Dari Milis Tetangga ----- Original Message ----- From: Ambon Subject: [nasional-list] Soal Adopsi 300 Anak Aceh
http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=151755 Sabtu, 15 Jan 2005, Soal Adopsi 300 Anak Aceh, PGI Bentuk Tim Investigasi JAKARTA - Masalah adopsi anak yatim piatu korban tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kembali muncul. Itu terjadi setelah World Help, sebuah panti asuhan Kristen di AS, mengaku telah mendapatkan izin dari pemerintah Indonesia untuk membawa 300 anak yatim piatu asal NAD. Bahkan, 300 anak itu diklaim telah berada di Jakarta untuk segera diterbangkan ke AS. Berita itu muncul di Washington Post edisi kemarin. Koran terkemuka di AS tersebut memberitakan bahwa World Help, organisasi misionaris yang berkedudukan di Virginia, telah membawa 300 anak Aceh ke Jakarta. Semua anak itu akan dididik secara Kristen. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan larangan soal adopsi anak yatim piatu korban tsunami di NAD dan Sumut. Pemerintah Indonesia, lewat Jubir Deplu Marty Natalegawa, telah minta World Help mencabut pernyataan mereka. "Pemberitaan itu tidak benar. Sebab, untuk menghindari perdagangan anak, pemerintah bahkan telah mengeluarkan UU yang melarang agar anak-anak korban gempa tsunami tidak dibawa keluar dari Aceh," tegas Marty di Jakarta kemarin. Menurut dia, posisi pemerintah sudah jelas, bahkan didukung lembaga internasional seperti UNICEF. Negara- negara sahabat juga mendukung pelarangan anak yatim piatu Aceh dibawa ke luar negeri. "Kita telah minta KBRI di Washington mengonfirmasi kepada World Help untuk mencabut pernyataannya bahwa pemerintah RI telah memberikan izin. Sebab, itu jelas tidak demikian. Langkah itu dilarang dan tidak sesuai UU di Indonesia," papar Marty. Namun, Marty mengaku juga mendengar berita lanjutan bahwa World Help sudah membatalkan rencananya untuk membawa 300 anak yatim piatu Aceh. "Mereka juga sudah mengonfirmasi bahwa tidak benar anak-anak tersebut sudah dibawa ke Jakarta," terangnya. Deplu, tambah Marty, telah mengontak World Help. Tapi, mereka seolah menghindar. Hanya, mereka kemudian mengirimkan e-mail ke kantor berita Reuters dan AFP bahwa pernyataan mereka soal anak yatim piatu Aceh sudah dipindahkan ke Jakarta itu tidak benar. Mereka juga mengatakan tidak benar bahwa pemerintah Indonesia sudah memberikan izin dan World Help sudah membatalkan. Selain meminta konfirmasi klarifikasi berita itu, lanjut dia, Deplu juga meminta World Help mencabut pernyataan bahwa pemerintah Indonesia sudah memberikan izin. "Kami memperingatkan mereka (World Help) dengan keras bahwa bila tindakan mereka benar-benar dilakukan, itu tidak dibenarkan oleh UU Indonesia," tandasnya. Sementara itu, pemerintah Indonesia telah mengirimkan petunjuk khusus soal adopsi anak yatim piatu korban tsunami di NAD dan Sumut ke setiap perwakilan Indonesia di luar negeri. Isinya, pengangkatan anak oleh keluarga di luar keluarga Aceh tidak diizinkan. Selain itu, anak Aceh tidak boleh diadopsi orang yang tidak seagama. Hal tersebut diungkapkan Jubir Deplu Yuri Thamrin di Jakarta kemarin. Menurut dia, pemerintah Indonesia tak mungkin membiarkan anak-anak itu diasuh orang dari lingkungan atau budaya serta agama yang berbeda. Menurut dia, pemerintah juga telah membentuk tim yang ditempatkan di pelabuhan serta bandara dalam rangka mencegah keluarnya anak-anak korban gempa dan tsunami di Aceh. "Saat ini pemerintah sedang fokus pada upaya menemukan keluarga anak-anak yatim piatu tersebut," ujarnya. Tanggapan PGI Pernyataan Sekjen MUI (Majelis Ulama Indonesia) Dien Syamsuddin soal pengembalian 300 anak asuh yang dibawa lembaga Kristen kepada Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) mendapat tanggapan. Saat dihubungi tadi malam, Ketua PGI Andreas Yewangu mengaku bahwa pihaknya akan membentuk tim investigasi untuk menelusuri kabar tersebut. "Saya dengar rencana itu sudah batal. Namun, kami akan membentuk tim investigasi sebagai antisipasi peristiwa serupa. Kami lihat perkembangannya nanti," ujarnya. Andreas mengaku telah mencoba berkonsultasi dengan pimpinan PB NU dan Muhammadiyah. "Saya menghubungi Pak Syafi'i Ma'arif (ketua umum PP Muhammadiyah) dan KH Hasyim Muzadi (ketua umum PB NU) lewat telepon. Hasilnya, Senin nanti kami mengeluarkan sikap bersama mengenai permasalahan ini," jelasnya. Dia menyayangkan imbauan Dien Syamsuddin. "Mengapa dia mengimbau PGI dan KWI? Seharusnya dia bertanya dulu posisi kami apakah kenal dengan lembaga itu atau tidak. Sampai berita tersebut muncul, kami belum pernah dihubungi," tegasnya. Dia menolak tegas lembaga yang mengatasnamakan agama Kristen, namun ternyata justru melaksanakan misi yang bertentangan dengan sandaran teologi Kristen. "Bagi umat Kristen, menolong sesama tanpa pamrih itu adalah kewajiban. PGI terus mengimbau kepada umat Kristen agar membantu saudara-saudara di Aceh tanpa pamrih apa pun," ungkapnya. Menurut dia, menolong sesama merupakan salah satu bentuk pelayanan. Rencananya, Senin (17/01), PGI bersama KWI dan lembaga-lembaga lainnya mengeluarkan pernyataan resmi soal perkembangan terkini penanganan bencana Aceh dan Sumatera Utara. (ssk/tir) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

