Saran, masukan dan kritikan, klik: http://mediacare.blogspot.com 
 
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0105/14/0804.htm

Ribuan buku sejarah Aceh Berhasil diselamatkan

BENCANA memang tak kenal siapa pun. Kaya, miskin, tua, muda, sama sekali tak 
ada bedanya saat bencana besar terjadi. Bencana bahkan mampu mengubah sebuah 
kebudayaan bernilai tinggi sekalipun mengobrak-abriknya tanpa ampun. 

Insiden serupa dapat terlihat sewaktu bencana gempa bumi dan tsunami melanda 
tanah "Serambi Mekah" tiga pekan lalu. Tak peduli gedung pemerintahan, pusat 
penyimpanan dokumen penting hingga gubuk nelayan sekalipun luluh lantak rata 
dengan bumi. 

Berbagai peninggalan para leluhur bernilai tinggi dan akan mengingatkan kita 
pada perjuangan mereka, tak sedikit yang hancur berbaur dengan puing dan mayat 
bergelimpangan. 

Kota Banda Aceh tercatat menderita kerusakan terparah dibandingkan dengan kota 
lainnya. Hampir setengah kota ini hancur ditelan badai yang tak pernah 
dibayangkan sebelumnya itu. Sialnya, berbagai dokumen penting khususnya yang 
berkaitan dengan sejarah peninggalan Aceh berada di kota ini. 

Sebagai contoh, Gedung Perpusatakaan Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) 
hancur hampir separuhnya. Di dalam gedung bertingkat dua ini hanya berupa puing 
bercampur puluhan mayat yang datang entah dari mana. 

Tak ada satu orang pekerja pun terlihat hingga Rabu (12/1), karena memang tak 
ada yang harus dikerjakan. Gedung itu masih digenangi air bercampur lumpur. Itu 
belum termasuk reruntuhan puing bangunan yang sewaktu-waktu bisa hancur bila 
gempa besar datang lagi. 

Beberapa pegawai perpustakaan yang dihubungi "PR" lewat telefon genggam dan 
telefon rumahnya pun tak kunjung menyambung. Secara fisik, hampir dapat 
dipastikan semua dokumen di dalam perpustakaan hancur, atau minimal terendam di 
dalam air bercampur lumpur dari laut.

* *

BENCANA gempa dan tsunami kali ini, ternyata tidak selamanya menghancurkan 
barang-barang. Sebuah gedung berisikan ribuan dokumen bersejarah selamat dari 
terpaan tsunami maha dahsyat itu. Air memang sempat memasuki gedung, walau 
hanya semata kaki. Namun, goncangan gempa berkekuatan 8,9 skala richter sempat 
menggoyang puluhan rak buku dan menjatuhkan buku-buku itu ke dalam air.

Peristiwa tersebut terjadi di Perpustakaan dan Museum Yayasan Pendidikan Ali 
Hasjmy di Jln. Jendral Sudirman 20 Banda Aceh. Posisinya yang terletak agak 
jauh dari bibir pantai cukup menghindarkan gedung tua itu dari hantaman 
tsunami. 

Sedikitnya 1.500 buah buku tersimpan di dalam perpustakaan sekaligus museum 
seluas 3.000 meter persegi itu. Buku-buku tersebut tertulis dengan bahasa Aceh, 
Indonesia, Inggris, Belanda, dan bahasa lainnya. Kebanyakan dari buku itu 
berupa dokumen, naskah tua, album foto, serta benda budaya Aceh. Museum itu 
merupakan merupakan museum pribadi pertama di Aceh yang kemudian diwakafkan 
kepada warga Aceh.

"Air hanya masuk semata kaki ke dalam museum ini. Tapi justru goncangan gempa 
besar menjatuhkan ratusan buku ke lantai yang tergenang tersebut," tutur Azhar 
(38), seorang staf museum. Beberapa lemari besar terbuat dari kayu jati memang 
tampak miring di dalam ruangan museum yang didirikan 15 Februari 1989 itu. 
Andaikata tidak ada dinding tembok di sana, tak menutup kemungkinan lemari 
besar itu akan roboh bersama ratusan buku-buku di dalamnya. 

Azhar dibantu dua orang staf lainnya, juga tampak menjemur beberapa buku kuno 
karena basah terendam air selama beberapa hari. Cuaca buruk beberapa hari 
belakangan ini tak cukup menguntungkan karena beberapa kali ia terpaksa 
mengangkut dua hingga tiga kali keluar masuk gedung. "Kita juga akan mencoba 
mengeringkannya dengan menggunakan pemanas," tutur Azhar.

Prof. Ali Hasjmy terakhir dikenang warga Aceh sebagai salah seorang mantan 
Gubernur Aceh. Semasa hidupnya, ia juga dikenal sebagai mantan Ketua MUI Aceh, 
budayawan, dan seniman. Segunung jabatan dan pengalaman pria kelahiran 28 Maret 
1914 itu sewaktu ia masih ada. Ali Hasjmy juga berpijak pada landasan kultural 
islami dalam kiprahnya bagi kepentingan umat dan melanglang buana ke berbagai 
pelosok dunia saat hidupnya.

Aneka koleksi museum Ali Hasjmy ini meliputi kitab suci Alquran di atas kulit 
kambing terbitan awal abad XX dan buku-buku tentang Aceh termasuk sejarah Cut 
Nyak Dhien. Tak sedikit pula buku-buku hasil karyanya sendiri yang menjadi 
suatu karya monumental bagi warga Aceh. 

Buku-buku karangannya misalnya sajak kisah seorang pengembara yang diterbitkan 
Pustaka Islam Medan (1936), Sayap Terkulai berupa roman perjuangan terbitan 
Balai Pustaka, serta setumpuk catatan sejarah Aceh. Berdasarkan catatan, tak 
kurang dari 56 buku yang telah ia karang dan semua itu belum termasuk beberapa 
artikel yang ia tulis di berbagai media massa serta seminar di berbagai tempat.

"Sedikit mengkhawatirkan memang kondisi museum Ali Hasjmy ini. Namun, saya akan 
berusaha merawat gedung yang telah diwakafkannya ini. Sekaligus saya juga 
meminta dorongan moral dari berbagai pihak agar museum ini dapat terus 
terpelihara," tutur Mulya A. Hasjmy, putra ketiga Ali Hasjmy. 

Bencana gempa dan tsunami di Aceh sepertinya belum mengizinkan kebudayaan Aceh 
luluh lantak bersama dengan puing-puing bangunan lainnya. Perpusatakaan dan 
Museum Yayasan Ali Hasjmy ini, diharapkan dapat menjadi salah satu saksi betapa 
budaya Aceh yang bernilai tinggi dapat terus diingat oleh seluruh generasi 
penerus hingga akhir jaman. Semoga. (Deni Yudiawan/"PR")***






Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke