http://www.dutamasyarakat.com/detail.php?id=17640&kat=OPINI

Kedekatan Kristen dengan Islam
Kamis, 30 Desember 2004

Ketika gangguan kaum musyrik Mekah semakin hebat, Rasulullah s.a.w. mengutus 
sekitar 80 sahabat untuk menjumpai Raja Ethiopia (Habasyah), yang beragama 
Kristen, di bawah pimpinan Ja'far ibn Abi Thalib r.a., Ibnu Mas'ud r.a. dan 
Utsman ibn Mazh'un r.a. Beliau sangat mengkhawatirkan keselamatan para 
sahabat beliau.

Kabar ini tercium oleh kaum musyrikin. Maka diutuslah oleh mereka sejumlah 
orang di bawah pimpinan 'Amr ibn Al-'Ash, guna mendahului delegasi kaum 
muslim. Ternyata mereka memang tiba lebih dulu. Di hadapan Raja, yang 
bergelar Najasyi dan bernama Ashhamah itu, 'Amr ibn Al-'Ash angkat bicara. 
"Di tengah-tengah kami, ada seorang lelaki konyol. Dia membodoh-bodohi kami, 
kaum Quraisy. Dia mengaku dirinya seorang nabi. Sekarang dia mengutus 
beberapa orang untuk merusak rakyat Anda. Karena itu, kami datang ke sini 
guna memberitahu soal mereka," kata mereka.

Raja Ashhamah tidak menelan mentah-mentah kata-kata kaum musyrik ini. "Kami 
akan lihat apa yang mereka katakan bila mereka datang nanti," kata Raja 
Najasyi.

Tak lama kemudian, utusan Rasulullah s.a.w. tiba. "Apakah kami, para kekasih 
Allah, dibolehkan masuk?" tanyanya kepada penjaga pintu gerbang istana.

Penjaga pintu masuk, menemui junjungan mereka. "Suruh mereka masuk. Selamat 
datang, para kekasih Allah," kata Raja kepada penjaga pintu gerbang.

"Assalamu alaikum," ucap mereka begitu masuk ke tempat Raja.

"Benar kan apa yang kami bilang," kata orang-orang musyrik memprovokasi 
Raja. "Mereka tidak mengucapkan salam seperti yang biasa Anda ucapkan."

Raja berpaling ke arah delegasi Rasulullah s.a.w. "Apa yang merintangi 
kalian untuk mengucapkan salam ala salamku?" tanya Raja.

"Yang kami ucapkan adalah salam ahli sorga dan salam para malaikat," jawab 
mereka.

Raja mulai bertanya. "Apa yang dikatakan teman kalian (Nabi Muhammad s.a.w.) 
mengenai Nabi Isa a.s. dan ibu beliau?"

"Beliau (Nabi Muhammad s.a.w.) bersabda, Isa adalah hamba Allah, dan kalimat 
Allah yang Dia campakkan pada Maryam. Beliau juga ruh dari-Nya. Mengenai 
Maryam, beliau bersabda bahwa dia adalah wanita perawan yang suci."

Raja mengambil sepotong kayu dari tanah lalu berkata, "Isa dan ibunya tidak 
melampaui apa yang dikatakan teman kalian, walau seukuran kayu ini."

Mendengar ini, wajah orang-orang musyrik mendadak berubah. Mereka tidak 
senang. Raja masih berkata lagi, "Apakah kalian mengetahui sebagian dari apa 
yang diturunkan padanya?"

"Ya," jawab mereka.

"Kalau begitu, bacakan."

Mereka pun membaca ayat-ayat Al-Quran. Para pendeta dan pastur yang hadir di 
situ merasa sangat akrab dengan susunan kalimat tersebut sebagai wahyu 
Allah. Maka, meneteslah air mata mereka lantaran mengetahui adanya 
kebenaran. Raja Habasyah juga terharu. (riwayat Ath-Thabari)



Simpatik

Coba perhatikan, betapa simpatiknya reaksi orang-orang Kristen kepada agama 
Islam. Betapa dekat hati mereka dengan Islam. Tak heran kalau karena itu 
Allah menurunkan ayat, "Sungguh kamu akan menemukan, sehebat-hebatnya 
manusia yang bermusuhan kepada orang-orang beriman adalah kaum Yahudi dan 
kaum musyrik. Dan kamu akan menemukan, manusia yang paling dekat 
kecintaannya kepada orang-orang beriman ialah orang-orang yang berkata, 
'Kami ini kaum Nasrani.' Hal ini dikarenakan di antara mereka ada 
pendeta-pendeta dan pastur, sementara mereka tidak bertakabur."

Kalau kita amati dengan saksama, Al-Quran memang memberi komentar yang 
positif (bagus) kepada kaum Nasrani. Walaupun turunnya ayat ini ada 
sangkutnya dengan peristiwa perutusan Ja'far ibn Abi Thalib r.a. dan 
kawan-kawan ke Ethiopia, sebenarnya redaksi ayat ini bersifat umum. Ayat ini 
memuji kaum Nasrani lantaran hati mereka lebih halus dan dapat menerima 
kehadiran kaum muslim.

Pujian terutama diberikan kepada para pendeta Kristen, yang beribadah dengan 
ikhlas. Atau, mereka memiliki kejujuran dalam beribadah. Mereka juga 
memiliki kedalaman ilmu di bidang kitab suci. Karena itu, ketika mendengar 
butiran-butiran ayat Al-Quran, mereka segera tahu bahwa itu adalah wahyu 
yang diturunkan Allah kepada seorang nabi-Nya. Seperti para pendeta dan 
biarawan Kristen di Ethiopia tadi, mereka menitikkan air mata mereka ketika 
kepada mereka dibacakan ayat-ayat Al-Quran. (Al-Maidah: 83) Bahkan banyak 
dari mereka yang kemudian menyatakan masuk Islam, termasuk Raja Najasyi, 
entah tahun keberapa.

Dalam sejarahnya, Rasulullah s.a.w. memiliki pengalaman yang baik bersama 
para pendeta Nasrani. Orang yang pertama kali memprediksi beliau bakal 
menjadi seorang nabi adalah pendeta Nasrani. Dan orang-orang yang kemudian 
bisa menjadi tempat berlindung bagi kaum muslim adalah orang-orang Nasrani 
Ethiopia. Akan halnya Kaisar Romawi, ketika mendapat surat dari beliau, 
sebenarnya dia memberikan komentar yang positif kepada beliau. Berdasarkan 
penuturan dari Abu Sufyan mengenai pribadi beliau, dia langsung menyimpulkan 
bahwa beliau adalah seorang nabi. (riwayat Al-Bukhari) Namun, kepongahan 
sebagai bangsa besar, terutama yang dimiliki oleh orang-orang sekitarnya, 
telah menghalangi dia menyatakan diri masuk Islam.

Pujian juga diberikan Al-Quran kepada kaum Nasrani (dan Yahudi) dalam ayat 
lain. "Di antara ahli kitab ada orang yang jika kamu percayai dengan harta 
yang banyak, mereka akan memberikannya kepadamu. Di antara mereka ada orang 
yang jika kamu percayai dengan uang satu dinar, mereka tidak akan 
mengembalikannya kepadamu."

Ini adalah suatu komentar yang fair. Bahwa di antara mereka, ada orang-orang 
yang baik, yang meski diamanati dengan harta yang banyak, mereka tidak akan 
berkhianat saking jujurnya. Toh, ada juga yang begitu culas. Diamanati 
dengan uang satu dinar saja, mereka berkhianat karena mereka beranggapan, 
tidak ada kewajiban untuk berbuat jujur kepada orang-orang buta huruf (orang 
Arab).

Walaupun begitu, Al-Quran juga memperingatkan supaya Rasulullah s.a.w. dan 
umat Islam tidak tergiur oleh bujuk rayu mereka. "Dan tidaklah ridha padamu 
orang Yahudi dan Nasrani sampai kamu mengikuti agama mereka. Katakan, 
'Sungguh petunjuk yang benar adalah petunjuk Allah.' Jika saja kamu 
mengikuti hawa nafsu mereka setelah apa yang datang kepadamu berupa ilmu, 
maka kamu tidak akan mendapatkan penolong dan kawan dari Allah." Untuk 
mendapatkan simpati mereka, tak perlu kita mengikuti ritual dan ajaran 
mereka. Tak perlu kita mengorbankan ajaran agama dan iman kita. Seringkali 
bujukan mereka sangat kuat, dan tak jarang sangat halus. "Banyak dari ahli 
kitab yang senang jika mereka dapat mengembalikan kalian jadi kafir, setelah 
iman kalian."

Tidak, mereka tidak akan pernah merasa puas, meskipun kita telah meniru-niru 
mereka. Mereka akan terus berusaha supaya kita benar-benar beralih pada 
agama mereka. Sebagaiman yang pernah mereka lakukan kepada Rasulullah s.a.w. 
Baik kaum Yahudi maupun kaum Nasrani, masing-masing membujuk beliau supaya 
mengikuti agama mereka. Beliau nyaris saja terkecoh dan hendak mengikuti 
ajakan mereka guna mendapatkan simpati mereka. Untunglah, Allah segera 
mengingatkan beliau dalam ayat barusan.

Jadi, walaupun menyebut mereka punya kedekatan dengan kaum muslim (dibanding 
Yahudi dan kaum paganis), Al-Quran dengan tegas menyatakan, mereka berbeda 
dengan kita. Kita harus tetap mengambil jarak. Jangan mencampur-adukkan 
ajaran mereka dengan ajaran kita, sebagaimana mereka disebut telah 
mencampur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan. Jangan pernah berbaur 
dengan mereka dalam ritual mereka. [] 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke