11.01.2005
Zone kegempaan dunia
(Indonesia berada di zone kegempaan risiko tinggi)
Gempa bumi tektonik hebat biasanya terjadi di sepanjang kawasan penujaman
lempeng tektonik yang disebut kawasan subduksi. Puluhan lempeng tektonik
setebal sampai 80 km, mengapung di atas inti Bumi dan bergerak, saling menabrak
atau menjauh. Inilah yang disebut sebagai zone gempa bumi risiko tinggi.
Gempa tektonik di Aceh yang disusul Tsunami dahsyat telah kembali mengingatkan
seluruh warga Indonesia, bahwa mereka hidup di kawasan kegempaan risiko tinggi.
Artinya, bahaya gempa tektonik kuat, tsunami atau juga letusan gunung api tetap
mengancam setiap waktu. Gempa bumi tektonik hebat, biasanya terjadi di
sepanjang kawasan penujaman lempeng tektonik yang disebut kawasan subduksi.
Ciri khas dari kawasan subduksi antara lain, terbentuknya palung laut dalam
serta rangkaian pegunungan di sepanjang zone subduksi. Di Indonesia, zone
subduksi berada di sepanjang palung Jawa di samudra Hindia yang membentang dari
Aceh hingga Flores, tetap merupakan kawasan kegempaan aktif.
Tentu saja orang awam sulit membayangkan, bagaimana zone gempa bumi atau
aktivitas gunung api dapat muncul di sebagian besar wilayah Indonesia. bahkan
para ahli geologi baru menegaskan keberadaan kawasan gempa, zone subduksi dan
keberadaan lempeng tektonik pada tahun 1960 yang lalu. Landasannya adalah teori
lempeng tektonik yang diperkenalkan oleh ahli meteorologi dan geologi Jerman,
Alfred Wegener pada tahun 1912. Inti dari teorinya menyebutkan, kerak Bumi
sebetulnya terdiri dari lempengan-lempengan besar, yang seolah mengapung dan
bergerak pada lapisan inti Bumi yang lebih cair.
Untuk membuktikan teori Wegener tsb, para pakar geologi di seluruh dunia
memerlukan waktu hampir setengah abad. Mula-mula, teori mengenai lempengan
kerak Bumi yang terus bergerak amat sulit diterima, sebab sejak berabad-abad
diyakini, posisi benua-benua di Bumi adalah tetap. Baru sesudah teori lempeng
tektonik dari Wegener terbukti bahwa kerak Bumi memang terpecah-pecah dalam
lempengan-lempengan tektonik yang saling menjauh, bertabrakan atau bergesekan
satu sama lainnya, dikembangkanlah teori zone kegempaan, zone gunung api aktif
serta ancaman bahaya di sekitarnya.
Ring of Fire
Zone subduksi maupun pemisahan lempeng tektonik yang paling aktif dan terkenal
adalah yang disebut kawasan Circum Pasifik. Kawasan yang disebut cincin api
Pasifik tsb, paling sering memicu gempa bumi hebat dan juga tsunami dahsyat.
Cincin api Pasifik membentang diantara subduksi maupun pemisahan lempeng
Pasifik dengan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Amerika Utara
dan lempeng Nazca yang bertabrakan dengan lempeng Amerika Selatan. Sehingga
cakupannya amat luas yang membentang dari mulai pantai barat Amerika Selatan,
berlanjut ke pantai barat Amerika Utara, melingkar ke Kanada, semenanjung
Kamsatschka, Jepang, Indonesia, Selandia baru dan kepulauan di Pasifik Selatan.
Zone kegempaan dan gunung api aktif Circum Pasifik amat terkenal, karena setiap
gempa hebat atau tsunami dahsyat yang terjadi di kawasan tsb, dipastikan
menelan korban jiwa manusia amat banyak. Contoh paling akhir adalah gempa hebat
berkuatan 9.0 pada Skala Richter di Samudra Hindia di lepas pantai sejauh 160
km dari Aceh pada tanggal 26 Desember lalu. Gelombang tsunami yang dipicu gempa
hebat itu, melanda 12 negara di Asia dan Afrika hanya dalam waktu sekitar lima
jam. Jumlah korban tewas juga amat luar biasa, yakni sekitar 200.000 orang,
lebih dari separuhnya di Aceh. Bagi Indonesia, ini merupakan gempa dan tsunami
terhebat kedua setelah meletusnya gunung api Kratakatu pada tahun 1883 lalu,
yang menewaskan lebih dari 36.000 orang.
Tentu muncul pertanyaan selanjutnya, bagaimana mekanisme gempa di kawasan
subduksi tsb? Mengapa gempa atau aktivitas gunung api, justru muncul di kawasan
tsb? Mengacu pada teori tektonik lempeng dari Wegener, sejak beberapa ratus
juta tahun lalu kerak Bumi terpecah-pecah menjadi lempengan-lempengan yang
mengapung di atas inti yang lebih cair. Ketebalan kerak Bumi ini dapat mencapai
80 kilometer, namun banyak yang lebih tipis lagi. Para ahli geologi mencatat
terdapatnya beberapa lempengan tektonik yang ukurannya amat besar, antara lain
lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia, Lempeng Amerika Selatan dan Utara,
lempeng Eurasia, Lempeng Afrika, lempeng Antartika dan lempeng Arab.
Jika lempeng tektonik raksasa itu saling bertumbukan akan terjadi penujaman.
Berdasarkan hukum fisika sederhana, lempengan yang berat jenisnya lebih tinggi
atau massanya lebih besar, akan menujam ke bawah lempengan yang lebih ringan.
Karena mengapung di atas cairan inti Bumi, setiap lempengan juga bergerak amat
lambat saling mendesak, atau saling terpisah, seperti yang terjadi di patahan
Pasifik timur. Di kawasan pemisahan lempeng tektonik, terjadi aktivitas
magmatis berupa penambahan landas samudra. Pergerakan tektonik ini memang amat
lambat, rata-rata hanya satu sampai 10 sentimeter per tahun, atau setara dengan
kecepatan tumbuhnya kuku manusia. Misalnya saja di kawasan pusat gempa Aceh,
lempeng Indo-Australia bergerak sekitar enam sentimeter per tahun ke arah utara
mendesak lempeng Eurasia.
Bergerak lambat
Akan tetapi, pergerakan amat lambat itu, menimbun energi amat dahsyat secara
perlahan-lahan di kedalaman sampai 80 km. Jika dua lempeng tektonik
bertumbukan, di sepanjang zone tumbukannya biasanya juga muncul aktivitas
gunung api. Ini merupakan mekanisme yang logis, karena kerak Bumi di zone itu
juga terangkat, sehingga magma dari inti Bumi dapat naik melalui
patahan-patahan raksasa. Dengan mekanisme itu pula, dapat diterangkan mengapa
di Indonesia terdapat sedikitnya 128 gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat
menjadi ancaman bencana alam. Alam bergerak sangat lambat dan manusia tidak
merasakannya. Namun jangan dilupakan, di balik kelambatan gerak itu terhimpun
energi mahabesar.
Jika tekanan dan regangan tumbukan dua lempeng tektonik mencapai titik jenuh,
biasanya akan terjadi gerakan kerak bumi secara tiba-tiba. Inilah yang disebut
gempa bumi. Dalam kejadian gempa Aceh misalnya, zone subduksi sepanjang seribu
kilometer tiba-tiba bergerak beberapa meter, dan melepaskan energi setara
dengan letusan 10.000 bom atom. Untuk mengukur kekuatan gempa bumi banyak
standar yang digunakan, namun yang paling populer adalah yang disebut skala
Richter. Gempa Aceh tanggal 26 Desember 2004 berkekuatan 9.0 pada skala
Richter, yang berarti munculnya kerusakan total di kawasan sekitar gempa.
Kapan akan terjadinya gempa, amat sulit diramalkan. Sebab, gempa dapat terjadi
kapanpun dan dimanapun di seluruh zone kegempaan dunia. Para pakar kegempaan
menyusun berbagai teori baru, menyangkut kemungkinan terjadinya gempa bumi.
Yang paling aktual adalah teori domino gempa Bumi, yakni satu gempa di kawasan
tertentu dapat memicu gempa di kawasan lainnya. Tetapi tidak selalu pola
terjadinya gempa Bumi mengikuti teori tsb. Banyak gempa yang tiba-tiba
mengguncang dengan kekuatan luar biasa. Memang gempa hebat di dasar laut, yang
memicu tsunami dahsyat seperti yang terjadi di Samudra Hindia amat jarang
terjadi. Namun tentu saja semua itu tidak boleh mengendurkan kewaspadaan.
Walaupun dihadapi berbagai keterbatasan, tetapi sistem peringatan dini baik
untuk gempa maupun tsunami tetap merupakan hal yang penting.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 250MB free storage. Do more. Manage less.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/