Dari Milis Tetangga

----- Original Message ----- 
From: alberd b duwith 
Sent: Saturday, January 15, 2005 4:53 PM
Subject: [apakabar] Islam di Papua


Saya tidak tahu tentang Islam, namun ingin memberikan komentar.

Di Kecamatan tanah kelahiran saya ( kec. Ayamaru kab. Sorong Selatan ), ada 
didirikan sebuah mesjid, dan bahkan di hampir semua kecamatan di Papua saat 
ini, telah terdapat mesjid. Komposisi penduduk di Papua saat ini, karena 
pengaruh dari migrasi, maka  mayoritas manusia yang menghuni Papua adalah 
muslim - saya menyetujui daftar komposisi penduduk di Papua yang diterbitkan 
oleh majalah Insani yang terbit 4 minggu lalu yakni 65 % penduduk Papua saat 
ini adalah beragama Islam. Papua bukan lagi Pulau Kristen.

Dan dari dahulu hingga kini,  tidak pernah satu kalipun, kami   di Papua 
melarang pembangunan suatu gedung mesjid di atas tanah adat - tanah di Papua 
secara adat dimiliki secara kolektif oleh sebuah klan/marga, di mana proses 
penjualannya harus melibatkan persetujuan keseluruhan anggota klen. Atau 
melarang, mereka melakukan ibadahnya. Mereka bebas melakukan ibadahnya.

Bayangkanlah, pada tahun 1980-an, di tengah - tengah  hampir 1000 jiwa penghuni 
kecamatan Ayamaru, terdengar suara azan, yang dilakukan oleh beberapa orang 
muslim yang datang ke tempat itu karena dagang dan dan pekerjaan ( jumlahnya 
paling banter ada 30 jiwa ). Hal yang sama terjadi di Lembah Mbaliem Wamena, di 
mana tidak ada yang melarang sebuah desa di Wamena untuk beragam Islam. 
Semisalnya hingga timbul perang suku. Kami pun tahu  pengiriman para pemuda 
Papua - kebanyakan suku Dani ke pesantren - pesantren di Bangkalan Madura  dan 
Muntilan Jateng. Hal ini, tidak kami persoalan, atau memandang persoalan ini 
dengan curiga. Karena kami tahu, bahwa itu adalah hak setiap induvidu manusia 
untuk memeluk sebuah agama dan memperdalamnya.

Saya teringat tahun 1996, ketika genjar - genjarnya gereja - gereja di bakar di 
daerah Tapal Kuda, Sitobondo. Maka itu menjadi diskusi yang menarik di sekolah 
kami ( SMU I Sorong ). Bahkan sewaktu berada di dalam lingkungan kami pun, 
sewaktu sore hari, kami membicarakannya, bahkan ada yang tergerak mau pergi 
membakar mesjid yang ada di dekat kami - sudah pergi mencari minyak tanah. 
Tetapi peristiwa ini, berhasil dicegah oleh para diakon gereja yang berada di 
tempat kami tinggal. Ada kontrol yang kuat dari kalangan masyarakat terhadap 
kehidupan toleransi keagamaan di Papua. Sehingga dari dahulu hingga saat ini, 
belum pernah terjadi satukalipun peristiwa pembakaran atau penutupan tempat 
beribadah ( baca : mesjid ) di Papua.

Dengan demikian, menurut opiniku, Islam di Papua saat ini adalah mayoritas - 
perkembangan yang wajar karena memang di Indonesia, mayoritas penduduknya 
adalah Islam. Namun kewajaran perkembanganya ini,  ditopang oleh semangat 
toleransi agama yang sangat tinggi di Papua.

Dengan demikian, maka sewaktu membaca tulisan beberapa anggota apakabar yang 
'senang' akan penutupan gereja, maka sebagai Orang Papua, saya pun menjadi 
heran. Apa yang salah dengan bahasa sangsekerta yang ditulis Soekarno dan di 
dukung oleh para pendiri NKRI ini ? Apa yang salah dengan Bhineka Tunggal Ika ? 
Mengapakah sangat susah menerapkan tolerasi keagamaan di Jawa ( Indonesia ), 
sedang Papua yang baru 'berpakaian' pun bisa ? Apa yang salah ?

Atau mungkin para pemikir Islam tidak menyadari bahwa penerapan Piagam Medinah 
- entah piagam Medinah menurut Wanabi NHW atau menurut kang 'Van'  adalah 
sesuatu yang dapat menjelma sehingga di pandang sebagai  SATU musuh bersama 
oleh mayoritas pemengang tanah ulayat di Papua yang Kristen/ Khatolik - 
menguasai Tanah Adat sebesar 75 % wilayah Papua - sehingga membangunkan semua 
potensi manusia yang tidur di Papua untuk membuat sebuah negara sendiri ?

FYI, pada saat musuh bersama ini belum bangun saja, pa Moh. Thaha Al Hamid ( 
muslim ) - yang berasal dari suku asli Papua yang muslim/ Fafak - adalah 
Seketaris Jenderal Organisasi Presidium Dewan Papua. Entah bagaimana besarnya 
potensi pergerakan Papua Merdeka, yang akan dibangunkan, jika sukses piagam 
Medinah di Indonesia benar - benar terjadi ?

" Tuhan lebih memerlukan hati manusia, daripada aturan2 agama"
Salam, 
Abe

ps : 
Sewaktu pemilu, saya yang sering disebut 'pendeta' oleh teman - teman bermain, 
mengherankan mereka semua, karena memilih PKS - meskipun pemilihan President 
tidak  ikuti ( karena tidak ada calon yangdi percayai ). Jatuh cintanya saya 
kepada partai ini, adalah karena konsistensi para kadernya sebelumnya untuk 
memberatas Korupsi. Dengan demikian, meskipun, saya tidak merasa sebagai bagian 
dari bangsa Indonesia, namun sedih karena banyak rakyatnya yang miskin karena 
tingginya kebocoran APBN negara - hingga 30 %. Dengan demikian, saya memilih 
mereka, agar bisa makin kuat lagi untuk memberantas korupsi.

Harapan saya, semoga nafsu penerapan hukum Piagam Medinah, tidak membuat mereka 
lupa 'cara lain' untuk menjadi Islam sebagai rahmat bagi Alam Semesta, yakni 
pemberantasan Korupsi - yang berawal dari jihad akbar yakni terhadap hawa 
nafsu. 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke