Pak Petter,

Maaf, saya ikutan nimbrung nih.. :)

Respon seperti anda terlihat 'too personal'.. kurang elok rasanya..
Kenapa misalnya tidak anda coba berikan argumentasi sebagai respon
untuk thread yang ditulis Pak Radityo..

AFAIK, secara garis besar ada 3 kelompok paham dalam melihat 
kejadian di alam semesta dan jagat raya ini. Yang dikenal dengan:

1. Fatalism (semua kejadian sudah ditentukan Allah SWT).
2. Free Will (tiap makhluk memiliki kewenangan penuh dalam 
menentukan apa yang akan terjadi).
3. Determinism (sejalan dengan prinsip hukum kausalitas
atau hukum alam -prinsip ilmuwan/atheist(?)- atau SunnatuLlah 
dalam pandangan Islam).

Dalam paham/teori(?) Determinism, tiap kejadian dapat memiliki
kaitan dengan kejadian sebelum dan sesudahnya.. Paham ini sejalan
dengan apa yang dikenal dengan hukum alam atau sunnatuLlah.

Banjir bandang terjadi karena hutan" sebagai penyerap air alami
dibabat habis oleh pemegang HPH dan pencuri terorganisir - 
bahkan banyak yang diselundupkan ke luar negeri.. :-(

Hutan bakau (green belt) di tepi pantai dibabat habis dengan 
beragam alasan.. Padahal keberadaannya dapat mengurangi 
bahaya tsunami.. memecah ombak..

http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/01/tgl/06/time/183852/idnews/268578/idkanal/10

"..
Hutan Bakau Bisa Jinakkan Tsunami
Sumber: Reuters

detikcom - Jakarta, Tameng alamiah untuk menjinakkan ganasnya tsunami
sebenarnya sudah ada, yakni hutan bakau dan terumbu karang. Tapi kalau
sudah dimusnahkan, apa boleh buat, ya harus dilestarikan lagi.

Untuk masa kini, hutan bakau bisa jadi barang aneh atau pemandangan
yang mengganggu ketika keberadaannya sudah berganti menjadi
hotel-hotel, tambak udang, jalan raya, bangunan, bahkan perumahan.

Belum lagi keberadaan terumbu karang yang banyak diburu untuk
diperjualbelikan, bahkan rusak begitu saja akibat bom ikan. Padahal
hutan bakau dan terumbu karang berfungsi sebagai pelindung. 
Demikian diberitakan Reuters, Kamis (6/1/2005).

Hal itu terbukti ketika tsunami melanda beberapa negara Asia pada 
26 Desember 2004. Wilayah-wilayah yang terlindung secara alami 
di beberapa lokasi di India, Malaysia dan Sri Lanka menderita kerugian
korban jiwa maupun materi yang jauh lebih kecil dibanding daerah yang
terbuka.

"Sedangkan di area yang tidak lagi memiliki pelindung alami atau
memang tidak ada sebelumnya, tsunami datang dengan seluruh kekuatan
dan amarahnya, sehingga kerusakan yang ditimbulkan lebih besar," 
kata Meena Raman, pimpinan kelompok lingkungan hidup Friends 
of the Earth yang bermarkas di Amsterdam Belanda.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah diminta untuk melindungi dan menjaga
kelestarian hutan bakau di tepi pantai dan terumbu karang yang disebut
sebagai green belts itu.

Tameng alamiah itu, menurut dia, merupakan salah satu solusi jangka
panjang untuk melindungi masyarakat pesisir terhadap badai atau
gelombang tsunami yang mungkin akan muncul lagi di masa mendatang.

"Jadi melestarikan pelindung alamiah seperti hutan bakau dan terumbu
karang itu perlu dilakukan karena bisa memberikan perlindungan untuk
jangka waktu lama dan membantu menjinakkan terjangan tsunami," 
kata Meena Raman. (sss)
.."

Mineral/Barang Tambang yang beraneka ragam dan dalam jumlah yang 
amat banyak dieksploitasi bertahun-tahun..

Coba perhatikan.. belakangan ini terjadi gempa di (daerah yang
ada lempengan/patahan) mana saja? NTT, Papua Barat/Irian,
dan Sumatera.. Meskipun mungkin belum ada bukti kaitan langsung
dari badan yang berwenang mengeluarkan analisa tersebut..

IMHO, penambangan di daerah" dekat lempengan/patahan, logikanya
akan merusak struktur bawah tanah di wilayah itu.. 
Apalagi untuk penambangan yang sudah berlangsung bertahun-tahun
(kalau enggan dikatakan puluhan tahun)..

Makanya gw paling empet, seempet-empetnya.. kalo ada orang yang
merindukan ORBA.. yang ngomong jaman dulu lebih aman, harga lebih
murah dll dsb dst dkk.. Ya terang aja.. jaman dulu kerjanya nyedot
(baca: menjual) kekayaan alam, ngutang LN digedein, ijin pendirian
bank dipermudah.. dan _brengseknya_ dikelola dengan KKN.. Ngehe!! :-(

Jadi yang enak tuh emang ORBA.. nyedot abis kekayaan alam..
tapi belum sampai ada bencana fatal seperti sekarang.. 
karena mereka bisa bertahan 3 dasawarsa-an.. akibat tidak ada 
yang berani menggugat mereka sebelum datangnya Reformasi ('97-'98)..

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

========
--- In [email protected], "Petter Taulan P"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Look who is talking..........
> 
>   sayangnya oknum model begini ikut banyak milis pula
>   shame on you djoer...
> 
>   sebenarnya gw gak mau sounds nyinyir seperti ini, But I think
>   I need to remind u all bahwa ada mahluk macam begini yang
>   bertebaran di milis2....
> 
>   ptP
>   [EMAIL PROTECTED]
> 
>   ----- Original Message -----
>   From: radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]>
>   Sent: Wednesday, January 05, 2005 9:16 PM
>   Subject: [ppiindia] Serentetan bencana alam yang menggegerkan
>            dunia
> 
>   Bencana alam yang menggegerkan dunia
> 
>   Maut, kehancuran harta benda, kemusnahan panen, kehilangan sanak
> keluarga, dan kelaparan adalah dampak seketika dari bencana alam.
> Dan kita baru saja mengalaminya, di tahun yang sama, walau itu jauh
> di depan mata kita: di Alor, Nabire lalu Aceh dan Nias.
> 
>   Wahai seluruh umat manusia di Bumi, mari kita bersama-sama
> menyongsong bencana berikutnya yang akan melanda. Sebuah bencana
> alam adalah tanggung jawab kita semua untuk menghadapinya,
> jangan salahkan Tuhan, karena Tuhan tidaklah buas, tapi salahkan
> pada diri kita sendiri.
> 
>   Tolong, kalau Anda punya informasi tentang bencana alam yang
> pernah mengguncang bumi, sila tambahkan di daftar ini:
..
>   3 Juni 1994
>   Tsunami menerjang Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Korban jiwa
mencapai
> 800 orang.
> 
>   17 Februari 1996
>   Tsunami melanda Irian Jaya, dengan korban jiwa 110 orang.
> 
>   26 Desember 1996
>   Angin ribut Greg meluluh lantakkan Keningau, Sabah, Malaysia, meragut
> beratus nyawa.
> 
>   17 Juli 1998
>   Tsunami menerjang Papua Nugini, menelan sedikitnya 2,500 korban jiwa.
> 
>   26 Desember 2003
>   Gempabumi 6.5 Richter menerjang wilayah Bam, Iran, membunuh 45,000
nyawa.
> 
>   26 Desember 2004
>   Gempabumi di pantai barat Aceh dan tsunami menerjang wilayah Aceh dan
> Sumut di Indonesia, dan belasan negeri tepian Laut Hindia. Korban
yang tewas
> mengenaskan tercatat hampir 150,000 jiwa. Alhamdulillah, langkah
pemerintah
> yang lamban tertutup oleh bantuan dari berbagai negara terkait dengan
> solidaritas internasional. Hingga kini sudah US$ 1,5 miliar bantuan dari
> berbagai negara dikucurkan.
> 
>   Inilah bencana alam yang lalu menjadi perdebatan panjang antar umat
> manusia, khususnya tentang eksistensi agama dan Tuhan. Mereka beradu
mulut,
> juga debat kencang di dunia maya. Teknologi internet mampu mengubah cara
> pandang manusia dalam menyikapi dampak dari bencana ini. Pro dan
kontra pun
> menyeruak ke permukaan: Benarkah Tuhan marah? Kenapa Tuhan buas? 
Dikutukkah
> atau disayangkah para korban oleh Tuhan? Apakah pada saat terjadi
bencana,
> Tuhan telah alpa untuk selalu menyayangi makhluk yang diciptakannya?
Kenapa
> mayoritas korbannya adalah umat Islam yang menghuni sebuah propinsi yang
> telah menjalankan sistem syariah yang sarat aturan, antara lain
mewajibkan
> kaum perempuannya harus berkerudung? Kenapa di Serambi Mekah, bukan di
> serambi kaum kafir? Seorang Ibu di Banda Aceh pun mengeluh, ia telah
> kehilangan segalanya, baik harta benda maupun sanak saudarnya, "Apa
salahku
> yang sudah naik haji sekian kali, kok masih ditimpa bencana seperti
ini?"
> 
>   Saat tertimpa kesusahan, masih saja ada rasa saling curiga. Walau
ribuan
> mayat bergelimpangan, masih saja ada yang berbangga: "Oh, lihat itu, ada
> masjid yang tetap berdiri kokoh. Sungguh sebuah mukjizat. It's a
miracle....
> invisible...tangan Tuhan sungguh telah melindunginya."  Lalu apa gunanya
> sebuah bangunan masjid kalau umatnya musnah tertelan
>   bencana?
> 
>   Kenapa bencana itu terjadi di sebuah propinsi yang penuh konflik
antara
> TNI
>   dan GAM? Pantaskah mereka menerima ujian nan maha berat? Wajarkah
mayat
> dibakar? Haramkah menerima sumbangan dari kaum kafir dan Yahudi? Kenapa
> organisasi-organisasi Islam dan negara-negara Arab yang kaya raya hanya
> secuil sumbangannya? Pelitkah
>   mereka? Siapa saja yang punya potensi untuk menilep uang
sumbangan?  Siapa
> memanfaatkan 'kesempatan dalam kesempitan'? Bagaimana dengan Nias,
Nabire
> dan Alor, kok terlupakan? Bagaimana dengan tanah longsor, banjir
bandang,
> angin puyuh yang terjadi di beberapa wilayah negeri ini? Dan masih
banyak
> lagi pertanyaan lainnya yang hingga detik ini masih ramai diperdebatkan.
> 
>   Yang jelas serentetan bencana ini menjadikan Program 100 Hari SBY
- Kalla
> kacau balau. Belum selesai satu masalah, muncul masalah berikutnya
-- batu
> ujian yang lebih berat dan lebih dahsyat.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke