Bung, bagiku agamaKU, bagimu agamaMU! Kalau anda bukan muslim tidak usah komentar tentang keyakinan umat muslim. ----- Original Message ----- From: "ANDREAS MIHARDJA" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, December 29, 2004 11:54 PM Subject: Re: [ppiindia] "Mitos-mitos tentang Perayaan Natal Bersama
> > Kenapa begini cupet pikiran orang2 muslim diIndonesia. Presiden alm. > Arafat yg saya kira 100% muslim biasanya setiap tahun menghadiri midnight > ceremony Natal dikota Bethlehem. Dia hanya 2 tahun yl tidak hadir oleh > karena Israel melarang. --- Ini sampai pemerintah US protest terhadap > Israel [jaman Clinton] ----- silahkan kalian check. > Andreas > > neena <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > mas.saya baru tahu masalah ginian.gak hobi baca koran,nyari berita dari > milis ato google ;p > MUI melarang muslim ikut PNB apapun alasannya,bukan cuma karena pengen > toleran kan mas? > kalau pengen ikut aja, soalnya biasanya acara natalan itu kan > meriah..heboh..ketawa-ketiwi. boleh gak mas? > > Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > http://www.hidayatullah.com/modules.php?name=News&file=article&sid=1526 > > Hidayatullah.com, Jumat, 24 Desember 2004 > > "Mitos-mitos tentang Perayaan Natal Bersama" > > Sekelompok Muslim menggugat fatwa MUI tentang "haramnya seorang > Muslim hadir dalam Perayaan Natal Bersama. Sikap "kebelet" agar bisa > disebut toleran?. Baca CAP Adian Husaini, MA ke-83 > > Menjelang perayaan Hari Natal, 25 Desember, ada sebagian kalangan > kaum Muslim yang kembali menggugat fatwa MUI tentang "haramnya seorang > Muslim hadir dalam Perayaan Natal Bersama." Ada yang menyatakan, bahwa > yang melarang Perayaan Natal Bersama (PNB) atau yang tidak mau menghadiri > PNB adalah tidak toleran, eksklusif, tidak menyadari pluralisme, tidak mau > berta'aruf, dan sebagainya. Padahal orang Islam disuruh melakukan ta'aruf > (QS 49:13). Banyak yang kemudian berdebat "boleh dan tidaknya" menghadiri > PNB, tanpa menyadari, bahwa sebenarnya telah banyak diciptakan mitos-mitos > seputar apa yang disebut PNB itu sendiri. > > Pertama, mitos bahwa PNB adalah keharusan. Mitos ini seperti sudah > begitu berurat-berakar, bahwa PNB adalah enak dan perlu. Padahal, bisa > dipertanyakan, apa memang perlu diadakan PNB? Untuk apa? Jika PNB perlu, > bahkan dilakukan pada skala nasional dan dijadikan acara resmi kenegaraan, > maka perlukah juga diadakan WB (Waisak Bersama), NB (Nyepi Bersama), IFB > (Iedul Fitri Bersama), IAB (Idul Adha Bersama), MNB (Maulid Nabi Bersama), > IMB (Isra' Mi'raj Bersama), IB (Imlek Bersama). Jika semua itu dilakukan, > mungkin demi alasan efisiensi dan pluralisme beragama, akan ada yang usul, > sebaiknya semua umat beragama merayakan HRB (Hari Raya Bersama), yang > menggabungkan hari raya semua agama menjadi satu. Di situ diperingati > bersama kelahiran Tuhan Yesus, peringatan Nabi Muhammad SAW, dan kelahiran > dewa-dewa tertentu, dan sebagainya. > > Keharusan PNB sebenarnya adalah sebuah mitos. Jika kaum Kristen > merayakan Natal, mengapa mesti melibatkan kaum agama lain? Ketika itu > mereka memperingati kelahiran Tuhan Yesus, maka mengapa mesti memaksakan > umat agama lain untuk mendengarkan cerita tentang Yesus dalam versi > Kristen? Mengapa doktrin tentang Yesus sebagai juru selamat umat manusia > itu tidak diyakini diantara pemeluk Kristen sendiri? > > Di sebuah negeri Muslim terbesar di dunia, seperti Indonesia, wacana > tentang perlunya PNB adalah sebuah keanehan. Kita tidak pernah mendengar > bahwa kaum Kristen di AS, Inggris, Kanada, Australia, misalnya, > mendiskusikan tentang perlunya dilaksanakan IFB (Idul Fitri Bersama), agar > mereka disebut toleran. Bahkan, mereka tidak merasa perlu menetapkan Idul > Fitri sebagai hari libur nasional. Padahal, di Inggris, Kanada, dan > Australia, mereka menjadikan 26 Desember sebagai "Boxing Day" dan hari > libur nasional. Selain Natal, hari Paskah diberikan libur sampai dua hari > (Easter Sunday dan Esater Monday). Di Kanada dan Perancis, Hari Natal juga > libur dua hari. Hari libur nasional di AS meliputi, New Year's Day (1 > Januari), Martin Luther King Jr Birthday (17 Januari), Washingotn's > Birthday (21 Februari), Memorial Day (30 Mei), Flag Day (14 Juni), > Independence Day (4 Juli), Labour Day (5 September), Columbus Day (10 > Oktober), Veterans Day (11 November), Thanksgiving's Day (24 Novem > ber), > Christmas Day (25 Desember). > > Kedua, mitos bahwa PNB membina kerukunan umat beragama. Mitos ini > begitu kuat dikampanyekan, bahwa salah satu cara membina kerukunan antar > umat beragama adalah dengan PNB. Dalam PNB biasanya dilakukan berbagai > acara yang menegaskan keyakinan umat Kristen terhadap Yesus, bahwa Yesus > adalah anak Allah yang tunggal, juru selamat umat manusia, yang wafat di > kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Kalau mau selamat, manusia > diharuskan percaya kepada doktrin itu. (Yohanes, 14:16). Satu kepercayaan > yang dikritik keras oleh al-Quran. (QS 5:72-73, 157; 19:89-91, dsb). > > Dalam surat Maryam disebutkan, memberikan sifat bahwa Allah punya > anak, adalah satu "Kejahatan besar" (syaian iddan). Dan Allah berfirman > dalam al-Quran: "Hampir-hampir langit runtuh dan bumi terbelah serta > gunung-gunung hancur. Bahwasannya mereka mengklaim bahwa al-Rahman itu > mempunyai anak." (QS 19:90-91). > > Prof. Hamka menyebut tradisi perayaan Hari Besar Agama Bersama > semacam itu bukan menyuburkan kerukunan umat beragama atau toleransi, > tetapi menyuburkan kemunafikan. Di akhir tahun 1960-an, Hamka menulis > tentang usulan perlunya diadakan perayaan Natal dan Idul Fitri bersama, > karena waktunya berdekatan: > > "Si orang Islam diharuskan dengan penuh khusyu' bahwa Tuhan Allah > beranak, dan Yesus Kristus ialah Allah. > > Sebagaimana tadi orang-orang Kristen disuruh mendengar tentang Nabi > Muhammad saw dengan tenang, padahal mereka diajarkan oleh pendetanya bahwa > Nabi Muhammad bukanlah nabi, melainkan penjahat. Dan al-Quran bukanlah > kitab suci melainkan buku karangan Muhammad saja. Kedua belah pihak, baik > orang Kristen yang disuruh tafakur mendengarkan al-Quran, atau orang Islam > yang disuruh mendengarkan bahwa Tuhan Allah itu ialah saru ditambah dua > sama dengan satu, semuanya disuruh mendengarkan hal-hal yang tidak mereka > percayai dan tidak dapat mereka terima. Pada hakekatnya mereka itu tidak > ada yang toleransi. Mereka kedua belah pihak hanya menekan perasaan, > mendengarkan ucapan-ucapan yang dimuntahkan oleh telinga mereka. > > Jiwa, raga, hati, sanubari, dan otak, tidak bisa menerima. Kalau > keterangan orang Islam bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi akhir zaman, > penutup sekalian Rasul. Jiwa raga orang Kristen akan mengatakan bahwa > keterangan orang Islam ini harus ditolak, sebab kalau diterima kita tidak > Kristen lagi. Dalam hal kepercayaan tidak ada toleransi. Sementara sang > pastor dan pendeta menerangkan bahwa dosa waris Nabi Adam, ditebus oleh > Yesus Kristus di atas kayu palang, dan manusia ini dilahirkan dalam dosa, > dan jalan selamat hanya percaya dan cinta dalam Yesus." Demikian kutipan > tulisan Prof. Hamka yang ia beri judul: "Toleransi, Sekulerisme, atau > Sinkretisme." > > Ketiga, mitos bahwa dalam PNB orang Muslim hanya menghadiri acara > non-ritual dan bukan acara ritual. Untuk menjernihkan mitos ini, maka yang > perlu dikaji adalah sejarah peringatan Natal itu sendiri, dan bagaimana > bisa dipisahkan antara yang ritual dan yang non-ritual. Sebab, tradisi ini > tidak muncul di zaman Yesus dan tidak pernah diperintahkan oleh Yesus. > Maka, bagaimana bisa ditentukan, mana yang ritual dan mana yang tidak > ritual? Yang jelas-jelas tidak ritual adalah menghadirkan tokoh Santa > Claus, karena ini adalah tokoh fiktif yang kehadirannya dalam peringatan > Natal banyak dikritik oleh kalangan Kristen. Sebuah situs Kristen > (www.sabda.org), menulis satu artikel berjudul: "Merayakan Natal dengan > Sinterklas: Boleh atau Tidak?" > > "Dikatakan, dalam artikelnya yang berjudul The Origin of Santa Claus > and the Christian Response to Him (Asal-usul Sinterklas dan Tanggapan > Orang Kristen Terhadapnya), Pastor Richard P. Bucher menjelaskan bahwa > tokoh Sinterklas lebih merupakan hasil polesan cerita legenda dan mitos > yang kemudian diperkuat serta dimanfaatkan pula oleh para pelaku bisnis. > > Sinterklas yang kita kenal saat ini diduga berasal dari cerita > kehidupan seorang pastor dari Myra yang bernama Nicholas (350M). Cerita > yang beredar (tidak ditunjang oleh catatan sejarah yang bisa dipercaya) > mengatakan bahwa Nicholas dikenal sebagai pastor yang melakukan banyak > perbuatan baik dengan menolong orang-orang yang membutuhkan. Setelah > kematiannya, dia dinobatkan sebagai "orang suci" oleh gereja Katolik, > dengan nama Santo Nicholas. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh Sinterklas > sebenarnya tidak sesuai dengan ajaran iman Kristen. Akhirnya, sebagai guru > Sekolah Minggu kita harus menyadari bahwa hal terpenting yang harus kita > perhatikan adalah menjadikan Kristus sebagai berita utama dalam merayakan > Natal -- Natal adalah Yesus." > > Mitos tentang Santa Claus ini begitu hebat pengaruhnya, sampai-sampai > banyak kalangan Muslim yang bangga berpakaian ala Santa Claus. > > Keempat, mitos bahwa tidak ada unsur misi Kristen dalam PNB. Melihat > PNB hanya dari sisi kerukunan dan toleransi tidaklah tepat. Sebab, dalam > PNB unsur misi Kristen juga perlu dijelaskan secara jujur. PNB adalah > salah satu media yang baik untuk menyebarkan misi Kristen, agar umat > manusia mengenal doktrin kepercayaan Kristen, bahwa dengan mempercayai > Tuhan Yesus sebagai juru selamat, manusia akan selamat. > > Sebab, misi Kristen adalah tugas penting dari setiap individu dan > Gereja Kristen. Konsili Vatikan II (1962-1965), yang sering dikatakan > membawa angin segar dalam hubungan antar umat beragama, juga mengeluarkan > satu dokumen khusus tentang misi Kristen (The Decree on the Missionary > Activity) yang disebut "ad gentes" (kepada bangsa-bangsa). Dalam dokumen > nostra aetate, memang dikatakan, bahwa mereka menghargai kaum Muslim, yang > menyembah satu Tuhan dan mengajak kaum Muslim untuk melupakan masa lalu > serta melakukan kerjasama untuk memperjuangkan keadilan sosial, > nilai-nilai moral, perdamaian, dan kebebasan. ("Upon the Moslems, too, the > Church looks with esteem. They adore one God, living and enduring, > merciful and all-powerful, Maker of heaven and earth .Although in the > cause of the centuries many quarrels and hostilities have arisen between > Christians and Moslems, this most sacred Synod urges alls to forget the > past and to strive sincerely for mutual understanding On behal > f of all > mankind, let them make common cause of safeguarding and fostering social > justice, moral values, peace, and freedom."). > > Tetapi, dalam ad gentes juga ditegaskan, misi Kristen harus tetap > dijalankan dan semua manusia harus dibaptis. Disebutkan, bahwa Gereja > telah mendapatkan tugas suci untuk menjadi "sakramen universal > penyelamatan umat manusia (the universal sacrament of salvation), dan > untuk memaklumkan Injil kepada seluruh manusia (to proclaim the gospel to > all men). Juga ditegaskan, semuya manusia harus dikonversi kepada Tuhan > Yesus, mengenal Tuhan Yesus melalui misi Kristen, dan semua manusia harus > disatukan dalam Yesus dengan pembaptisan. (Therefore, all must be > converted to Him, made known by the Church's preaching, and all must be > incorporated into Him by baptism and into the Church which is His body). > > Tentu adalah hal yang normal, bahwa kaum Kristen ingin menyebarkan > agamanya, dan memandang penyebaran misi Kristen sebagai tugas suci mereka. > Namun, alangkah baiknya, jika hal itu dikatakan secara terus-terang, bahwa > acara-acara seperti PNB memang merupakan bagian dari penyebaran misi > Kristen. > > Dengan memahami hakekat Natal dan PNB, seyogyanya kaum non-Muslim > menghormati fatwa Majelis Ulama Indonesia yang melarang umat Islam untuk > menghadiri PNB. MUI tidak melarang kaum Kristen merayakan Natal. Fatwa itu > adalah untuk internal umat Islam, dan sama sekali tidak merugikan pemeluk > Kristen. Fatwa itu dimaksudkan untuk menjaga kemurnian aqidah Islam dan > menghormati pemeluk Kristen dalam merayakan Hari Natal. > > Fatwa itu dikeluarkan Komisi Fatwa MUI pada 7 Maret 1981, yang isinya > antara lain menyatakan: (1) Mengikuti upacara Natal bersama bagi umat > Islam hukumnya haram (2) agar umat Islam tidak terjerumus kepada syubhat > dan larangan Allah SWT, dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan > Natal. > > Kalangan Kristen ketika itu, melalui DGI dan MAWI, banyak mengkritik > fatwa tersebut. Mereka menilai fatwa itu berlebihan dan tidak sejalan > dengan semangat kerukunan umat beragama. Kalangan Kristen dari luar negeri > juga banyak yang berkomentar senada. Padahal, sebenarnya aneh, jika > kalangan Kristen yang meributkan fatwa ini. Lebih ajaib lagi, jika ada > yang mengaku Muslim meributkan fatwa ini, karena mungkin "kebelet" > merayakan Hari Natal dan ingin disebut toleran. > > Kalau terpaksa harus merayakan Natal, tidaklah bijak jika harus > menggugat soal hukumnya. Apalagi, kemudian, melegitimasi dengan satu atau > dua ayat al-Quran yang ditafsirkan sekehendak hatinya. Untuk memahami > masalah salat, tidaklah cukup hanya mengutip ayat al-Quran dalam surat > al-Ma'un: "Celakalah orang-orang yang salat." Masalah peringatan Hari > Besar Agama, sudah diberi contoh dan penjelasan yang jelas oleh Rasulullah > SAW, dan dicontohkan oleh para sahabat Rasul yang mulia. Sebaiknya hal ini > dikaji secara ilmiah dari sudut ketentuan-ketentuan Islam. Untuk > berijtihad, memutuskan mana yang halal dan mana yang haram, memerlukan > kehati-hatian, dan menghindari kesembronoan. Sebab, tanggung jawab di > hadapan Allah, sangatlah berat. Tidaklah cukup membaca satu ayat, lalu > dikatakan, bahwa masalah ini halal atau haram. > > Lain halnya, jika seseorang yang memposisikan sebagai mujtahid, tidak > peduli dengan semua itu. Untuk masalah hukum-hukum seputar Hari Raya, > misalnya, bisa dibaca Kitab "Iqtidha' as-Shirat al-Mustaqim Mukhalifata > Ashhabil Jahim", karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah). > > Sejak awal mula, Islam sadar akan makna pluralitas. Islam hadir > dengan mengakui hak hidup dan beragama bagi umat beragama lain, disaat > kaum Kristen Eropa menyerukan membunuh kaum "heresy" karena berbeda agama. > Karen Armstrong memuji tindakan Umar bin Khatab dalam memberikan > perlindungan dan kebebasan beragama kepada kaum Kristen di Jerusalem, > Beliau adalah penguasa pertama yang menaklukkan Jerusalem tanpa > pengrusakan dan pembantaian manusia. Namun, Umar r.a. tidak mengajurkan > kaum Muslim untuk berbondong-bondong merayakan Natal Bersama. > > Peringatan Hari Raya Keagamaan, sebaiknya tetap dipertahankan sebagai > hal yang eksklusif milik masing-masing umat beragama. Biar masing-masing > pemeluk agama meyakini keyakinan agamanya, tanpa dipaksa untuk menjadi > munafik. Masih banyak cara dan jalan untuk membangun sikap untuk saling > mengenal dan bekerjasama antar umat beragama, seperti bersama-sama melawan > kezaliman global yang menindas umat manusia. Dan untuk itu tidak perlu > menciptakan mitos tentang seorang tokoh fiktif bernama Santa Claus untuk > menjadi juru selamat manusia, khususnya anak-anak. Wallahu a'lam. (KL, 24 > Desember 2004). > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/ > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > --------------------------------- > Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! > Download Messenger Now > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/ > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/ > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $4.98 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/ 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

