PENGALAMAN SANGGAR SASTRA TASIKMALAYA*

[Menyambut Tuturan Sarabunis Mubarok]

Tulisan Sarabunis Mubarok di bawah ini saya sebarkan kepada kawan-kawan 
berbagai komunitas dan milis, terutama di Kalimantan, karena saya anggap apa 
yang dituturkan oleh Sarabunis merupakan suatu pengalaman berharga dan banyak 
memberi pelajaran tentang bagaimana melancarkan serta mengembangkan sastra-seni 
di daerah pinggiran. 

Sanggar Sastra Seni Tasikmalaya dibangun dan dikembangkan dari niat sejumlah 
anak manusia dan tidak pertama-tama tidak dari uang. Anak manusia dijadikan dan 
dipandang sebagai modal utama. Yang saya lihat dari tuturan Sarabunis, adalah 
semangat mandiri dari komunitas Sanggar Sastra Tasikmalaya [SST]. Ia tidak 
menggantungkan diri [sekali pun tentu saja tidak menolak dana dari pihak luar 
dan mana saja yang tidak mengikat atau tidak disertai dengan syarat-syarat 
tertentu yang mengendalikan]. Praktek dan orientasi SST ini mengingatkan saya 
pada apa yang sering saya katakan selama beberapa tahun bekerja di Palangka 
Raya Kalimantan Tengah yaitu: "berdiri di kampung-halaman memandang tanahair 
merangkul bumi", kesimpulan yang saya pungut setelah mencoba membaca kembali 
budaya Dayak serta mencoba merevitalisasikannya.

Praktek-praktek dari bawah seperti yang dilakukan oleh SST, Lingkom di Batu 
[Malang],Sanggar Sastra dan Musik Tegal, ISASI Palangka Raya, Rumah Dunia di 
Banten, dan komunitas-komunitas lain di berbagai daerah serta pulau tanahair, 
merupakan ujud dari tanggungjawab para sastrawan-seniman terhadap diri sendiri, 
kehidupan dan masyarakat manusia. Praktek-praktek dan orientasi komunitas ini 
telah mengisi kekosongan orientasi budaya [katakanlah politik kebudayaan] dari 
pihak pemegang kekuasaan politik negeri yang nampak cenderung menjadikan 
sastra-seni setingkat barang dagangan belaka. Komunitas-komunitas yang 
terpencar di berbagai daerah pinggiran dan pulau, tidak lain dari titik-titik 
api di padang kegelapan. Ketika mereka bergabung dan bertemu mereka menjadi 
sebuah garis, kemudian garis inilah yang selanjutnya membentuk ruang bernama 
kebudayaan. Kebudayaan,sastra-seni Indonesia. 

Kongres yang menyebut diri kongres kebudayaan Indonesia, selayaknya berteraskan 
komunitas-komunitas ini karena merekalah aktor dan pencipta kebudayaan itu 
sehari-hari bersama-sama lapisan masyarakat di sekitar mereka.Mereka menggeluti 
dan mencoba mengalahkan rintangan dan perusak kebudayaan untuk membudayakan 
diri, bangsa dan diri. 

Tanpa menunggu status teras  demikian, barangkali komunitas-komunitas yang 
terpencar di berbagai daerah dan pulau secara mandiri serta "habaring hurung" 
[istilah Dayak di Kalteng untuk "gotongroyong"] menyelenggarakan "kongres 
mereka". "Kongres Budaya" dari bawah ini akan merupakan kelas saling belajar 
efektif dan mendapatkan "penyang" [bahasa Dayak Katingan, Kalteng:sangu 
semangat bertarung memenangkan hidup!] memanusiawikan manusia, kehidupan dan 
masyarakat melalui sastra-seni. Dengan mengucapkan hal ini saya sedang secara 
sekilas melukiskan mimpi saya melihat potensi dan kemampuan angkatan muda anak 
negeri dan bangsa yang sedang terpuruk. Kegiatan mereka, kegiatan 
komunitas-komunitas ini seakan berkata menggunakan bahasa tindakan bahwa "Masih 
Ada Hari Esok" dan matahari itu tidak luruh.

Baris-baris ini juga menyampaikan hormat dan penghargaan serta kepercayaan 
kepada komunitas-komunitas dan tenaga terasnya. Melihat Tahun 2005 yang segera 
tiba sebagai ruang raya menunggu yang akan mereka isi dengan kegiatan-kegiatan 
dan karya terobosan bersifat alternatif para pencari bergairah.


Paris, Desember 2004.
--------------------
JJ.KUSNI

    
LAMPIRAN:

From:  "Sarabunis Mubarok" <[EMAIL PROTECTED]> 
Date:  Thu Dec 30, 2004  9:38 am 
Subject:  Re: <<SST>> SURAT KEMBANG KEMUNING: SEBUAH UNDANGAN DAN HARAPAN

           
     
                       
                 
            Salam jumpa dan selamat datang buat Bung Kusni di Milis SST.

            Sedikit penjelasan kecil:
            Sanggar Sastra Tasik berdiri 28 Oktober 1996 di Tasikmalaya. 
Sanggar yang
            sejak awal berdirinya dimulai dari sebuah ruangan kecil di RSPD FM
            Tasikmalaya sebagai ajang diskusi dan belajar sastra kawan-kawan di
            Tasikmalaya. Sampai kini tradisi diskusi di RSPD itu masih 
dilaksanakan
            setiap hari jum'at pukul 14.00 sampai pukul 17.00 WIB secara off 
air,
            dilanjutkan pukul 19.00 s.d 21.00 wib secara on air di radio RSPD 
FM.
            Berbagai acara pernah dilaksanakan oleh SST, baik dalam skala 
lokal, Tasik
            dan sekitarnya, maupun dalam skup jawa barat dan nasional.

            Sebagai sebuah komunitas kecil di daerah, SST pernah mengadakan 
PESTA SASTRA
            TASIKMALAYA 1999 yang meliputi Lomba Cipta Puisi Nasional, Lomba 
Baca Puisi
            Terbuka, Temu Penyair Nasional & Bursa Buku. pada 13-15 November 
1999.
            Tanya saja Halim HD terlibat dalam acara ini, ia menyaksikan 
bagaimana kita
            mengundang komunitas2 kecil dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi 
SST
            sebagai komunitas kecil di daerah, acara yang menggunakan dana 
sekedarnya
            ini (tanpa bantuan foundation atau pemerintah), adalah sebuah 
gairah baru
            bagi jalinan antar komunitas di daerah2 terpinggirkan lainnya.

            29-30 Maret 2003, SST mengadakan Muktamar Penyair Jawa Barat. 
Beberapa kali
            SST juga mengadakan Lomba Baca puisi Se Jawa Barat sejak 1996 sampai
            sekarang. Beberapa buku telah diterbitkan, diantranya:
            Antologi Puisi NAFAS GUNUNG, Antologi Puisi DATANG DARI MASA DEPAN, 
Antologi
            Puisi ORASI KUE SERABI, Antologi Puisi MUKTAMAR, Antologi Puisi 
POLIGAMI,
            Antologi Puisi 6 PENYAIR MENEMBUS UDARA, Antologi Puisi 6 PENYAIR 
MEMBENTUR
            DINDING, Antologi Puisi 6 PENYAIR MEMINUM ASPAL
            Antologi Puisi 6 PENYAIR MENGHISAP KNALPOT.

            Tiga bulan lalu, SST dijadikan objek disertasi oleh Penyair Ian 
Cambell dari
            Universitas Meulborne, Australia. Beliau sempat datang dan 
berdiskusi di
            Sanggar Sastra Tasik.

            Lalu kini, SST membikin milis, tiada lain bermaksud untuk 
mengembangkan
            sayap yang lebih luas. Sebagai komunitas kecil di daerah, dengan 
beberapa
            orang saja yang bisa bermain internet, SST mencoba menjajaginya 
dengan milis
            ini. Jika melalui Pesta Sastra Tasikmalaya 1999, SST menjalin 
hubungan
            dengan berbagai komunitas di Indonesia, mudah-mudahan dengan milis 
ini, SST
            bisa menjangkau hubungan yang lebih luas lagi di seluruh dunia. 
Amin.

            Salam,
            Sarabunis Mubarok


            ----- Original Message -----
            From: "Budhisatwati KUSNI" <[EMAIL PROTECTED]>
            To: "sanggar sastra tasikmalaya" <[EMAIL PROTECTED]>
            Sent: Thursday, December 30, 2004 12:08 PM
            Subject: <<SST>> SURAT KEMBANG KEMUNING: SEBUAH UNDANGAN DAN HARAPAN


            SURAT KEMBANG KEMUNING:

            SEBUAH UNDANGAN DAN HARAPAN

         


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke