Cerita seorang teman tentang teman cinonya:

 

Dua kali aku kaget oleh sikap temanku yang keturunan Tionghoa, cino. Sapaan 
akrabku pada mereka adalah cino edan. Mereka tampak sangat biasa karena mereka 
memang orang biasa, pengusaha swasta bukan aktivis politik bukan pula aktivis 
LSM. Penampilannya pun jauh dari penampilan selebriti sinetron maupun James 
Bond tapi ternyata keberanian mereka cukup mencengangkan.

 

Membela tokoh Nasional anti Suharto.

Cino edan pertama adalah seorang pria kecil mungil, putih dan sipit selayaknya 
tampang cino. Dari 200 meter sudah kelihatan bahwa dia itu cino. Tapi tak ada 
yang menduga kalau si kecil ini termasuk cino edan, bahkan dari jarak 200 mm 
sekalipun. Salah satu keedannya yang tak terduga adalah keberanian dia membela 
salah satu lawan Suharto yang paling frontal/tanpa kompromi. Ketika Prof Dr 
Amin Rais masih tutup mulut dan bersembunyi, ketika kebanyakan tokoh reformis 
masih menjilati pantat Suharto, tokoh nasional ini secara frontal mencalonkan 
diri sebagai calon presiden. Dialah yang pertama kali mempopulerkan kata 
Indonesia Baru. Tokoh ini juga termasuk edan.

Nah teman cino ku ini yang kelihatan imut-imut dengan berani membela tokoh edan 
ini di pengadilan. Bayangkan di jaman Suharto masih jadi Raja (masih belum 
lengser di kebon). Si kecil cino ini dengan santai menjawab YA ketika ditanya 
untuk membela tokoh lawan Suharto ini. 

Kita semua tahu waktu itu ini perlawanan konyol, tapi kita semua mendukung 
tokoh ini, walaupun beberapa kurang setuju dengan tabiat sang tokoh. Kita semua 
tahu bahwa ini perlawanan konyol, ini tampak dari jurus Kaki Seribu dan Monyet 
Buta Bisu Budek dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, maupun PPP (partai 
hari ini haram besok halal). Jika organisasi besar dan partai tempat si tokoh 
nasional ini bernaung saja berlaku seperti itu, maka sungguh sesuatu yang 
konyol jika kita membela tokoh ini. Namun teman cino mungil ku maju terus 
bersaksi di depan hakim pengadilan milik Suharto. We say NO to Suharto. Jujur 
saja aku kaget pada manusia kecil, tidak gagah, pendek, putih dan sipit, cino 
lagi. Tanpa ba bi bu dia maju.

 

Bersolidaritas dengan Aceh

Lalu aku juga punya temen cino edan satu lagi. Ini cino agak kurus, juga putih 
dan sipit. Modelnya juga gak kaya pahlawan dan sukanya maki-maki kalau ada 
orang Buddha (seagama dgn dia) ngasi kesaksian jelek ttg agama lain. Orangnya 
ceplas ceplos cuek cuek. Namun cino edan ini begitu mengetahui bencana di Aceh, 
langsung berinisiatif menggerakkan kumpulannya untuk bersolidaritas. Dan tanpa 
ba bi bu, cino edan ini langsung memutuskan untuk berangkat ke Aceh, untuk 
memasang instalasi air bersih. Dan hebatnya waktu itu masih banyak yang belum 
mikir ke sana. Di Aceh dia ketemu bule Australi yang juga bawa filter air, si 
bule sampe bengong ngeliat sistem air si cino Indonesia. Bulenya bertanya lu 
bikinya gimana dapat barangnya dari mana. Temenku dengan bangga dan jahil 
mengatakan aku dapat dari Australi..he..he..

 

Tapi dengan jujur temanku mengakui bahwa, relawan dari luar negeri tampak jauh 
lebih terorganisasi dan canggih. Kita bawa Indomie, mereka bawa coklat. Kita 
bawa air mereka bawa konsentrat/mineral. Pokoknya mereka tampak lebih efektif 
dan tidak asal-asalan. 

 

Berikut ini sedikit cerita cino edan ini yang baru pulang dari Aceh untuk 
persiapan instalasi air selanjutnya.

 

- Base dia di lapangan udara Banda Aceh. Di sono gak bisa tidur karena ternyata 
banyak GAM. Kalau malam sering terdengar bunyi tembak-tembakan. Beberapa 
anggota GAM ada yang masih remaja. Ada yang nyolong, ada yang minta obat2an.

 

-Selain itu di sana juga banyak Posko gadungan, bahkan pernah ditemukan Posko 
yang sembunyiin 6 truk Indomie. Selain itu juga banyak yang sok pahlawan. Ada 
juga yang tulus jadi sukarelawan. Waktu itu ada 40 relawan dari sebuah NGO 
terkenal. Dari 40 relawan akhirnya balik sekitar 35 orang, mereka shock sampai 
di Aceh banyak yang nangis dan minta pulang. Kasihan, maksud baik tapi gak siap 
mental.

 

-Selain Posko maling dan Posko sok pahlawan ada juga TV pahlawan. Ada yang 
pamer logo/simbol kelompok, organisasi atau partai mereka. TV ini walaupun di 
daerah seperti neraka masih saja berpikir komersial. Temenku si cino edan minta 
supaya sistem filterisasi airnya ditayangkan, biar makin banyak yang tergerak 
untuk membuat sistem serupa. Tapi si reporter TV dgn jujur menjawab ogah ah, 
abis kagak ada yang ngantri, jadi kurang dramatis, jadi kurang layak jual, jadi 
gak perlu diberitakan. 

 

-Instalasi air dia berfungsi dengan baik, airnya sudah bagus, tampak fisik sdh 
spt aqua, cuma orang-orang masih berpikiran bahwa air itu kotor, karena air 
diambil dari got atau kali yang kotor. Keterangan bahwa bakteri ukurannya 0.2 
micron sehingga tidak akan lewat filternya yang berukuran 0.01 micron, ternyata 
masih kurang meyakinkan. Oleh karenanya temenku si cino edan dan kurus ini 
mesti mendemonstrasikan bahwa air ini sehat. Tiap kali orang sangsi dia mesti 
meminum air hasil filteran tsb, jadinya dia kembung dan buncit. Mungkin bodynya 
jadi kaya Petruk.

 

-Selain bikin instalasi air bersih tentu saja dia juga bantu yang lainnya 
beres-beres dan membagi makanan ribuan pengungsi. Juga tentu saja 
ngangkat-ngangkat mayat. Mayat-mayat tersebut keadaan sudah begitu rusak 
belatungnya segedhe jempol, bahkan ketika diangkat ada yang rontok. Hebatnya 
ada seorang perempuan reproter LaTV yang bisa tetap tenang membantu memindahkan 
mayat-mayat tersebut. Tentu saja reporter sebuah TV memiliki wujud yang cukup 
sedap dipandang, dan ini salah satu keindahan yang jarang dapat dinikmati di 
tempat pengungsian tersebut.

 

Teman saya sempat ke pabrik semen Andalas, keadaan disitu sungguh bukan main. 
Dari daftar karyawan diperkirakan 700 lebih mayat berada di dalam pabrik, dari 
dalam pabrik keluar cairan, kemungkinan besar dari mayat-mayat tersebut.

 

-Mengenai tindakan rasialis terhadap etnis dia , cino, temanku tidak 
menyaksikan hal tersebut. Dan dia sungguh jengkel dengan sms yang meminta 
menyetop sumbangan ke Aceh karena tindakan rasialis thd cino. Di sana ada 
anak-anak muda jika melihat ada orang berduit akan memasang tarif untuk bantuan 
mereka memindahkan dan mengubur mayat. Mereka meminta sekitar 1 juta rupiah. 
Regardless cino atau aceh, pokoknya yang kelihatan mampu mereka akan berusaha 
menjual jasa mereka.

 

-Kondisi kemanusiaan di sana sungguh memilukan, ada ibu yang bergaya seakan 
menggendong bayinya, mencoba meneteki, mengemong bayi imajiner .. kemudian 
berhenti .. menangis dan kemudian tertawa gila;  ada yang terluka parah terkena 
seng; ada yang terlalu banyak kemasukan air lumpur, seorang bapak minta 
dipulangkan dan mati di Banda Aceh, di rumahnya; ada yang tiap 2-3 jam dikasi 
antibiotik, akhirnya nyerah.

 

-Ada pula yang berteriak-teriak setelah dioperasi, ketika obat biusnya mulai 
habis. Dia berteriak-teriak bukan karena kesakitan tapi menurut dokter ketika 
seseorang baru mulai sadar dari biusnya dia seakan-akan melihat lagi saat 
bencana datang, jadi �film� bencana tsunami seakan-akan direwind/diputar ulang 
di benaknya.

 

- Roh halus minta tolong. Ada pula bapak yang bermimpi adiknya meminta 
memindahkan mayatnya di bawah atap karena kedinginan. Setelah bangun dan dicari 
ternyata mayat sang adik memang berada di atap. 

 

Begitulah ...sedikit keadaan di Aceh...

 

Temanku cino edan ini sebenernya bukan tipe sinetron yang hobby nangis cengeng 
gaya Ram Punjabi. Sebaliknya cino satu ini pernah punya hobi terjun payung, 
bungee jumping, pokoknya yang macho, kaya iklan rokok Jarum utawa Gudang Garam. 
Tapi dia mengaku ... pagi tadi ketika hendak meninggalkan Aceh, si cino edan 
nan macho ini meneteskan air mata. 

 

Begitulah kesaksianku tentang teman sebangsa setanah air yang sering dianggap 
egois, tidak solidaris karena warna kulitnya kuning dan matanya sipit, sesipit 
Zainudin MZ. Sering kali kita memandang rendah mereka baik secara diam-diam 
atau terang2an vulgar. Namun mereka tampaknya bukan mempunyai etos kerja yang 
tinggi dan nekat, tapi ternyata mahluk Tuhan yang sungguh bersolidaritas. Namun 
memang sebagian dari mereka memang masih trauma dengan perlakuan rasialis 
berkali-kali sepanjang sejarah republik berTuhan ini. Kepada teman2 cino yang 
kirim sms diskriminatif / stop bantuan ke Aceh, tolong lain kali jangan terlalu 
reaktif dan tergesa-gesa, cek ulang informasi. Karena ketakutan anda bisa 
menjadi amunisi dari kelompok rasis yang emang dari sononya cari-cari kesalahan 
aja bisanya.

 

PS:

-Jika ada yang masih mau kirim bantuan pakaian maka tolong kirim juga pakaian 
dalam ini yang sering dilupakan orang, lalu alat2 ibadah Sajadah, Mukena.

-Kalau mau kirim Karbol mending diganti Kaporit aja lebih efektif dan efisien.

-Septic Tank unit. Kotoran masuk keluar jadi air. Biophile.

 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke