La lumi�re des fleursSURAT KEMBANG KEMUNING:

PELUKIS SALIM, KBRI PARIS DAN LEMBAGA PERSAHABATAN INDONESIA-PERANCIS "PASAR 
MALAM".


"Pasar Malam"! Lembaga Persahabatan Perancis-Indonesia "Pasar Malam" ini  akan 
kembali tampil dengan pendekatan budayanya untuk memperkenalkan Indonesia dan 
mengakrabkan persahabatan antara kedua negeri: Perancis dan Indonesia. 

Pada bulan Oktober 2004 yang lalu,  bekerjasama dengan Menteri Kebudayaan  dan 
Kedubes Perancis di Jakarta, Kedubes Kerajaan Belanda di Paris, l'Institut 
N�erlandais Paris, dan organisasi-organisasi serta beberapa perusahaan Perancis 
dan Negeri Belanda, "Pasar Malam" telah menyelenggarakan secara berhasil 
menyelenggarakan Hari Sastra Indonesia di Paris pada bulan Oktober 2004 lalu. 
Soal terpenting yang diangkat oleh Hari Sastra Indonesia di Paris tersebut 
adalah hubungan segitiga [triangulaire] dalam sastra sejak ratusan tahun sampai 
sekarang yang diungkapkan oleh pakar-pakar sastra Belanda dan Perancis. Tidak 
kurang pentingnya adalah pengangkatan masalah kebebasan berkarya dan akibat 
buruk dari sensor terhadap dunia sastra-seni dengan kasus Indonesia. Sedangkan 
masalah sejarah serta politik, muncul mengilustrasi Hari Sastra yang kemudian 
berlanjut dalam diskusi di dunia maya.  Hari Sastra Indonesia di Paris 
merupakan hari sastra pertama Indonesia yang diselenggarakan di ibukota 
Perancis ini. Jika menggunakan ungkapan Tiongkok lama, kegiatan budaya ini 
merupakan "lemparan batu giok untuk mendapatkan mutiara". Didapatkan tidaknya 
"mutiara" itu berada di tangan para sastrawan-seniman, para spesialis, peneliti 
dan Indonesianis. 

Begitu selesai dengan menyelenggarakan Hari Sastra Indonesia di Paris, Johanna 
Lederer selaku Ketua "Pasar Malam", segera terbang ke Indonesia untuk 
menyiapkan festival filem Indonesia sebagai terobosan  lanjut dari pendekatan 
kebudayaan untuk mengeratkan hubungan persahabatan kedua negeri dan bangsa. 
Sebelum berangkat, dalam pembicaraan singkat, Johanna mengatakan kepada saya di 
Paris, bahwa di Indonesia ia akan menghubungi para seniman filem Indonesia yang 
beberapa nama mereka semampu saya, saya berikan kepadanya. Mengingat beaya 
untuk penyelenggaraan Festival Filem Indonesia ini tidak kecil, bisa 
diperhitungkan bahwa penyelenggarannya masih memerlukan rincian persiapan yang 
berbulan-bulan. Saya membayangkan bahwa penyelenggaraan Festival Filem ini akan 
membantu pemahaman lebih lanjut masyarakat Perancis terhadap Indonesia dan 
dunia filem Indonesia, sumbangan berarti bagi industri perfileman Indonesia, 
mengkonsolidasi hasil yang dicapai oleh kehadiran filem dan seniman filem 
Indonesia di beberapa kali Festival Cannes.

Sambil melakukan persiapan penyelenggaraan Festival Filem tersebut, "Pasar 
Malam" menjalani Tahun Baru 2005 dengan beberapa kegiatan. Seperti halnya 
berbagai lapisan masyarakat Perancis, sampai kepada murid-murid Sekolah Dasar 
bergerak mengumpulkan sumbangan solidaritas kemanusiaan untuk korban Tsunami, 
"Pasar Malam" juga segera membuka rekening dan sumbangan.

Sebagai kegiatan pertama dalam Tahun Baru 2005, Pasar Malam akan 
menyelenggarakan pameran lukisan pelukis Indonesia Salim yang sejak muda  
berada di Paris lebih dari 50 tahun sehingga seperti kata Johanna, "Salim 
merupakan pelukis yang paling Parisien dibandingkan dengan pelukis dan seniman 
Indonesia mana pun" ["plus parisien des peintres indon�siens"]. Pameran lukisan 
ini akan berlangsung di Balai Kotapraja Paris V, [21 Place du P,antheon, 75005 
Paris] yang terletak dikilometer nol,  dari tanggal 24 sampai dengan tanggal 31 
Januari 2005. Acara pembukaan [vernissage] yang dilangsungkan pada 25 Januari 
jam 18H30 sampai 21H30 akan dibuka oleh Kuasa Usaha dari Kedutaan Indonesia 
Paris, Madame Lucia Rustam. Sedangkan Fran�ois Raillon, peneliti dari CNRS 
Perancis [setara dengan LIPI] juga akan turut menyampaikan uraian 
memperkenalkan apa-siapa Pelukis Salim yang lahir pada tahun 1908. Salim dan 
karyanya adalah kekayaan negeri dan bangsa. Dengan latarbelakang tersendiri, 
saya merasa gembira karena KBRI bisa melihat dan menghargai sastrawan- seniman 
negeri dan bangsanya. Apakah ini petunjuk mulai munculnya politisi dan diplomat 
yang berbudaya, mengerti peranan sastra-seni dan bahwa sastra-seni pertama-tama 
bukan barang dagangan sehingga dikelola bersama-sama dengan masalah turisme 
melalui suatu kementerian gabungan?!

Turut sertanya pihak KBRI melalui Kuasa Usaha, Lucia Rustam, dalam kegiatan 
yang dijuduli "Salim dan Tahun 2005" ini, mengisyaratkan bahwa KBRI Paris 
meneruskan jalan diplomasi republiken yang dirintis secara berprakarsa oleh 
Dubes Adian Silalahi dahulu. Barangkali karena dikhayati oleh kesetiaan pada 
semangat dan ide jalan diplomasi ini pulalah maka KBRI membatalkan  rencana 
penyelenggaraan Pesta Tahun Baru 2005 -- sikap yang patut dihormati. Dengan 
menempuh jalan diplomasi begini, saya percaya, banyak masalah bisa teratasi 
demi Indonesia dan kemanusiaan dan masyarakat Indonesia di mana pun akan merasa 
KBRI sebagai betang [rumah panjang] bersama. Ingin saya menamakan jalan 
diplomasi begini sebagai "diplomasi rumah betang", jalan diplomasi yang sanggup 
membaca peta potensi masyarakat negerinya di luar negeri dan mampu menggunakan 
serta menjelmakan yang potensial menjadi sesuatu yang faktual. Jika Kementerian 
Luar Negeri di Jakarta, menjadikan praktek dan pengalaman KBRI Paris sejak 
periode A.Silalahi yang diteruskan oleh Kuasa Usaha Lucia Rustam sebagai garis 
kebijakan integral tentu diplomasi rumah betang ini akan kian mantap. Jika 
demikian, saya kembali melihat bahwa benar teori itu muncul dan dikoreksi oleh 
praktek jua adanya.***

Paris, Desember 2004.
--------------------
JJ.Kusni


Catatan:
Lukisan terlampir adalah salah satu karya Salim yang dikirimkan oleh Joesoef 
Isak. 



 

illustration envoy�e par Joesoef Isak

      Association franco-indon�sienne Pasar Malam
      14 rue du Cardinal Lemoine
      75005 Paris
      01 56 24 94 53
      http://pasarmalam.free.fr










[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke