dear member milis nasional ppi,

Langkah komunitas lintas agama indo seperti diberitakan di bawah ini patut 
ditindaklanjuti untuk mengurangi kesalahpahaman kedua pihak. Apabila ada isu 
kristenisasi, maka tentunya pihak kristen yg harus mengambil inisiatif 
mengecamnya. begitu juga sebaliknya, kalo ada isu islamisasi, kelompok islam yg 
mesti ngambil inisiatip. 

isu konversi memang isu yg sangat delicate dan hyper-sensitive. terlepas dari 
polemik patut tidaknya kampanye konversi-isasi, sikap "mengambil domba 
komunitas lain" hanya akan menimbulkan konflik dan kecurigaan laten menjadi 
semakin mengemuka dan berkobar; dan dg demikian akan semakin mengalihkan bangsa 
ini dari real issue (korupsi, kemiskinan, pembangunan, dll).

di india, isu konversi juga sering menyulut konflik besar. biasanya yg marah 
umat hindu. konversi terjadi dari hindu ke kristen atau hindu ke islam. 
bedanya, yg konversi ke islam biasanya tanpa ada misionaris di belakangnya. 
namun, semuanya menimbulkan kemarahan besar dari kalangan hindu.

empat tahun lalu, misalnya, seorang pendeta australia dan dua anaknya yg masih  
kecil dibakar hidup2 dalam mobilnya oleh hindu fanatik. sedangkan pada muslim, 
krn. tidak ada misionarisnya, mereka biasanya akan membenci muslim secara 
keseluruhan dan karena itu, konflik sosial kecil akan cukup jadi pemicu umat 
hindu fanatik untuk menyatakan 'perang'. 

atau, kalau tidak ada konflik sekecil apapun, kalangan hindu fanatik akan 
membuat 'pancingan' atau teori konspirasi. pembunuhan masal ribuan muslim di 
daerah gujarat india adalah salah satunya. menurut hasil penyelidikan 
pengadilan independen yg terbit kemaren (16/1/04) kebakaran dalam kereta api yg 
menyulut pembunuhan massal muslim gujarat adalah tidak dilakukan oleh muslim 
dari luar kereta (seperti yg dituduhkan sebelumnya oleh kalangan hindu) tapi 
dari dalam kereta sendiri oleh gerakan fanatik hindu VHP.

sekali lagi, misi konversi adalah sangat sensitif yg perlu diwaspadai dan 
dikecam oleh panganut agama manapun yg waras dan ingin hidup koeksis dg 
komunitas agama lain.

Razi
Jeddah (lagi tugas haji)


Selasa, 18 Januari 2005  7:41:00

Lintas Agama: Selidiki WorldHelp 
http://www.republika.co.id/koran.asp?kat_id=3

JAKARTA --Komunitas Kristen menolak misi yang mengkristenkan anak-anak Aceh. 
Desakan untuk mengusut pengakuan kelompok misionaris asal Amerika Serikat (AS), 
WorldHelp, terus menguat. Lembaga lintas agama meminta pemerintah menyelidiki 
pernyataan WorldHelp yang telah membawa 300 anak yatim Aceh ke luar Banda Aceh.

Lembaga lintas agama ini terdiri atas Konvensi Wali Gereja Indonesia (KWI), 
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), PB Nahdlatul Ulama (PBNU), dan PP 
Muhammadiyah. Pernyataan lintas agama ini didukung sejumlah komunitas agama 
lainnya seperti Jaringan Islam Liberal (JIL), Pusat Pengembangan Pesantren 
Masyarakat (P3M), dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).

Mereka menyatakan bahwa pemerintah harus segera memberitahukan hasil 
penyelidikannya kepada masyarakat. ''Jika tidak, maka bisa berkembang isu-isu 
lain yang dapat merusak hubungan antarumat beragama,'' kata Masdar F Mas'udi, 
perwakilan PBNU di lintas agama, pada jumpa pers bersama di Jakarta, Senin 
(17/1).

Sekretaris Eksekutif Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI, Romo Benny Susetyo Pr, 
mengatakan lembaga-lembaga internasional mesti menghormati kesepakatan yang 
sudah dilakukan lembaga agama setempat. Mereka yang datang ke Aceh dengan misi 
kemanusiaan, kata Benny, jangan melupakan pluralisme agama yang sudah tercipta.

Koran ternama AS, Washington Post edisi Kamis (13/1) memberitakan pengakuan 
Presiden WorldHelp, Pendeta Vernon Brewer, yang telah membawa 300 anak yatim 
dari Banda Aceh ke Jakarta. Anak-anak itu, kata Brewer, akan dikristenkan untuk 
kemudian disebar kembali ke Aceh pada saatnya kelak. 

Berita itu juga dimuat sedikitnya di 30 media Barat lainnya di hari yang sama 
seperti Sydney Morning Herald (Australia), Telegraph (Inggris), serta San 
Francisco Chronicle. Sehari kemudian, Brewer menarik ucapannya dan menyatakan 
anak-anak itu masih berada di Banda Aceh.

Benny menegaskan, komunitas Kristen, dalam hal ini KWI dan PGI, tidak pernah 
menyetujui Kristenisasi di tengah misi kemanusiaan. Ia menegaskan hal tersebut 
bertentangan dengan semangat dan ajaran Kristen yang sebenarnya.

Komunitas mereka, kata Benny, menolak rencana WorldHelp yang akan menampung 
anak-anak itu, baik di Jakarta maupun AS. Kegiatan WorldHelp, jelasnya, hanya 
mencari keuntungan finansial dari penderitaan orang lain. 

Demikian juga yang diungkapkan Wakil Ketua Umum PGI, Pdt Weinata Sairin. Kata 
Weinata, PGI sedang membentuk badan investigasi internal untuk menyelidiki 
kasus tersebut. 

Desakan penyelidikan juga dinyatakan Ketua DPR, Agung Laksono, dan Ketua Badan 
Aceh Recovery Forum, Humam Hamid. Kata Humam, banyak anak Aceh yang dirawat di 
sejumlah rumah sakit di Jakarta, namun sebagian dari orang tua atau saudara 
mereka tidak mengetahui keberadaannya.

Agung meminta pemerintah untuk memperjelas kebenaran informasi 300 anak yang 
diambil WorldHelp. ''Tidak ada satu negara pun yang merelakan anak bangsanya 
diambil begitu saja,'' kata Agung.

Ketua Masyarakat Aceh se-Jabodetabek dan Banten, Teungku D Safli, mengatakan 
jika WorldHelp terbukti mengambil anak Aceh, mereka harus ditindak tegas. Hal 
itu, tegasnya, melanggar aturan pemerintah yang melarang membawa anak-anak Aceh 
ke luar wilayah tersebut.

Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Ifdhal Kasim, 
menyatakan peluang terjadinya perdagangan anak di Aceh sangat besar. Apalagi, 
kata dia, ada pengakuan dari WorldHelp yang telah membawa anak-anak itu.

Menteri Agama Maftuh Basuni mengatakan pemerintah masih mencari tahu kebenaran 
aktivitas WorldHelp. ''Kami masih mencari tahu. Untuk itu kami serahkan pada 
pihak yang berwajib untuk mengusut masalah tersebut,'' tegas Maftuh.

(uba/cho/dwo/eye/kir/osa ) 


Khairurrazi
Aligarh Muslim University
Uttar Pradesh, India

-- 
India.com free e-mail - www.india.com. 
Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB for mail 
storage, POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes!

Powered by Outblaze


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke