-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 11 January 2005 14:26
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Sabili] bantuan Arab utk Aceh yang minim publikasi







Batam-RoL -- Diam-diam bantuan kemanusiaan dari masyarakat dan pemerintah
Arab
Saudi
sudah masuk ke Indonesia, tepatnya di Bandara Hang Nadim Batam  Kepulauan
Riau
sejak 6 Januari lalu.
Tepatnya ketika sejumlah kepala negara  termasuk Sekjen PBB Kofi Annan
bertemu
dalam KTT Tsunami
di Jakarta  Convention Center (HCC) Kamis (6/1). Bantuan kemanusiaan dari
salah
satu negara  Islam ini
memang sepi publikasi dan sorotan kamera sangat berbeda  dengan bantuan dari
negara Barat yang kaya akan publikasi.
Bantuan dalam bentuk makanan, obat-obatan, selimut, karpet dan lainnya  itu
diangkut pesawat Arab Saudian Cargo
dengan jenis pesawat MD 11. Ahad pagi kemarin, bantuan dari masyarakat dan
pemerintah Arab Saudi  tersebut
diserahkan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdullah
Abdulrahman 'Alim dan diterima Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ismeth
Abdullah.
 Menurut rencana bantuan serupa bakal datang 11 dan 13 Januari mendatang  di
Batam dan beberapa kali di Medan
sehingga mencapai 1000 ton.
Menurut 'Alim yang telah bertugas di Indonesia lebih dari 10 tahun ini
mengungkapkan
sebetulnya sejak beberapa hari gempa dan gelombang  tsunami melanda Aceh di
Indonesia
yang dikenal sebagai mayoritas penduduk  muslim terbesar di dunia, /Khadimul
Haramain/ (Pelayan dua kota suci,  red)
Raja Fahd bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Pangeran Abdullah bin  Abdul Aziz
telah  menginstruksikan
Menteri Dalam Negeri Arab Saudi untuk  mengawasi pengumpulan dan pengiriman
bantuan kemanusiaan tersebut.
 ''Karena itu, kami yakin sekali jumlah bantuan dari masyarakat dan
pemerintah
Arab Saudi untuk Indonesia
lebih dari 200 juta riyal (senilai Rp 500  milyar,'' tegas 'Alim.
'Alim menyebutkan, bila selama ini sejumlah negara Barat baru sebatas
komitmen
untuk memberikan
bantuan kepada sejumlah negara yang menjadi  korban bencana, masyarakat dan
pemerintah
Arab Saudi justru sudah  mewujudkannya. ''Itu bisa dilihat dari kepeduliaan
para
 pemimpinnya.
Raja Fahd  sendiri menyumbang 20 juta riyal. Putra Mahkota Pangeran Abdullah
10
  juta riyal
dan seorang pengusaha kaya Pangeran Waleed bin Talal  menyumbang 70 juta
riyal
sebesar 15 juta riyal
berupa uang tunai dan sejuta set pakaian, 3000 tenda senilai 55 juta
riyal.''
Menjawab pertanyaan mengapa bantuan kemanusiaan dari Arab Saudi yang  sudah
tiba

di wilayah Indonesia tersebut sepi publikasi sehingga tidak  banyak rakyat
Indoensia yang mengetahuinya
sehingga hal ini bisa saja  menimbulkan kesan seakan-akan negara-negara
Islam
lamban dan kurang peduli
terhadap saudaranya yang terkena musibah, dengan tegas 'Alim  mengatakan,
''Pemerintah Saudi Arabia
dan juga negara-negara Islam yang lain  apabila menyumbang sesuatu tidak
perlu
mengumukan di media massa.
Jadi  cukup menyumbang saja, karena itu memang sudah aturan agama,'' jelas
'Alim.
'Alim lalu mengungkapkan ketika terjadi gempa yang dahsyat menimpa Iran
akhir
tahun lalu,
 pemerintah dan masyarakat Arab Saudi juga memberikan  bantuan yang sangat
besar, tak kurang dari 170 juta dolar AS,
 tapi  tidak dipublikasikan di media massa. ''Di Iran juga pada waktu
terkena
bencana tahun 2003, pemerintah
Saudi Arabia mebawa kurang lebih 170 juta  dolar AS. Inilah yang dinamakan
memberi bantuan tanpa memberi tahu
kepada  media atau apa. Ibaratnya, jika tangan kanan memberi, maka tangan
kiri
tak perlu tahu,''
ungkap 'Alim mengutip sebuah hadits Rasulullah SAW.
Apakah dengan demikian nantinya tidak ada kesan dan citra seakan-akan
negara-negara
Islam tidak peduli terhadap saudaranya, 'Alim mengatakan,  ''Orang-orang
Islam
yang ada di pemerintahan
maupun seluruh masyarakat  Arab Saudi dalam hati mereka sudah ada semangat
untuk
 membantu
orang-orang yang terkena bencana terutama di Aceh. Mereka (para korban
bencana
itu, red)
sudah ada dalam hati kami,'' tandas 'Alim seraya menambahkan  Indonesia
adalah
saudara kandung Arab Saudi.
Pandangan senada diungkapkan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah. Menurut  dia,
tidak
 ada kesan
bahwa negara-negara Islam lambat membantu korban  bencana di Aceh. ''Tidak.
Tidak ada kesan seperti itu.
Pemerintah juga tidak mendapatkan kesan seperti itu yang kami tahu bantuan
berdatangan  terus
karena memang masing-masing mempunyai kondisi yang berbeda-beda.''








Kunjungilah www.swaramuslim.net untuk mengetahui berita-berita serta
artikel-artikel terbaru tentang Islam

Untuk subscribe ke milis sabili kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Untuk unsubscribe dari milis sabili kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]


Yahoo! Groups Links









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke