----- Original Message ----- 
From: "Budi Sudarsono" <[EMAIL PROTECTED]>
Rekan-rekan Yth.,

KKG telah menulis di surat-kabar (Bisnis Indonesia?) bahwa Pemerintah
membohongi rakyat dengan mengatakan bahwa Pemerintah harus
mengeluarkan uang untuk membayar subsidi bbm. Saya pikir, masa' iya
sih, begitu teganya. Tetapi saya tunggu-tunggu penjelasan yang
gamblang dari anggota milis yang ada di Pertamina atau Direktorat
Jenderal Migas, atau BP Migas atau BPH Migas, tetapi tidak kunjung
datang.

Akhirnya saya memberanikan diri untuk menyusun suatu uraian mengenai
hal itu, dengan memakai data dari BP (Beyond Petroleum, dahulu
British Petroleum), dan asumsi-asumsi tertentu sekedar untuk
mempermudah penghitungan. Uraian itu sebagai berikut.

Produksi minyak mentah Indonesia pada tahun 1965-66 hampir 500000
bbl/hari (bph), meningkat menjadi 854000 bph pada tahun 1970, dan
meningkat terus sampai melebihi 1,5 juta bph pada tahun 1978. Tingkat
ini (1,5 juta bph) dipertahankan terus sampai tahun 1996. Sejak itu
turun terus hingga 1,18 juta bph pada tahun 2003.

Bersamaan dengan itu, konsumsi minyak boleh dikatakan naik terus
menerus: mulai di tingkat 120000 bph pada tahun 1965-66, menjadi
139000 bph pada tahun 1970, 410000 bph pada tahun 1980, 621000 bph
pada tahun 1990, dan 1,05 juta bph pada tahun 2000. Pada tahun 2003
mencapai 1,13 juta bph.

Dengan demikian produksi dikurangi konsumsi adalah 380000 bph pada
tahun 1965-66, 715000 bph pada tahun 1970, 1,17 juta bph pada tahun
1980, lalu turun menjadi 918000 bph pada tahun 1990, dan 409000 bph
pada tahun 2000. Pada tahun 2003 masih ada "kelebihan" sebesar 48000
bph pada tahun 2003.

Yang perlu dicatat adalah bahwa produksi Pertamina hanyalah sebagian
dari keseluruhan produksi minyak mentah Indonesia Prosentase produksi
Pertamina sekitar 10 persen. Jadi produksi kontraktor production
sharing (KPS) justru yang dominan. 
Pada tahun 1960-an, KPS diwajibkan menyerahkan porsi produksi mereka
secara pro-rata (sesuai pangsa produksi masing-masing) untuk konsumsi
dalam negeri Indonesia, dengan harga 20 sen dollar AS per barrel.
Mulai sekitar tahun 1980 Pemerintah menyetujui harga internasional
untuk minyak porsi KPS selama 5 tahun pertama produksi, selanjutnya
dengan harga 20 sen dollar AS.
Selain itu, kapasitas produksi kilang kita sudah meningkat menjadi
sekitar 1 juta bph; tetapi sebagian (Cilacap) di-disain untuk
mengolah minyak mentah Timur Tengah. Jadi kita mengimpor minyak
mentah untuk dikilang di dalam negeri. Karena komposisi hasil
produksi kilang kita tidak sesuai dengan permintaan bbm di dalam
negeri, maka kita harus mengimpor bbm guna memenuhi pasokan dalam
negeri yang sesuai permintaan.

Dengan demikian, secara garis besar harga minyak yang dikonsumsi
adalah sekitar 90 persen dari harga minyak Indonesia (kalau minyak
hasil produksi Pertamina hanya dihargai 20 sen dollar AS), yang
kira-kira setara dengan harga minyak mentah Brent. Saat ini sudah
turun menjadi sekitar $ 38/bbl. Dengan kurs Rp. 9000/$, produksi bbm
di dalam negeri biayanya sekitar Rp. 2500-2600/l termasuk
pengilangan, penyimpanan dan distribusi.
Ketika harga minyak mentah sebesar $ 25/bbl, dengan kurs yang sama,
biaya produksi bbm di dalam negeri sekitar Rp. 1700/l..

Saat ini, harga bensin premium dan minyak solar untuk industri Rp.
1800/l, tetapi minyak tanah masih Rp. 700/l. Harga rata-rata sekitar
Rp. 1525. Padahal dengan asumsi harga minyak mentah Rp. 35/bbl dan
kurs Rp. 9000, biaya produksi dan distribusi menjadi Rp. 2400/l.
berarti subsidi Rp. 875/l. Untuk konsumsi 60 juta kiloliter, jumlah
subsidi sebesar Rp. 52,5 trilyun.

Kesimpulan:  KKG rupanya memegang informasi pra-1980 dan membaurkan
dengan keadaan tahun 2000.

Sekian dan Wasalam,

=====
Budi Sudarsono 
Mantan Ahli Peneliti Utama Badan Tenaga Nuklir Nasional
Tel. (6221) 7243291
Fax. (6221) 7396189





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke