Setuju dengan komentarnya bung aam, penulis memang hanya melihat dari satu sisi. Masak jika tidak ada organisasi islam yang bergerak (atau lambat) berarti masyarakat muslim tidak bergerak....karena dalam menghadapi hal yang demikian bukan waktunya untuk mempromosikan organisasi...Yang penting setiap muslim wajib membantu saudaranya tanpa perlu membawa-bawa simbol atau dari organisasi mana dia berasal.....dan ini sudah dilaksanakan oleh para muslim tadi....buktinya....coba tanya siapa yang pertama kali membantu mereka dalam musibah....saya yakin pasti sebagian besar orang muslim..tidak peduli dari mana dia berasal...atau organisasi apa dia berasal apakah tentara, polisi, sipil pedagang, relawan dan lain2.....Jadi dalam menghadapi musibah seperti ini masyarakat muslim pasti bergerak dengan sendirinya tanpa perlu komando..apalagi jika yang tetimpa adalah saudara seagamanya sendiri. Jadi tidak tepat bila melihat organisasi2 islam lamban bergerak berarti masyarakat muslimnya juga lamban....organisasi hanyalah sarana. Apalagi bila untuk beramal sosial dan beribadah kepada Allah...panji organisasi tidak perlu dibawa-bawa...karena dapat menyimpang dari niat semula yaitu untuk beribadah. Kecuali mungkin untuk menghadapi kemunkaran atau kemaksiatan...maka organisasi islam perlu bergerak untuk memberdayakan muslim (dlm organisasinya) untuk menghadapinya. wassalam
Aam <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Klo boleh komentar .... Yang nulis juga asal ngomonk doank tidak tahu diberita nggak ?? orang pada susah transportnya ke Aceh ... belum diperintahkan saja sudah banyak orang pergi sendiri anggkutan sudah tidak sanggup gimana klo diperintah .... Ah paling pintar ngeluh aja aahhhhh > Apakah dalam situasi yang > amat darurat masih ada orang dari agama lain > tega menangguk ikan di air keruh? Ada loh .... Coba survey di Sul-Sel kab.Gowa daerah Malino .... ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, January 13, 2005 9:47 AM Subject: [ppiindia] Tulisan menarik dari Republika > > sumber : www.republika.co.id 10/01/05 > > MENJENGUK ALLAH DI ACEH > > Oleh : Ahmad Tohari > > > Beberapa belas tahun yang lalu WS Rendra dalam pengajian Reboan di > rumah Soetjipto Wirosardjono mengatakan, masyarakat Islam memiliki > dua kelemahan yang mendasar. Kata penyair terkemuka itu, kelemahan > pertama menyangkut sikap dan pandangan terhadap kemanusiaan. Dan > yang kedua menyangkut kegiatan di bidang pembukuan. > > Waktu itu Rendra sendiri tidak menjelaskan secara rinci mengenai dua > kekurangan yang ada pada masyarakat Islam tersebut. Memang dia > seniman, bukan penceramah. Meskipun perasaannya terhadap sesuatu > sangat peka, namun belum tentu bisa mengucapkannya dengan baik, > kecuali melalui penciptaan puisi. > > Namun bencana besar berupa gempa bumi yang diikuti oleh gelombang > tsunami yang terjadi 2 minggu lalu agaknya membuktikan kebenaran > ucapan Rendra. Bencana yang menelan korban puluhan ribu sesama > saudara muslim di Aceh dan Sumatra Utara itu, pada salah satu > sisinya, telah menguji sikap dan pandangan masyarakat Islam terhadap > manusia dan nilai kemanusiaan. > > Menarik untuk diperhatikan bahwa secara umum masyarakat Islam > bingung dalam menghadapi akibat bencana itu. Mereka seakan tidak > tahu pasti akan berbuat apa dalam bentuk yang nyata. Jelas mereka > gagap dan tidak punya prakarsa dan baru berbuat setelah didahului > orang lain. Tercatat masyarakat luar Aceh yang paling dulu membentuk > dan mengirimkan regu penolong adalah Walubi, di samping pemerintah > tentu saja. Sesudah media massa dan pemerintah mengambil prakarsa > pengumpulan masyarakat Islam baru bergerak di belakang. Itu pun kita > boleh ragu, apakah masyarakat Islam menjadi penyumbang terbesar atau > bukan. > > Juga menarik untuk direnungkan, respon para pemimpin masyarakat > Islam terhadap akibat bencana besar itu Majelis Ulama Indonesia > segera berfatwa, seluruh jenazah korban bencana wajib dikubur. Fatwa > ini tidak diikuti fatwa lain yang me-wajibkifayah-kan orang Islam > pergi ke Aceh untuk melaksanakan fatwa tersebut. Ketua Umum PBNU > Hasyim Muzadi sama saja. Dia bilang, dalam Islam jenazah harus > dikubur, tak ada alternatif lain. Tapi seperti halnya MUI, Hasyim > juga tidak terus mengeluarkan komando agar sekian puluh ribu Banser > berangkat ke Aceh untuk jadi sukarelawan. Padahal di lapangan ada > pertanyaan besar: Bagaimana mengubur puluhan ribu jenazah bila > jumlah relawan tidak ada seperseratusnya? > > Di kalangan akar rumput juga beredar Short Message Service (SMS) > yang bernada ngeledek. ''Kalau ada bencana politik ribuan orang mau > puluhan kali melakukan istighotsah. Sekarang mana?'' SMS lain > berbunyi, ''Lagi pilihan presiden pada bisa sewa helikopter. Kok > sekarang helinya orang asing yang nolong orang Aceh?'' Selain itu > ada juga pemimpin masyarakat Islam yang terlalu peka terhadap > kemungkinan iktikad buruk pihak lain. Dia bilang, hati-hati terhadap > usaha murtadisasi para yatim piatu Aceh. Apakah dalam situasi yang > amat darurat masih ada orang dari agama lain tega menangguk ikan di > air keruh? Sejahat itukah mereka? Saya kira, daripada terlalu cepat > curiga terhadap orang lain, yang ternyata banyak di antara mereka > ikut memberi sumbangan amat besar, lebih baik memasang sikap hati- > hati terhadap mereka yang jelas: para pedagang anak! Yang ini memamg > jahatnya sudah keliwat-liwat. > > Teologi kemanusiaan? > Apakah dengan fatwanya itu MUI, atau Pak Hasyim Muzadi dan yang lain > tadi salah? Jawabnya, tak ada yang menyalahkan mereka. Itulah > kenyataan. Bahwa aspek manusia dan kemanusiaan di tengah masyarakat > Islam -- seperti dulu dikatakan oleh Rendra -- punya posisi yang > lemah. Hal ini merupakan hal yang ''benar'' karena teologi > masyarakat Islam yang dianut hingga kini adalah teologi langit. > Taruhan terpenting dalam masyarakat Islam adalah menyintai Allah dan > Rasul-Nya, yang semuanya memang bersemayam ''di langit''. Tak akan > sempurna iman seorang muslim sebelum dia menyintai Allah dan Rasul- > Nya di atas segalanya. > > Sampai di sini tidaklah ada sesuatu yang perlu dikritisi. Karena > memang begitulah ajaran yang dianut oleh masyarakat Islam, dan akan > ditegakkan sampai kapanpun. Namun ketika orang hendak melangkah ke > wilayah pengamalan, mereka harus melakukan penafsiran: bagaimanakah > menyintai Allah yang Maha Gaib dan tidak membutuhkan apapun dari > makhluk-Nya di luar ibadah murni? > > ''Ya Allah, kenapa Engkau masukkan aku ke dalam neraka?'' > ''Karena engkau tidak mau menjenguk Aku ketika Aku sakit.'' > ''Bagaimana mungkin Engkau sakit?'' > ''Tetanggamu yang sakit. Dan engkau tak mau menjenguknya.'' > Itu kutipan bebas sebuah hadis qudsi yang panjang. Dalam hadis ini > sangat jelas Allah ''mewakilkan'' Dirinya kepada orang-orang sakit > untuk menerima cinta. Sekarang ratusan ribu saudara kita di Aceh > sakit luar biasa. Mereka mewakili Allah untuk menerima cinta sesama > muslim. Mereka adalah ''alamat'' Allah bila kita benar menyintai dan > karena itu ingin menjenguknya. Atau kita memang cuma cinta kepada > Allah dengan sekadar cinta palsu dan sesungguhnya kita lebih siap > masuk neraka? Wallahu a'lam. > > > > "Even if there isn't any sign in the valley, > There are still many hopes in hopelessness. > O heart, don't break off from hope, for in the garden of the soul > You may yield dates even if you are a willow tree." > -Rumi- > Samsi Darmawan > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/ > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/ 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- ALL-NEW Yahoo! Messenger - all new features - even more fun! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/ 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

