05 Januari, 2005 - Published 11:33 GMT

Kate McGeown
BBC News

Penjahat incar para korban tsunami
Nasib buruk sudah menimpa mereka. Tetapi sekarang para korban gempa dan tsunami 
di Asia ini menghadapi ancaman baru - dari penjahat dan orang-orang yang ingin 
mempergunakan musibah yang menghantam mereka untuk mencari uang. 

"Sayangnya keadaan paska bencana seperti ini adalah kesempatan emas bagi 
kriminal untuk mencari uang," kata psikolog kejahatan Mike Berry.

"Banyak korban tsunami yang mengalami depresi berat dan ini menjadikan mereka 
sasaran empuk bagi orang-orang jahat," kata Berry kepada BBC News.

Kejahatan terhadap korban bencana alam ini memang tidak meluas tetapi membuat 
korban semakin trauma dan dampaknya bisa sangat buruk bagi kesehatan mental 
mereka.

Penjarahan dilaporkan terjadi di negara-negara di seputar Samudra Hindia yang 
dilanda bencana. Banyak rumah, toko bahkan mayat korban yang menjadi sasaran.

Dan di Sri Lanka, beberapa korban yang mengungsi dikatakan diperkosa di 
kamp-kamp pengungsian.

Salah satu bentuk kejahatan yang dikhawatirkan terjadi adalah kelompok-kelompok 
kriminal mendekati anak-anak yang kehilangan orang tua akibat bencana tsunami 
dan kemudian menjual mereka sebagai pekerja seks.

Pemerintah Indonesia sudah melarang anak-anak dibawah usia 16 tahun dibawa 
keluar dari provinsi Aceh karena khawatir sindikat perdagangan manusia 
beroperasi di daerah-daerah yang terkena bencana.

Dana Anak Anak PBB, Unicef, mengatakan telah menerima sejumlah laporan bahwa 
penjahat menawarkan anak-anak yang dibawa dari Aceh untuk dijual atau diadopsi.

Jurubicara Unicef di Indonesia, John Budd mengatakan satu kasus dapat 
dikukuhkan di mana seorang anak secara diam-diam dibawa keluar Aceh ke Medan 
untuk dijual.

Dia juga mengatakan ada laporan-laporan yang belum dikukuhkan tentang 20 anak 
dibawa ke Malaysia dan kemungkinan ratusan dibawa ke Jakarta.

He said there were also unconfirmed reports of up to 20 other children being 
taken to Malaysia, and possible hundreds to Jakarta. 

John Budd menekankan bahwa beberapa anak memang dibawa keluar Aceh oleh 
orang-orang yang berniat membantu, tetapi Unicef khawatir ada kelompok penjahat 
yang berpura-pura menjadi LSM atau teman keluarga yang berkedok ingin menolong.

Budd baru-baru menyadari adanya praktek kriminal ini setelah beredar pesan SMS 
di sejumlah negara Asia yang menawarkan penjualan 300 anak yatim piatu dari 
Aceh.

Dia mengatakan Unicef segera akan mendaftar anak-anak di Aceh yang kehilangan 
orangtua atau keluarga.

Paman palsu

Ancaman terhadap anak-anak korban gempa tidak hanya terjadi di Aceh. Ada 
beberapa laporan tentang anak lelaki berusia 12 tahun asal Swedia yang terluka 
akibat tsunami di Thailand mungkin diculik dari sebuah rumah sakit.

Putra bocah itu yang berkewarganegaraan Amerika terbang ke Thailand untuk 
mencarinya. Tetapi petugas rumah sakit mengatakan anak itu sudah tidak ada lagi 
sejak sehari sebelumnya. 

Menurut Unicef, di India seorang pria yang mengaku sebagai paman seorang bocah 
ternyata palsu.

Di Sri Lanka, Aparat Perlindungan Anak Nasional tengah menyelidiki 
laporan-laporan penyiksaan seksual terhadap 2 anak perempuan di kamp 
penampungan di Galle, dan sebuah laporan terpisah dikatakan seorang wanita 
lainnya diperkosa oleh sekelompok pria.

Polisi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa mereka tidak menerima laporan 
tentang perkosaan itu tetapi sebuah LSM di Colombo mengatakan menerima laporan 
tentang "insiden perkosaan, penyiksaan seksual dan fisik".

John Berry dari Unicef mengatakan, "Banyak orang merasa marah dengan bencana 
yang melanda dan kemungkinan ada orang-orang yang melampiaskan tekanan berat 
ini kepada wanita."

Korban yang meninggal pun menjadi sasaran. Perhiasan dilaporkan dirampas dari 
korban-korban yang tewas di Thailand - dan dari rumah serta toko.

Even the dead are not safe from those who want to cash in on the disaster. 

Di negara-negara lain di Asia lain muncul peringatan tsunami palsu.

Di Timor Leste dan Malaysia, muncul laporan-laporan adanya ancaman gempa yang 
membuat warga meninggalkan kampung mereka, sehingga rumah kosong dan menjadi 
sasaran penjarah dan pencuri.

Orang-orang yang mengambil kesempatan tidak hanya mengincar negara-negara yang 
terkena gempa tetapi juga negara-negara lain yang warganya hilang atau tewas 
dalam bencana ini.

Lebih dari 2.000 orang asal Swedia dikhawatirkan tewas tetapi pihak berwenang 
di Stockholm mengatakan mereka tidak menerbitkan nama-nama mereka karena takut 
rumah orang-orang itu didatangi maling.

Penjahat juga mempergunakan niat baik orang yang ingin memberi sumbangan uang. 

Kotak donasi bagi korban bencana gempa dan tsunami dicuri dari Katedral 
Salisbury di Inggris.

Pesan email palsu yang mengaku dari LSM Oxfam dikirim ke warga Hong Kong, 
meminta mereka memberi sumbangan. Menurut polisi, uang yang dibayarkan ternyata 
masuk ke sebuah rekening bank di Eropa.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2005/01/printable/050105_criminaltsunami.shtml


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke