fyi ----- Original Message -----
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/01/16/brk,20050116-31,id.html Nasional Gus Dur Bertemu Paul Wolfowitz Minggu, 16 Januari 2005 | 23:24 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat Paul Wolfowitz sekitar pukul 20.35 WIB. Pertemuan yang disertai acara makan malam itu dilakukan di Restoran Dapur Babah, Jakarta Pusat. "Ini pertemuan tertutup," kata Zannuba Arifah Chafsoh, anak Wahid yang biasa dipanggil Yenny kepada Tempo, Minggu (16/01). Wahid datang terlebih dahulu ke rumah makan itu. Sekitar tigapuluh menit kemudian Wolfowitz datang dikawal dengan polisi dan agen rahasia. Turut hadir dalam pertemuan itu mantan Kepala Bapenas Kwik Kian Gie, dan Ketua Umum Partai Indonesia Baru Sjahrir, serta beberapa staf kedutaan Jepang dan Amerika Serikat. Sekitar pukul 21.45 WIB, Wahid kemudian meninggalkan restoran bernuansa Cina itu. Sabtu lalu, Wahid mengatakan Amerika Serikat berniat membangun Pangkalan Militer di Pulau Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam. Gus Dur menolak pendirian pangkalan militer itu. Kabar ini telah dibantah Wolfowitz. "Kami tidak memiliki agenda tersembunyi, termasuk dalam membuat pangkalan perang AS di Aceh," katanya. Edy Can ----- Original Message ----- Sent: Monday, January 17, 2005 7:02 AM Subject: AS Jamin Tak Bikin Pangkalan http://www.suaramerdeka.com/harian/0501/17/nas20.htm Senin, 17 Januari 2005 NASIONAL Line <mhtml:mid://00000068/!http://www.suaramerdeka.com/images/blackpix.gif> AS Jamin Tak Bikin Pangkalan * Juga Tak Dibatasi Waktu Operasi JAKARTA-Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan, bantuan ke daerah bencana di Nangroe Aceh Darusaalam (NAD), termasuk militer, murni kemanusiaan. Tidak ada agenda terselubung, apalagi membangun pangkalan militer di Pulau Sabang yang mendapat sorotan berbagai pihak. Klarifikasi itu disampaikan Paul Wolfowitz, Wakil Menteri Pertahanan AS, dan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, dalam konferensi pers Minggu kemarin di Hotel Hilton Jakarta, menyusul reaksi soal tuduhan rencana AS tentang pendirian pangkalan militer itu. Juwono dan Paul sama-sama mengatakan bantuan yang diberikan Pemerintah AS ke Aceh tidak memiliki agenda terselubung. "Semua tentara AS di Aceh tidak memiliki agenda tersembunyi, tidak ada keinginan membangun pangkalan perang sendiri, itu tidak mungkin," kata Juwono. Paul juga menegaskan pernyataan yang sama, pihaknya tidak memiliki agenda tersembunyi terkait dengan bantuannya di Aceh, termasuk tidak berencana membangun pangkalan militer di Pulau Sabang. Masalah rencana pembangunan pangkalan militer itu sempat mengundang protes dari berbagai pihak. Terakhir datang dari Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Mantan Presiden RI itu akan menolak keinginan Pemerintah AS untuk mendirikan pangkalan militer di Pulau Sabang. Gus Dur mengaku telah mendengar hal itu, setelah dia membagikan bantuan di Aceh. "Kabarnya Pemerintah Amerika Serikat menginginkan sebuah pangkalan militer di Pulau Sabang. Saya tegaskan, dengan ini PKB menolak rencana itu," ujarnya di Denpasar sebagaimana dikutip gusdur.net. Dalam masalah ini, Gus Dur juga meminta Pemerintah Indonesia benar-benar mau menimbang permintaan itu dari kacamata kedaulatan negara. Pihak Amerika pun, tambahnya, harus membicarakan masalah ini secara serius dengan Pemerintah Indonesia. "Tentu (masalah ini) harus atas dasar persetujuan pemerintah kita. Kalau bentuknya bukan pangkalan militer tidak ada masalah. Tetapi kalau pangkalan militer, menjadi masalah," katanya. Selain alasan kedaulatan, menurut Gus Dur, juga karena selama sejarah berdirinya bangsa Indonesia tidak pernah ada pangkalan militer di negara ini. "PKB salah satu yang berkeberatan atas adanya pangkalan militer di Indonesia," tegasnya sekali lagi. "Kami tidak memiliki agenda tersembunyi, termasuk dalam membuat pangkalan perang AS di Aceh,"ujar Paul saat menanggapi tudingan itu. Selain itu, dia juga menegaskan, tentara AS tidak ingin berlama-lama di Aceh. Namun Pemerintah AS akan terus memberikan bantuan kemanusiaan. Tidak Punya Target Namun Paul Wolfowitz menyatakan, militer Amerika Serikat belum tahu berapa lama akan di Aceh. Tenggang waktu misi kemanusiaan untuk korban gempa bumi dan gelombang tsunami ini belum ditentukan masa berakhirnya. "Yang jelas kami akan berkerja keras secepat mungkin." Dia menjelaskan, militer AS Aceh tidak punya target tertentu dengan dibatasi waktu. Tujuan terpentingnya, lanjut Wolfowitz, bagaimana memenuhi kebutuhan pokok para korban gempa bumi dan tsunami. "Dan memastikan komitmen kami ini untuk terlaksana," katanya. Wolfowitz mengaku 15 tahun lalu pernah bekunjung ke Serambi Makah ini. Setelah berkeliling menggunakan helikopter dengan Panglima TNI Jenderal Endriartono Soetarto, dia mengaku sangat terkejut melihat kerusakan yang sangat luar biasa di Aceh. "Sangat tidak bisa dipercaya kehancuran akibat tsunami." Mantan Duta Besar AS untuk Indonesia ini memastikan Amerika Serikat akan membantu untuk membangun dan merekonstruksi kembali kerusakan di Aceh. Terutama jalan-jalan di pesisir pantai barat Sumatera. Sementara itu, Juwono Sudarsono mengatakan, berdasarkan pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ditetapkan 26 Maret 2005 sebagai garis waktu dari keberadaan tentara asing. Dia menjelaskan, dari sekarang sampai 26 Maret 2005 Pemerintah Indonesia mengupayakan percepatan dan mengefektifkan tahap operasi tanggap darurat dengan bantuan dari militer asing. Setelah 26 Maret 2005, diharapkan sebagian besar upaya pemulihan Aceh di tangan pemerintahan Indonesia. Sedangkan tentara asing dalam memberikan bantuan operasi bakti dan kemanusiaan diharapkan berkurang signifikan, namun tidak sama sekali dihilangkan. Juwono Sudarsono mengatakan, dalam pertemuan dengan Paul Wolfowitz juga dibahas mengenai pengiriman alat-alat perang ke Indonesia yang masih terhambat, karena embargo AS. "Pertemuan ini membahas pengiriman alat-alat perang bagi pertahanan dan keamanan Indonesia yang kini masih terhambat." Menurut Juwono, terhambatnya pengiriman alat-alat perang ke Indonesia, karena pencabutan embargo terhadap Indonesia belum tuntas. "Kongres, LSM, dan berbagai media AS masih khawatir, alat-alat perang itu akan digunakan untuk membunuh rakyat Indonesia sendiri,"jelas Juwono. (di-58t) ----- Original Message ----- Sent: Monday, January 17, 2005 7:04 AM Subject: Berkah Kesaksian Burks http://www.gatra.com/artikel.php?id=51961 Fred Burks Berkah Kesaksian Burks MESKI kesaksiannya pada sidang Abu Bakar Ba'asyir bisa "membuat merah" kuping petinggi Amerika Serikat, mantan penerjemah Deplu AS yang mendadak jadi buah bibir, Fred Burks, mengaku tidak takut pulang kembali ke negaranya. "Saya akan kembali lagi riset saya. Saya lagi banyak riset sekarang," kata Burks kepada wartawan yang mengerubunginya, seusai kesaksiannya selama satu jam pada sidang kasus terorisme itu. Burks pernah jadi penerjemah pertemuan Presiden George W. Bush dan Presiden Megawati di Ruang Oval Gedung Putih, 19 September 2001. Ia juga mendampingi pertemuan rahasia asisten khusus Bush dan Megawati. Burks menyampaikan hasil pertemuan terakhir, yang membahas skenario penyerahan Ba'asyir ke pihak AS, kepada publik. "Karena telah terjadi penipuan terhadap masyarakat Indonesia," ungkapnya. Ketika ditanya perasaannya usai memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu, pekan lalu, Burks mengaku, "Wah saya rasa lucu. Sampai mereka semua membaca semua website saya. Dan saya senang, karena di website itu banyak yang bagus tentang bagaimana kita menegakkan demokrasi," ujar lajang kelahiran 20 Februari 46 tahun lalu yang mengelola sejumlah situs, termasuk www.wanttoknow.info itu, dengan entengnya. [EL] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

