http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005011000581212
Senin, 10 Januari 2005

PENDIDIKAN

Orang Tua Malu Sekolahkan Anak di SLB

SERANG (Media): Hasil pendidikan anak cacat di sekolah luar biasa (SLB) jauh 
lebih baik ketimbang program yang sama di sekolah umum. Namun, karena malu 
orang tua enggan menyekolahkannya di SLB.
Kondisi ini terungkap dalam kunjungan Media ke PLB Madina di Serang, Banten, 
kemarin, untuk melihat hasil sumbangan board base education (BBE) dari 
Depdiknas untuk pengembangan {life skills] (keterampilan) bagi anak cacat.

Lies Mulyati, Kepala SLB Madina mengatakan bahwa saat ini ada dua orang 
siswanya yang sebelumnya bersekolah di sekolah umum. Seorang bernama Wina 
Rifmiati, siswi kelas II SMA PGRI 1, Serang dan Rindya, siswi kelas I SMEAN 17, 
Cilegon. Wina mengalami penyakit Hydrocephalus yang menyebabkan proses 
belajarnya terhambat. Sedangkan Rindya mengalami tunarungu.

Setelah belajar di PLB Madina, perkembangan kedua anak tersebut menjadi lebih 
baik, Wina, misalnya, tampil lebih ceria dan suka menyanyi serta memiliki 
banyak keterampilan. Termasuk menari dan keterampilan produktif lainnya yang 
diajarkan di SLB. Begitu juga Rindya, kerajinan tangan yang dibuatnya bahkan 
layak dijual dan bisa mendapatkan penghasilan.

Lies menjelaskan bahwa beberapa waktu terakhir, pihaknya bekerja sama dengan SD 
negeri Batok Bali di Serang untuk membina siswa yang sedang menjalani proses 
belajar di sana. Siswa yang diajar adalah anak yang tergolong memiliki 
keterbelakangan mental. ''Sejak masuknya tenaga pendidikan dari PLB ini, siswa 
tersebut sudah mulai bisa membaca. Padahal, sebelumnya sulit sekali.''

Selain membutuhkan pendekatan khusus, siswa yang tergolong cacat ini pun harus 
diajar dengan kurikulum tersendiri. Lies mengakui bahwa perhatian guru sekolah 
dasar umum terhadap siswa semacam itu masih kurang, sehingga hasil proses 
belajar mengajarnya kurang memadai.

Lies menyadari, untuk meminta agar siswa tersebut bersekolah ke SLB bukan 
perkara mudah. Selain pandangan sebagian masyarakat yang menilai sekolah di SLB 
merupakan aib dan memalukan, juga lantaran terbatasnya jumlah SLB yang terdapat 
di sana.

''Orang tua lebih suka anaknya naik kelas dua tahun sekali dibandingkan dengan 
memasukkan mereka ke sekolah luar biasa, karena malu,'' kata dia.

Widyo, kepala Seksi Pendidikan Luar Biasa, Dinas Pendidikan Provinsi Banten, 
mengatakan bahwa hingga kini jumlah SLB di seluruh Banten 27 SLB, tiga di 
antaranya SLB negeri.

Dari jumlah itu di Serang terdapat 17 SLB dengan jumlah siswa 740 anak. 
Diperkirakan saat ini di seluruh Provinsi Banten terdapat 40.000-an orang 
menderita kelainan, 20.000 di antaranya anak usia sekolah.

Karena kondisi itu, maka pemerintah menyelenggarakan program inklusi bagi anak 
berkelainan ini pada sekolah umum. Selain dalam rangka pemerataan pendidikan 
juga terkait dengan upaya untuk tidak mengasingkan anak cacat dari 
lingkungannya.

Saat ini terdapat 745 anak cacat yang bersekolah secara inklusi di sekolah 
umum, sedangkan mereka yang bersekolah di SLB tercatat 1.876 siswa.

Disadari oleh Widyo, program pembelajaran bagi siswa seperti ini tidaklah 
mudah, apalagi jumlah lulusan guru atau tenaga pendidik untuk mereka belum 
banyak.

Untuk itu setiap tahun pemerintah Provinsi Banten selalu mengadakan pendidikan 
dan pelatihan bagi calon guru pendidikan sekolah luar biasa.

Program pelatihan ini sangat penting sebab selain memerlukan metodologi 
pembelajaran secara khusus, pendidikan di sekolah luar biasa ini juga harus 
dibekali keterampilan.

''Oleh sebab itu, kami sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat 
dengan muncul program BBE bagi SLB, selain dapat menambah keterampilan guru. 
Sarana dan prasarana belajar siswa pun bertambah baik,'' katanya. (Hru/B-5)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke