http://www.radarbanjarmasin.com/berita/index.asp?Berita=Opini&id=49867
Sabtu, 15 Januari 2005 Revolusi Pendidikan "Maangkat Batang Tarandam Pendidikan" Oleh: Drs Maksudi*,- Suatu hari 'Umar Bin Khattab didatangi seorang mantan Yahudi yang meminta diajarkan agama. "Sungguhkah kamu membutuhkan agama?" tanya 'Umar. "Benar, saya sangat membutuhakan agama. Dan agamalah satu-satunya yang paling saya butuhkan saat ini." Jawab si mantan Yahudi. Kemudian Umar membawa bekas Yahudi itu ke sungai dan membenamkan kepalanya ke air lalu melepaskannya kembali setelah menggelepar ingin bernapas. "Sekarang apa yang kamu butuhkan?" tanya 'Umar. "Udara dan kehidupan", jawab Yahudi itu. Jika kebutuhanmu akan agama sama dengan kebutuhan kamu akan udara dan kehidupan saat kepalamu tadi kubenamkan ke dalam air, maka kamu bisa beragama", ujar 'Umar Entah sudah seberapa besar dana, tenaga, waktu, upaya, inovasi, kreasi, dan aktivitas keseharian insan pendidikan yang digunakan buat mencerdaskan kehidupan bangsa tercinta ini, agar anak cucu mereka nanti dapat merias wajah bumi pertiwi dengan "Baldatun Thayyibatun warabbun gofuur" (negeri yang gemah ripah loh jinawi penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah.) "Maangkut Batang Tarandam" adalah sebuah filsafat klasik rakyat Banjar. Batang artinya pohon kayu besar, sedang tarandam artinya terbenam di dalam air dalam waktu yang relatif lama. kayu yang digunakan rakyat Banjar untuk membuat bangunan pada umumnya adalah kayu ulin (kayu besi). Jika kayu ulin tersebut terendam di dalam air dalam waktu relatif lama, maka ketika diangkat dan digunakan untuk membuat bangunan, kayu ulin tersebut memiliki daya tahan terhadap lingkungan sangat kuat. Apabila batang tersebut terendam dalam waktu terlalu lama, maka kekuatannya akan menurun hingga lapuk dan kahirnya hancur lebur. Saya khawatir sistem pendidikan sekarang ini akan terendam dalam proses perputaran orbit yang belum menemukan formula sistem pendidikan yang benar-benar akan merubah wajah pendidikan itu sendiri. Oleh karena itulah "maangakat batang tarandam pendidikan" ini sangat membutuhkan waktu, tenaga, biaya dan manajemen khusus, jika tidak maka akan gagal dan bahkan untuk mengangkatnya lagi akan lebih berat dari pada pengangkatan pertama. "Maangkat Batang Tarandam Pendidikan"" merupakan revolusi pendidikan yang mampu membuat warna baru yang lebih, inovatif, kreatit proaktif, serta kompetetif. "Maangkat Batang Tarandam Pendidikan" merupakan upaya revolusioner dengan membutuhkan tenaga profesional yang berkompetensi tinggi, dari manajemen, administrasi serta tenaga pendidik. Para insan pendidikan tampaknya terlena terendam dalam gelimangan orbit bulan, yang jutaan tahun selalu mengelilingi bumi dengan sesekali dihiasi oleh gerhana matahari dan gerhana bulan. Oleh karena itu kita harus mempunyai komitmen yang tinggi dan merupakan kebutuhan primer dalam membenahi sistem pendidikan ini, sebagai mana kebutuhan mantan Yahudi terhadap udara dan kehidupan pada saat kepalanya dibenam 'Umar Bin Khattab ke dalam air. Tenaga profesional yang dibutuhkan untuk membuat konstruksi serta membangun sistem pendidikan ini harus selalu siap bekerja 1x24 jam jika diperlukan. Seperti dan bagaimanakah tenaga profesional yang dibutuhkan? Hal ini akan kita, ungkapkan dalam tulisan ini secara sederhana. Sudah menjadi tradisi pendidikan jika menginginkan hasil pendidikan yang lebih bermutu tinggi, maka cara yang ditempuh adalah dengan melakukan tes kepada calon siswa. Dengan demikian siswa yang lulus dalam tes tersebut berhak mendapat pendidikan di sekolah di mana siswa tersebut dites. Bagi siswa yang tidak lulus dalam tes tersebut, maka mereka akan mencari tempat pendidikan ke sekolah yang tanpa tes, atau walaupun dengan melalui tes, namun hanya sekedar rekayasa di bawah naungan ketidak jujuran. Bagi sekolah yang menerima. siswa baru deagan menggunakan tes, baik tes tertulis atau hanya dengan melihat jumlah nilai ijazah, STK, DANEM, atau dengan nilai yang lainnya, tentu pada umumnya sekolah tersebut pada saat melaksanakan proses pendidikan akan menggunakan sarana dan prasarana, hingga fasilitas pendidikan yang lebih memadai. Anda bisa bayangkan bagaimanakah out put dari proses pendidikan tersebut. Demikian sebaiknya, bagi sekolah yang menerima siswa tanpa menggunakan tes, atau kalaupun ada tes, namun hanya formalitas belaka. Sekolah demikian pada umumnya memiliki sarana dan prasarana, serta fasilitas pendidikan yang tidak mamadai. Anda bisa bayangkan bagaimanakah out put dari proses pendidikan tersebut. Dari dua sistem Kegiatan Belajar mengajar (KBM) yang ada ini, tentunya membuat kita sangat prihatin, karena telah terjadi dua kubu pendidikan yang terpisah. Di satu kubu pendidikan dengan in put siswa yang "kecerdasan di atas rata-raa", serta akan mendapat proses dan sarana belajar yang lebih madai, di kubu lain pendidikan dengan input siswa yang "kecerdasan di bawah rata-raa", serta akan mendapat proses dan sarana belajar yang tidak mamadai. Akan seperti apakah akhir dari dua sistem pendidikan yang berseberangan ini. Tampaknya pihak insan pendidikan telah berbagai upaya untak membuat sesuatu formula yang baru sehingga dapat menghasilkan kesamaan hak dalam pendidikan serta out put dari pendidikan itu sendiri mencapai hasil yang diinginkan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Apapun upaya yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh insan pendidikan kita sangatlah dihargai dan dijunjung tinggi. Sebagai pemerhati pendidikan, saya juga akan menyumbangkan ide-ide, serta pemikiran baru tentang bagaimana. ikut serta berkiprah dalam pendidikan kita ini. Setidaknya saya akan mengedepankan sisi lain bagaimana dapat menyatukan dari dua kubu pendidikan yang berseberangan ini dengan out put pendidikan optimal, yakni mereka dapat diterima di sekolah-sekolah tingkatan lebih tinggi dan "bergengsi". Gagasan pendidikan yang akan saya kembangkan di sini tidak akan membutahkan biaya tinggi walaupun dengan merubah beberapa sistem yang ada, lebih demokratis, logis, serta diterima oleh semua kalangan masyarakat lebih-lebih kepada siswa sebagai peserta didik. Sebuah pemikiran sederhana dengan gaya tulisan juga sangat sederhana sehingga lebih mudah untuk dipahami dan dilaksanakan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalarn merubah sistem pendidikan ini yakni: 1. Internal pendidikan Yaitu dengan meningkatkan profesionalisme tenaga didik, baik dari Kepala sekolah, dewan guru, guru pembimbing dan tata usaha. Peningkatan profesionalisme im tentunya tidak semuanya sama dengan cara yang telah dilaksanakan sekarang ini. Misalnya adanya tes kompetensi guru yang belakangan ini mulai dikembangkan adalah merupakan dari bagian gerakan revolusi pendidikan. 2. Eksternal pendidikan Yaitu sarana dan prasarana pendidikan serta multi media lainnya yang tentunya ada sedikit perbedaan dengan apa yang dikembangkan sekarang ini yakni lebih terpusat kepada sekolah yang maju dan siswa dengan "kecerdasan di atas rata-rata". Alternatif Sistem Pendidikan Ada beberapa alternatif sistem pendidikan yang dikembangkan di sekolah. Dari beberapa alternatif tersebut anda dapat menentukan mana yang lebih cocok untuk dikembangkan di sekolah anda sesuai dengan wawasan pengetahuan, kemauan, potensi, kreasi, dedikasi, bakat, minat dan kemampuan anda dalam mengembangkan pendidikan di sekolah. Sistem pendidikan pada umumnya berawal dari PSB (Penerimaan Siswa Baru). Oleh karena itu PSB manakah yang cocok bagi sekolah anda agar sekolah anda lebih bermutu tinggi. Adapun PSB tersebut adalah: 1. Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tingkat I Yakni menerima siswa baru kelas 1 (satu) sebanyak-banyaknya hingga memenuhi jumlah kelas yang telah disediakan. Cara ini dilakukan dengan tanpa tes tertulis atau lisan atau bahkan tanpa melihat DANEM calon siswa bam tersebut. Kebaikan dari pola yang dikembangkan semacarn ini adalah: a. sekolah dapat memberi kesempatan kepada semua anak-anak usia didik untuk menikmati pendidikan. b. pendapatan keuangan sekolah lebih besar, karena jumlah siswa yang banyak Kelemahan dari pola yang dikembangkan semacarn ini adalah: a. akibat dari kemampuan kecerdasan siswa yang bervariasi akan manghasilkan out put yang bervariasi pula, bahkan cenderung rata-rata nilai rendah b. sekolah akan sulit mengalami kemajuan pencapaian target kurikulum c. di mata masyarakat sekolah tersebut dianggap sebagai sekolah pelarian 2. Penerimaan SiswaBaru (PSB) Tingkat II Yakni menerima siswa baru kelas I (satu) sebanyak-banyaknya hingga memenuhi jumlah kelas yang disediakan dengan melalui tes tertulis dan lisan namun hanya formalitas, sehingga cara ini dilakukan hanya mtuk mengelabui masyarakat dan calon siswa baru. Kebaikan dari pola yang dikembangkan semacam ini adalah: a. sekolah dapat memberi kesempatan semua anak-anak usia didik untuk menikmati pendidikan b. pendapatan keuangan sekolah lebih besar, karena jumlah siswa yang banyak c. menurut pandangan sebagian masyarakat sekolah tersebut cukup bonafid dan bemmtu Kelemahan dari pola yang dikembangkan semacam ini adalah: a. akibat dari kemampuan kecerdasan siswa yang bervariasi akan menghasilkan out put yang bervariasi pula, bahkan cenderung rata-rata nilai rendah b. sekolah akan sulit mengalami kemajuan pencapaian target kurikulum c. sebagian masyarakat menganggap sekolah tersebut dianggap sebagai sekolah pelarian d. biaya administrasi penerimaan siswa baru lebih tinggi akibat dari tes formalitas e. sekolah memiliki sifat tidak jujur dengan cara mengelabui anak didik dan masyarakat 3. Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tingkat III Yakni menerima siswa baru kelas 1 (satu) dengan melalui tes tertulis atau lisan, dan benar-benar selektif. Akan tetapi skala prioritas bagi keluarga guru, Tata Usaha, Kepala Sekolah dan masyarakat jiran sekolah bahkan atau keluarga pejabat pemerintahan untuk diluluskan tes walaupun nilainya rendah. Kebaikan dari pola yang dikembangkan semacam ini adalah: a. mutu pendidikan sedikit lebih mudah untuk ditingkatkan dalam mencapai target kurikulum b. out put dari sekolah tersebut cukup mengalami kemajuan c. di mata, sebagian besar masyarakat sekolah tersebut dianggap sebagai sekolah yang bonafid dan bermutu Kelemahan dari pola, yang dikembangkan semacam ini adalah: a. kebiasaan buruk KKN masih melanda dunia pendidikan kita b. sekolah akan sulit mengalami kemajuan pencapaian target kurikulum, akibat hadirnya siswa prioritas yang cenderung lebih manja karena mereka beranggapan pasti naik kelas dan pasti lulus c. masyarakat sudah mulai cerdas dan kritis dalam menyikapi perkembangan pendidikan, sehingga sekolah tersebut mendapat sorotan yang syarat dengan KKN d. sekolah masih takut bersikap jujur dan berani dalam mengambil segala resiko yang akhirnya terpaksa KKN 4. Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tingkat IV Yakni menerima siswa baru kelas 1 (satu) dengan melalui tes tertulis atau tes lisan atau dengan standar nilai tertentu sehingga benar-bener selektif, dan tidak ada KKN, maka siswa yang lulus benar-benar siswa yang cerdas. Sekolah yang menggunakan cara ini biasanya merupakan sekolah yang sudah dianggap maju oleh masyarakat dan bahkan oleh pihak dinas pendidikan itu sendiri. Sehingga tidak jarang segala sarana dan prasarana pendidikan paling banyak dikucurkan oleh pihak dinas pendidikan kepada sekolah tersebut. Substansinya adalah sekolah tersebut memiliki sarana dan prasarana yang lebih lengkap dibanding dengan sekolah yang dianggap tidak maju, ditambah lagi oleh siswa-siswa selektif dengan standar nilai yang tinggi. Ibarat membuat kue, bahan yang digunakan bahan yang bagus, alat memasaknya, alat pengolahan adonannya, yang memasaknya,semuanya serba bagus, maka kue yang dihasilkan tentunya akan sangat bagus. Demikian sebaliknya. Sekolah semacam inilah yang sering dikatakan sebagai sekolah favorit. Di mana siswa dan orang tua berbondong-bondong, berlomba-lomba untak agar anaknya dapat sekolah di sekolah tersebut. Dan betapa bangganya jika anak-anaknya dapat sekolah di tempat itu serta dengan tidak segan-segan untuk membayar biaya pendidikan berapapun besarnya. Kebaikan dari sistem Penerimaan Siswa Baru ini adalah: a.mutu pendidikan sangat mudah untuk ditingkatkan dalam mencapai target kurikulum b. masyarakat umum menganggap sekolah tersebut sebagai sekolah favorit, bonafid, dan bermutu tinggi c. kesadaran dan kemauan belajar siswa sangatlah tinggi d. siswa lebih mudah dibimbing dan dididik Kelemahan dari pola yang dikembangkan semacam ini adalah: a. sekolah tersebut menjadi sekolah percontohan, sementara sekolah yang mau mencontoh tidak memilik sarana dan prasarana pendidikan yang memadai b. siswa yang mengecap pendidikan hanya siswa yang "kecerdasannya di atas rata-rata c. biaya pendidikan lebih tinggi dibanding sekolah lain, sehingga bagi siswa yang ekonomi menengah ke bawah tidak dapat bersekolah di situ. 5. Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tingkat V Yakni menerima siswa baru kelas 1 (satu) dengan melalui tes tertulis, atau lisan, dan dengan standar nilai tertentu, sehingga benar-benar selektif, tidak ada KKN, maka siswa yang bersekolah benar-benar selektif, namun seleksi yang dilaksanakan berbeda dengan yang lain. Yaitu terjadinya klasifikasi siswa secara bertingkat. Misalnya: - kelas I a merupakan siswa, hasil tes klasifikasi A - kelas I b merupakan siswa hasil tes klasifikasi B - kelas I c merupakan siswa hasil tes klasifikasi C - dan seterusnya hingga memenuhi jumlah kelas yang tersedia Kebaikan dari Sistem Penerimaan Siswa Baru Tingkat V ini adalah: a. mutu pendidikan lebih mudah untuk ditingkatkan dalam mencapai target kurikulum b. masyarakat menganggap, sekolah tersebut sebagai sekolah favorit, bonafit, dan bermutu tinggi c. kesadaran dan kemauan belajar siswa mudah untuk ditingkatkan d. siswa lebih mudah untuk dibimbing dan dididik e. sekolah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua anak didik untuk menikmati pendidikan f. pendapatan keuangan sekolah lebih besar Kelemahan dari pola ini adalah: Secara khusus kelemahan dari pola ini tampaknya, tidak terlalu begitu serius, namun kelemahan dalam pelaksanaan manajemen, KBM, serta pengadministrasian pola ini adalah: a. kurangnya tenaga pengajar profesional b. kurangnya kepala sekolah yang profesional sebagai top manajer c. kurangnya konselor sekolah yang profesional d. kurangnya tenaga administrasi yang profesional Apakah yang menyebabkan tenaga profesional untuk mengelola sekolah semacam ini sulit dicari? Ini adalah dikarenakan sistem manajemen dan sistem pengajaran serta administrasi yang berbeda dari yang biasanya. Sebagai contoh: Jumlah guru matematika kelas 1 A rasionya adalah 1 berbanding 12 (1 guru matematika membimbing 12 siswa). Sedang jumlah guru matematika kelas I B rasionya adalah 1 berbanding 10 (1 guru matematika membimbing 10 siswa). Demikian seterusnya disesuaikan dengan tingkat kesulitan bidang studi dan klasifikasi siswa di dalam kelas. Sistem KBK yang dikembangkan sekarang adalah sangat cocok untuk digunakan pada sistem ini. Dasar filsafat pola pendidikan tingkat V ini adalah oleh Carl R. Rogers mengenai manusia berorientasi kepada filosofi humanistik dan Ari Ginanjar dengan teori psikologi spiritualnya. Dan kedua tokoh ini memiliki beberapa kesamaan pendapat yakni bahwa pada dasarnya individu memiliki potensi yang sama untuk mengembangkan pribadinya ke arah yang lebih positif dalam berkreasi, inovasi, positif, rasional, bergerak maju, realistik, koperatif, konstruktif, dan dapat dipercaya dalam rangka mengaktualisasikan pribadi dalam berprestasi, mempertahankan diri untuk memilih jalan yang benar jika diberi situasi yang bebas dari ancaman dan tekanan dalam menjalankan KBM. Sistem pendidikan pada tingkat V ini menempatkan kedudukan sentral siswalah yang aktif untuk mengkaji ilmu. Jadi hubungan antara guru dengan siswa menekankan pada aktivitas dan tanggung jawab siswa itu sendiri. Guru hanya berperan sebagai pendorong dan pencipta situasi yang memungkinkan siswa untuk berkembang sendiri. Disinilah guru dituntut keprofesionalan yang tinggi, sebab guru yang sebelumnya memandang siswa merupakan objek dari subjek yang cenderung memandang otoritas guru. Sedang siswa harus mengikuti dan taat kepada apa yang digariskan oleh pemegang otoritas. Guru tidak lagi membuat Daftar Usulan Angka Kredit (DUPAK), tidak juga mengisi rapor, merekapitulasi nilai ulangan siswa, tidak boleh menjadi panitia ulangan, panitia pembangunan/rehab. Guru hanya membuat rencana pengajaran dan daftar nilai perkembangan pendidikan. Kegiatan guru hanya terkonsentrasi kepada menciptakan kegiatan belajar mengajar yang efektif serta administrasi pendukungnya. Menurut saya sudah saatnyalah pendidikan kita melakukan gebrakan baru yang lebih revolusioner. Oleh karena itu sekolah beberapa langkah akan lebih maju jika menggunakan sistem tingkat V ini. Saya tidak menekankan kepada sekolah untuk memilih pola yong mana yang harus dikembangkan, yakni sesuai dengan tingkat kemauan keprofesionalan masing-masing. Namun jika kita mau merubahnya haruslah berawal dari rasa meningkatkan mutu pendidikan sebagai kebutuhan kehidupan. Sebagaimana kebutuhan udara dan kehidupan seorang mantan Yahudi pada saat ditenggelarnkan 'Umar Bin Khattab ke dalam air. Seberapa beratkah dalam melaksanakan dan mengangkat mutu pendidikan kita ini? Jika kita mau dengan sesungguh hati pasti bisa walaupun seberat "Maangkat Batang Tarandam". Jika kita mampu mengangkatnya, maka yakinlah minimal negeri jiran kita akan berkiblat kembali kepada sistem pendidikan Indonesia. "Maangkat Batang Tarandam" merupakan sebuah gebrakan pendidikan ke arah masa depan yang lebih maju. Mataraman, 27 Desember 2004 *Pemerhati Pendidikan Kab. Banjar [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

