehe).
jadi mohon dihindarkan dari tontonan begitulah dimedia
karena itu milik umum.

>> >> "Perintah presiden
>> >> Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menghentikan
>> >> tayangan yang lebih menonjolkan pusar perempuan
>> >> beberapa waktu yang lalu nampaknya mengundang
>> >> kritik

Tayangan ( Media ).

> Tentang norma agama, ada juga orang yang memilih normanya sendiri.
> Untuk itu, kita tak berhak menjadikan diri kita Tuhan, yang menista
mereka.
> Tenang saja.

Benar, cuman yang kita perlu tahu bahwa kehidupan ini ada norma/aturan
yang mengatur semuanya, tidak ada bebas sepenuhnya di alam ini.
Kita mahkluk sosial yang saling berhubungan satu sama lain,
jadi bisa saja sesuatu yang merupakan hak Anda tapi bersingungan
dengan hal lain.

> Tentang hawa nafsu, saya menghormati Anda dan banyak yang lainnya,
> yang ingin hidup dengan menjauhi hawa nafsu.
> Tetapi orang-orang yang memilih hidup yang lain, juga punya hak:
> untuk berurusan dengan nafsu melalui caranya sendiri.

Termasuk koruptor ??? Perampok ??? dsb ??
Ingat asal jangan bersinggungan dengan hak orang lainnn ...

> Sepanjang mereka tak memaksa Anda mengikuti mereka.

Tidak ada yang memaksa cuman mengganggu,

> O, ya, di kampung-kampung biasa kok, perempuan, tua muda,
> berseliweran dengan kain di bawah dan cuma kutang di atas.

Jangan sampai potret desa jaman dulu nihh ?? atau yang primitif sekali ..
Setahu saya (dasar anak kampung) anak dengan sekarang apalagi
yang muda2 sudah malu pakai pakaian begitu.

Orang desa ( Primitif menurut Anda) sekarang malah sudah lebih
menutup diri dibanding orang kota (Modern menurut Anda).

malah hasil pengamatan saya yang sekarang terbalik ..
orang kota mulai mengarah ke Primitif, dan orang desa mulai
mengarah ke modern.:)

Di daerah saya Makassar dulu kalau pakai baju Bodo' dalemannya hanya
pakai maaf (BH), dan bahannya tipis, sedangkan sekarang selain
bahannya tebal, pakaian dalamnya juga udah tertutup, trus yang biasa pakai
sarung sekarang lebih banyak yang pakai daster.
( murah, meriah dan nyaman hehehe,  kata ibu2).

Karena mereka sudah sadar klo menampakkkan bagian tubuh
yang sensitif sangatlah tidak bagus/sopan.
ahli kulit aja bilang begitu .. :)

Salam

Muh. Amrah








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [email protected]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke