Sekali duit, tetap duit....

Rio
================================================

Kamis, 13 Jan 2005,
Yusril: PBB Minta Fee

http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&id=4347

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mulai bersikap
hati-hati terhadap setiap
tawaran terkait bantuan dari luar negeri. Salah
satunya tawaran dari
Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ingin menjadi
organizer terhadap
bantuan musibah tsunami di Aceh. Lembaga internasional
itu ternyata
ingin memperoleh fee dari jasanya itu.

"PBB menghendaki mereka menjadi organizer, tapi minta
fee USD 350 juta
(Rp 3,15 triliun). Seperti kita tahu, di PBB juga
banyak korupsi,"
terang Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril
Ihza Mahendra di
Kantor Presiden, Komples Istana Kepresidenan, Jakarta.
Yusril menilai
Indonesia akan terbebani bila PBB bertindak sebagai
organizer bantuan itu.

Dia menjelaskan, pemerintah Indonesia akan
berhati-hati terhadap tawaran
untuk mengelola aliran bantuan. Uluran tangan
tersebut, kata Yusril,
ternyata tidak gratis.

PBB, jelas pria yang juga pakar hukum tata negara itu,
ternyata mematok
komisi alias fee atas jasanya mengorganisasi bantuan
internasional
kepada Indonesia. Belum lagi sejumlah persyaratan yang
dinilai sangat
membebani bangsa Indonesia yang baru saja ditimpa
musibah.

Mantan Menkumham era Megawati tersebut menjelaskan
bahwa kenyataan
tersebut sangat ironis. Apalagi, sampai saat ini
jumlah bantuan asing
yang ditujukan kepada Indonesia belum jelas.

Sampai saat ini, kata Yusril, sumbangan asing yang
pasti diterima
Indonesia hanya mencapai USD 500 juta atau sekitar Rp
4,5 triliun.
Bantuan tersebut diterima dalam bentuk hibah.
"Selebihnya (bantuan
asing, Red) itu belum jelas. Apakah bentuknya loan
(pinjaman) ataupun
moratorium," jelasnya.

Bukan hanya itu. PBB juga dianggap sangat memberatkan
Indonesia.
Pasalnya, sebagai persyaratan penyaluran bantuan, PBB
menginginkan
bantuan tersebut diaudit oleh lembaga audit bertaraf
internasional
PriceWaterhouse Cooper (PwC). Ketentuan PBB ini
dinilai sangat
memberatkan, mengingat lembaga tersebut mematok biaya
yang tidak murah.

Padahal, saat ini pemerintah mempersiapkan peraturan
pemerintah (PP)
mengenai penyaluran bantuan. PP inilah yang nanti
menjadi rambu-rambu di
lapangan untuk menyalurkan bantuan dengan efektif dan
transparan. "Untuk
keperluan ini, pemerintah meminta masukan dari
berbagai pihak, "
jelasnya. (ssk/agt)
--- End forwarded message ---





                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search.
http://info.mail.yahoo.com/mail_250


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke