ging yang baek,
mungkin kamu sedang lelah en stress akibat berita dari
kejadian bencana besar tsunami sehingga membuatmu
demikian simplistik mengambil kesimpulan en melakukan
klaim bahwa "cuma kita yang murni tergerak oleh hati
nurani". aku pikir, aku bisa maklum dengan kondisimu
en cara berpikir kamu serta temannmu itu, seperti juga
aku memaklumi suharto dengan rejimnya yang telah
menciptakan   narkoba sosial politik: sikap paranoia,
mengklaim diri sebagai paling suci, paling ramah,
adiluhung, toleran. waloupun realitas sejarah sosial
politik yang ada di bumi nusantara ini bukan hanya
coreng moreng, tapi lebih dari itu: jutaan manusia
dipenggal en dipendam tanpa pengadilan di taon 65-68.
berapa banyak kurban ketika pos revolusi di berbagai
daerah di nusantara, en lihatlah peristiwa mei 1998 di
jakarta en solo. en lihat en rasakan pula peristiwa di
poso, maluku. kasat mataku telah menyaksikan belasan
orang tergelatak en terpenggal en berminggu-minggu aku
tak bisa menelan nasi, en meraskan perut kejang en
pikiran kecamuk tak karuan di taon 2001 ketika aku
terlibat mengporganisir kegiatan kesenian en sempat
menyaksikan peristiwa itu di sulteng. ging yang baek,
sudah lama aku mempertanyakan kembali nilai-nilai
ideologi yang ada, seperti aku juga meragukan
pancasila betapapun nilainya tinggi. selama 5 taon aku
diajar pancasila dengan tetekbengeknya oleh prof.
notonegoro, satu pertanyaanku kepada beliau pada taon
1973: di mana sesunggunya fondasi dari ideologi
pancasila itu, jika memang ideologi itu berasal dan
berakar dari bumi nusantara seperti yang dinyatakan
oleh sukarno? jawab beliau: keadilan sosial bagi
seluruh rakyat indonesia. aku juga teringat kepada
sujatmoko dalam obrolan pada taon 1973 ketika aku
ngundangnya untuk ceramah di yogya. ada pernyataan
darinya yang menyatakan bahwa kita menyatakan lebih
dulu en mendahulukan rasa adil daripada makmur. itulah
makanya secara singkat dikatakan "adi dan makmur". en
itu pulalah ditaon 1970-an ketika gerakan mahasiswa
serta aksi-aksi en tulisnanya mempertanyakan suharto:
apakah kue pembangunan itu akan dibagi secara adil,
atou dibiarkan membesar lebih dulu. jika sudah besar
siapa pula yang berhak membagi secara adil en merata?
adakah sistem yang mampu berbuat seperti itu? di
antara itu,ideologi toh tetap jalan en misih hidup
apapun penapsirannya en apapun konteksnya. en adakah
ideologi itu masih menyimpan rasa kemanusiaan,
memiliki nilai-nilai yang datang dari hatinurani,
mungkin hal ini membutuhkan benar suatu diskusi yang
lebih dalam en jembar. tapi, aku pikir, ideologi
apapun en datang dari manapun, diakui atou disadari
oleh penentang maupun pengikutnya, mereka pasti
"meng-kalim" memiliki rasa kemanusiaan en hati nurani.
karena itulah kandungan harapan yang paling esensiil.
en tanpa kandungan harapan, seperti kata orang belanda
bilang: zonder hoop is dood, tiada harapan jadilah
mati! bukankah hal itu pula, harapan, yang senantiasa
disampaikan oleh agama-agama, apapun cap en mereknya? 
ging yang baek,
aku nyatakan di atas tentang "permakluman" kepadamu en
kepad suharto, sesungguhnya bukanlah aku sudah minggat
dari rasa hukum en keadilan hukum. en aku juga bukan
ingin sok dianggap "manusiawi". aku hanya berusaha en
menafsirkan bahwa ada manusia yang bisa salah, bisa
khilaf. en karena itu pula aku tak ingin benar ikut
menghujat suharto ketika musim-musimnya orang berorasi
di tengah-tengah massa. aku pikir penghujatan adalah
suatu proses penghancuran diri, pemusnahan enerji.
tapi, aku sendiri nggak bisa menolak kalok ada orang
yang mau menghujat. sebenarnya, apa yang ingin
kukatakan adalah bahwa aku hanya berpesan kepada diri
sendiri agar tidak memasuki wilayah penghujatan itu.
waloupun aku juga tak bisa - seringkali - mengelak,
tidak luput dari rasa marah en lalu maki-maki. 
ging yang baek,
sekiranya saja solidaritas yang datang dari berbagai
penjuru dunia ini dirasakan dengan hati yang jembar,
apapun ideologi en ras manusianya, mungkin kita atau
siappun bisa memetik nilai en manpaat yang lebih
tinggi. aku harap peristiwa aceh, bencana tsunami akan
makin menambah en menguatkan serta membesarkan akar
rasa solidaritas kita atou siapapun juga, di nusantara
atou di manapun juga. sebab, aceh - salah satu
diantaranya -  yang oleh rejim suharto diperas
habis-habisan, seperti juga papua en kalimantan - kini
mengalami bencana en duka kemanusiaan yang membutuhkan
benar cara berpikir en perasaan yang terbuka, jembar
en ikhlas.
salam hngat untukmu, ging, semoga kamu selalu sehat.
wasalam:
halim hd.    

--- Ging <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Pasti. Karena hanya kita saja, kan, yang bantu tanpa
> pamrih.
> Kalau orang lain, pasti tak gratis, pasti pamrih,
> pasti ada udang di balik batu. Mau kapitalis,
> komunis, kristen, zionis, Cina dll.
> Tidak mungkin murni.
> Cuma kita yang murni karena tergerak oleh hati
> nurani.
> Cuma kita.
> 
> -----Original message-----
> From: "Mohammad-Riyadi Tampubolon" 
>   [EMAIL PROTECTED]
> Date: Wed,  5 Jan 2005 09:48:02 +0700
> To: "[email protected]"
> [email protected]
> Subject: [ppiindia] Re: PBB akan 'menduduki' Aceh?
> 
> > 
> > 
> > Jelas perlu di cermati..
> > apa lagi logika kapitalis tidak ada yang gratis di
> dunia ini..
> > judulnya bantuan tapi pamrihnya jauh lebih besar..
> > waktu yang akan membuktikan..
> > 
> > 
> >
>
________________________________________________________________________
> >
>
________________________________________________________________________
> > 
> > Message: 22        
> >    Date: Tue, 4 Jan 2005 15:12:33 -0800 (PST)
> >    From: Sirikit Syah <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: Re: [jurnalisme] Re: PBB akan 'menduduki'
> Aceh?
> > 
> > Salam,
> > 
> > Saya ingin teman-teman, terutama para jurnalis di
> > lapangan dan para penentu pemuatan berita,
> > memperhatikan dengan seksama: bebda pemberian
> bantuan
> > oleh tentara/relawan asing dan yang dikoordinir
> oleh
> > pemerintah/aparat/relawan Indonesia.
> > 
> > Asing: mereka datang langsung ke pusat-pusat
> > pengungsian atau ke wilayah terisolasi,
> menjatuhkan
> > bantuan (kalau heli tak bisa mendarat) kepada yang
> > membutuhkan. setiap kapet satu kotak (saya
> bayangkan
> > isinya lengkap: makanan, selimut, obat-obatan).
> Bila
> > seorang kepala keluarga (saya lihat di TV dan di
> foto
> > berita yang berebut bapak-bapak) dapat satu kotak,
> > bagus.
> > 
> > Indonesia: orang disuruh datang berbondong-bondong
> ke
> > posko-posko bantuan (berapa kilometer ya mereka
> > berjalan ke situ?), lalu baris berdesak-desakan,
> lalu
> > ketika sudah antre berjam-jama, diberi satu kaleng
> > biskuit! Padahal di latar belakang ada bantuan
> > menggunung! Pellit amat sih? Mengapa tidak
> memberikan
> > satu kotak besar berisi segala kebutuhan: obat,
> > makanan, pakaian/selimut, dll, kepada setiap
> > pengantre? menngapa cuma satu kaleng biskuit? 
> > 
> > Mohon diinvestigasi mengapa demikian, dan bantuan
> yang
> > menggunung itu mau diapakan kalau memberinya pelit
> > begitu?
> > 
> > Sirikit Syah
> > --- radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > 
> > > 
> > > Mbak Astien,
> > > Mungkin yang dimaksud bukan menduduki, tapi
> > > penanganannya akan diambil alih oleh salah satu
> > > badan yang di bawah naungan di PBB. Memang
> bencana
> > > ini berskala internasional,
> > > rasanya kalau ditangani pihak Indonesia saja
> tidak
> > > bakal kepegang. Seperti Mas Farid bilang,
> > > sudah 9 hari tapi masih banyak daerah yang belum
> > > tertolong.
> > >  
> > >  
> > >  
> > > 
> > > astien kumalasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Terimakasih informasinya Mas Faried, informasi
> ini
> > > sangat membantu buat kita, untuk dibagi-bagikan
> ke
> > > pendengar kok. 
> > >  
> > > Yang kami ingin ketahui hanya kelengkapan berita
> > > ini, apakah benar atau tidak? Dan darimana
> > > sumber-nya? Agar kita menyampaikannya juga tidak
> > > asal-asalan (baca: gosip)
> > >  
> > > Begitu loh... :) 
> > >  
> > > Jadi memang tidak ada berita seperti yang saya
> > > tanyakan sebelumnya kan ya? 
> > >  
> > >  
> > > regards,
> > >  
> > > astin
> > >  
> > >  
> > > 
> > > 
> > > faridgaban <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > 
> > > Saya tak pernah mendengar berita seperti itu
> > > 
> > > Namun, satu hal yang jelas, kita tak perlu
> > > tersinggung jika ada
> > > wartawan asing yang membuat berita negatif
> tentang
> > > negeri kita.
> > > 
> > > Pemerintah Indonesia memang telah gagal
> menangani
> > > masalah Aceh dengan
> > > sigap dan efektif.
> > > 
> > > Sampai tadi malam, sembilan hari setelah
> bencana,
> > > masih banyak desa di
> > > pesisir barat Aceh belum tersentuh sukarelawan,
> > > bantuan masih sedikit,
> > > dan derah itu masih terisolasi. 
> > > 
> > > Alfian Hamzah, wartawan Pena Indonesia, hanya
> > > satu-satunya wartawan di
> > > Teunom (utara Meulaboh). Bahkan mliter yang
> selamat
> > > di situ tak bisa
> > > mengontak atasannya. Mereka minta bantuan Alfian
> > > untuk mengontak markas.
> > > 
> > > Sembilan hari setelah bencana!!! 
> > > 
> > > [stoppres: baru saja Alfian melaporkan, tetap
> belum
> > > ada komunikasi
> > > dengan dunia luar sampai hari ini kecuali lewat
> HP
> > > yang dibawa Alfian]
> > > 
> > > Sejak awal, saya sendiri menyarankan Indonesia
> > > menyatakan bencana ini
> > > sebagai darurat nasional dan meminta pertolongan
> PBB
> > > untuk
> > > mengkoordinasikan penanganan.
> > > 
> > > Indonesia sendirian saja tidak akan sanggup.
> > > 
> > > Gengsi untuk minta tolong? 
> > > 
> > > Tanyakan gengsi pada orang-orang Aceh yang
> sampai
> > > hari ini belum
> > > memperoleh pertolongan...
> > > 
> > > salam,
> > > fgaban
> > > 
> > > 
> > > 
> > > --- In [EMAIL PROTECTED], astien
> kumalasari
> > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > Teman semilis,
> > > >  
> > > > kok saya mendengar kabar kalau teman2 media
> asing
> > > memberitakan hal2
> > > yang negatif tentang negara kita. 
> > > > Diantaranya: 
> > > > - Bantuan Indonesia gak ada.. justru Australia
> > > yang ada 
> > > > - ada nya beberapa permintaan agar PBB datang
> utk
> > > menggantikan
> > > pemerintah indonesia di aceh 
> 
=== message truncated ===



        
                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Mail - You care about security. So do we. 
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke