Jawa Pos
Rabu, 29 Des 2004,
Menyambut Ekonomi 2005

Pekan ini adalah pekan terakhir 2004. Banyak peristiwa penting yang pantas 
dicatat sepanjang tahun tersebut. Di bidang politik dan pemerintahan, yang 
paling monumental tentu saja transisi kepemimpinan nasional dari Megawati 
Soekarnoputri kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Di bidang politik ini, proses 
transisi pemerintahan itu berjalan sangat mulus melalui momentum pemilihan umum 
presiden secara langsung. Ini prestasi terbesar dalam proses demokratisasi di 
Indonesia.

Di bidang ekonomi, banyak pula prestasi yang telah dicapai selama 2004. Yang 
kasat mata, kita bisa melihat stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, 
suku bunga perbankan yang rendah, juga laju inflasi yang stabil. Situasi 
moneter yang kondusif ini memberikan kesempatan berusaha yang lebih baik kepada 
masyarakat.

Selain situasi moneter yang membaik, kegiatan bisnis di pasar modal cukup 
bergairah. Bahkan, kemarin, indeks harga saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) 
menembus level tertinggi di 1.003,919. Meskipun banyak yang menduga bahwa 
kenaikan indeks yang cukup tinggi ini tak lepas dari "campur tangan" pemerintah 
untuk mempercantik kinerja di akhir 2004, tetaplah ini sejarah. Seperti halnya 
indikator moneter tadi, indikator perdagangan di bursa ini juga memberikan 
catatan positif sepanjang 2004. 

Dengan berbagai catatan postif itu, cukup optimistiskah kita menyambut situasi 
perekonomian pada 2005? Di balik semua catatan positif tadi, banyak juga 
persoalan yang belum terselesaikan. Ada juga bom waktu yang setiap saat mampu 
menjungkirbalikkan perekonomian yang mulai membaik itu.

Di sektor riil, kita melihat membaiknya sisi makro ekonomi ternyata belum 
memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan di sisi mikro. Perbankan yang 
sukses memaparkan angka-angka kinerja positif, ternyata tidak menjalankan 
fungsi intermediasi secara optimal. Kucuran kredit ke sektor riil, termasuk di 
kalangan UKM (usaha kecil dan menengah), masih tersendat. Ekspansi kredit 
perbankan ternyata berpusar pada kredit-kredit yang sifatnya konsumtif. Karena 
itu, penyerapan tenaga kerja di sektor riil masih sangat terbatas. 

Potensi persoalan lain di bidang ekonomi terkait rencana pemerintah menaikkan 
harga BBM (bahan bakar minyak). Ini kebijakan pemerintah yang memang sangat 
dilematis. Ketika harga minyak di pasar dunia membubung tinggi, pemerintah mau 
tidak mau harus menaikkan harga BBM di pasar dalam negeri.

Namun, kebijakan menaikkan harga BBM, selain menuai protes dari berbagai 
kalangan masyarakat, juga akan memberikan multiplier effect (efek pengganda) 
yang tidak kecil. Yaitu, memicu naiknya harga-harga barang. Akibatnya, inflasi 
akan melambung tinggi dan suku bunga akan dikerek naik untuk mengendalikan 
jumlah uang beredar. Hal inilah yang dikhawatirkan menjadi lingkaran setan 
dalam situasi perekonomian tahun depan. (*)





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke