http://www.sinarharapan.co.id/berita/0412/27/nas05.html

Anak-anak Korban Kekerasan, Siapa Melindungi?

JAKARTA - Di daerah konflik, anak-anak umumnya secara sadar maupun tidak 
melihat adegan kekerasan. Hal ini dikhawatirkan akan ditiru oleh anak-anak, 
sehingga secara sadar melibatkan diri sebagai pihak yang berkonflik. Begitu 
juga yang terjadi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Fenomena 
pelibatan anak-anak dalam konflik di pulau paling barat Indonesia tersebut 
ditemukan oleh Koalisi Asia Tenggara untuk Penghentian Penggunaan Tentara 
Anak (SEACSUCS). Setelah melakukan wawancara terhadap anak-anak sejak tahun 
2003 didapatkan hasil bahwa anak-anak di Aceh digunakan oleh kelompok 
Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Dalam laporannya berjudul Global Report Child Soldier 2004 disebutkan bahwa 
di Indonesia anak-anak berusia 13 tahun dikabarkan digunakan GAM untuk 
melempar granat, mencuri senjata dan membakar sekolah-sekolah. Anak-anak 
mengaku bergabung secara sukarela untuk membalas dendam atas kekerasan yang 
dialami keluarganya. Ada juga anak-anak itu bergabung karena ada intimidasi 
dan ancaman baik oleh GAM maupun TNI.
Anak-anak yang terlibat dengan GAM kebanyakan dikarenakan alasan dendam, 
solidaritas, ekonomi, agama dan obsesi kepahlawanan. Sementara yang terlibat 
dengan TNI disebabkan karena faktor dendam, eskploitasi, ekonomi dan 
sentimen sub-etnik (bagi anak-anak non etnis Aceh).
Lembaga ini juga menyorot pemerintah Indonesia yang tidak memberikan 
perlindungan terhadap anak. Akibatnya, banyak anak-anak yang dicurigai 
terlibat GAM terbunuh. Selain itu, adanya pembatasan-pembatasan yang 
diterapkan pemerintah, mengakibatkan organisasi-organisasi humanitarian 
mengalami kesulitan dalam memonitoring situasi dan memberikan pelayanan 
kepada anak-anak di Aceh. Sementara itu, janji pemerintah pusat untuk segera 
mendirikan pusat rehabilitasi bagi anak-anak korban konflik tak kunjung 
direalisasikan. Janji ini dilontarkan sejak bulan Agustus 2003. Ini berarti 
sudah setengah tahun lebih, janji pemerintah tanpa realisasi.
Saat ini, pemerintah baru membangun sebuah bangunan di daerah Lampenurut, 
Aceh Besar, yang nantinya akan digunakan sebagai pusat rehabilitasi. 
Bangunan yang letaknya berada di tengah-tengah sawah tersebut rencananya 
akan diisi sekitar 600 anak korban konflik. Di tempat itu, mereka akan 
diberikan terapi psikologi untuk menghapus luka batin akibat konflik yang 
panjang.
Dari data Dinas Sosial NAD, saat ini setidaknya ada sekitar 21.000 anak-anak 
yatim korban konflik, dimana orang tuanya dibunuh oleh Tentara Nasional 
Indonesia (TNI) atau GAM. Jumlah tersebut diambil hingga akhir tahun 2003 
atau hingga status darurat militer babak pertama berakhir. Sedangkan, jumlah 
anak yatim korban konflik pada tahun 2004 ini belum tercatat oleh Dinas 
Sosial. Selain itu, Dinas Sosial juga mencatat ada sekitar 54.000 anak 
terlantar dan lebih dari 10 ribu anak tinggal di panti-panti asuhan. ***


Copyright � Sinar Harapan 2003 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [email protected]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke