ini menarik karena yang di bahas adalah agama kristen kok islam di
bawabawa, padahal sangat berbeda organisasi gereja dan organisasi
islam, di mana derajat seseorang dibedakan oleh kependetaan tapi
dalam islam dibedakan oleh keimanannya sendiri terhadap tuhan
pencipta tanpa perantara   .....

saya rasa dalam islam spiritualisme di bangun dengan keimanan yang teguh
tehadap sang khalik, sehingga dapat menjadikan seseorang akan berjalan
dengan kebenaran yang lebih manusiawi, tahan godaan, dan tabah
dalam menghadapi cobaan, dalam bentuk qada dan qodhar  ..  ini merupakan
implementasikan bahwa alam dunia ini hanya merupakan tempat persinggahan
yang penuh dengan bala dan bencana, dan hanya orang-orang yang beriman
saja yang sanggup menghadapinya.

mungkin pijakan berpikir antara islam dan kristen dalam tulisan itu musti
dibedakan,
tidak dapat di sama ratakan karena pijakan spiritualnya  yang benar-benar
berbeda.  agama dalam islam bukanlah dalam bentuk organisasi tetapi dalam
bentuk tatanan keimanan kepada sang khalik karena tidak ada yang bisa
mengampuni, menghidupkan dan mematikan selain dari sang pencipta
itu sendiri.

jadi adalah salah kaprah kalau berbicara agama dengan menyatakan semuanya
sama,
GM  mungkin saja mengkritik agama tertentu, karena pendekatan individu
seseorang telah dibatasi  oleh suatu organisasi yang dibentuk oleh
agama tersebut terhadap sang khalik.  tetapi terhadap islam perlulah
dipahami dengan mendalami ajaran islam itu sendiri.


salam







Dari milis sebelah, mohon tanggapan.

Terima kasih

Zhao Yun: Agama, spiritualisme dan organisasi

John Gray, seorang kreasionis menuliskan pemikirannya:

http://afr.com/review/2003/01/03/FFX9CQAJFAD.html

Menurut saya, ada kecenderungan dari kita (termasuk John Gray
dalam tulisan di atas), yang sering menyamaratakan pemakaian
istilah 'agama'(religion), padahal dalam beberapa kalimat rasanya
yang dimaksud lebih tepat disebut sebagai 'spiritualisme'.

Istilah agama yang kita pakai sehari-hari sebenarnya adalah 'doktrin
yang dihasilkan dari suatu organized religion' (Agama Katolik, agama
Islam, agama Buddha dst). Sedangkan spiritualisme rasanya lebih
tidak punya batas (boundaries) serta memang tidak membatasi manusia.

Saya masih terpesona dengan salah satu tulisan Goenawan Mohamad di
Tempo edisi 20-26 January 2003 (Catatan Pinggir) tentang
hubungan antara Organisasi dan Agama yang menurutku menarik.

Tulisannya dimulai dengan suatu kisah fiktif yang menarik :

Ketika Yesus lahir, demikian ceritanya, Tuhan pun memanggil Setan.

"Hari ini Yesus lahir" kata Tuhan kepada si Raja Kegelapan.

"Kau akan tamat. Kau akan kalah dalam merebut hati manusia".

Setan terhenyak. Dengan gugup iapun memohon diri.

Ia menghilang dikamar kerjanya.

Ia berpikir keras.

Pada hari ketiga dia menemukan jawaban.

Ia menghadap Tuhan, sembahnya :

"Hamba tahu ada sebuah cara ampuh untuk mengalahkan Yesus".

"Bagaimana?" tanya Tuhan.

"Hamba akan membujuk manusia untuk bikin ORGANISASI!!"

Lho? Kok aneh?
Bagaimana organisasi dapat mengalahkan Yesus?
Bukankah organisasi adalah sebuah ihktiar manusia untuk menjadi rapi
dan kuat? Sebuah wadah untuk persatuan, kesatuan dan keteraturan?

Bagaimana Setan dapat menjebak manusia dengan ORGANISASI?

Goenawan Mohammad akhirnya paham bahwa ada hubungan yang
problematik dalam hubungan iman dan organisasi.
Organisasi di dalam mengatur Iman akhirnya akan hadir sebagai
penterjemah makna Tuhan bagi diri saya sendiri.

'Tuhan saya' pun pelan-pelan digantikan dengan 'Tuhan sang
penterjemah'.

Komentar Simone Weil tentang organisasi gereja: "Dalam Gereja, yang
dianggap sebuah organisasi sosial, mau tak mau misteri digantikan
jadi kepercayaan".

Misteri yang sebenarnya tidak tergantikan dengan doktrin akan pudar,
ketika kepercayaan datang dengan sikap menerjemahkan segalanya
dengan pasti dan absolut, termasuk Tuhan yang maha gaib.

Tulis Goenawan terlebih lanjut :
Dalam hubungan itulah organisasi mengandung ketidak sabaran.
Organisasi mencegah dan menampik yang meliuk-liuk.
Ketika organisasi menumbuhkan kekuatan dan kekuasaan, ia pun menyusun
hierarki: diantara yang beriman akan ada yang menganggap diri lebih
alim, lebih mengetahui, lebih layak. Lapisan kependetaan pun lahir.

Diakhir tulisan tersebut saya menangkap pesan si GM :
Pada akhirnya jika iman direduksi jadi sekadar alfabet, maka
akhirnya akan muncul suatu urutan sebagaimana layaknya alfabet: Organisasi.

Dan Iman yang tergantung padanya akan menjadi suatu kepercayaan yang
nampaknya kuat, teratur, tapi seperti tentara berseragam - sebuah
mesin pertahanan dan agresi.

Sejarah keagamaan gereja sudah menunjukan hal hal tersebut di abad
pertengahan, dan iklim kepercayaan manusia - sebagaimana layaknya
mode pakaian - akan berulang dan berulang.

The history repeat it self.

Salam,

Zhao Yun




Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com

---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.

[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links













------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke