Ada kisah nyata ang menarik nih diseputar pembasmian tikus. Dalam suatu 
rakor bidang EKUIN pernah dilontarkan ide untuk menggunakan predator tikus 
yakni sejenis burung hantu dari Malaysia yang sukses memanfaatkannya. Seekor 
burung hantu bisa membasmi tikus dalam radius 4 km, demikian penjelasannya. 
Ide ini kemudian ditanggapi oleh pejabat lain, yang menyatakan sudah pernah 
dicoba cara tersebut, namun mengalami kegagalan. Sejumlah burung hantu yang 
didatangkan dari Malaysia sebelum disebar ke lokasi-lokasi rupanya menjalani 
dulu "penyesuaian kondisi". Selama masa diklat tersebut, burung-burung ini 
diberi makan tikus oleh para petugas. Tapi apa lacur? Waktu mulai 
ditempatkan pada pos-pos perburuannya ternyata sang burung tidak mau 
terbang-terbang cari tikus, dan hanya menunggu ransum tikus yang disediakan 
petugas. Singkat cerita, proyek ini gagal, karena sang burung hantu Malaysia 
kejangkitan penyakit pejabat : minta disuapin !!!
----- Original Message ----- 
From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <"Undisclosed-Recipient:;"@cbn.net.id>
Sent: Thursday, January 20, 2005 8:24 PM
Subject: [ppiindia] Hama Tikus Merajalela di 23 Kecamatan


>
> http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0105/20/0303.htm
> Kamis, 20 Januari 2005
>
> Hama Tikus Merajalela di 23 Kecamatan
> Kabupaten Bandung Kehilangan Ratusan Ton padi
>
> BANDUNG, (PR).-
> Serangan tikus di Kabupaten Bandung, semakin merajalela dengan merusak 229
> ha sawah di 23 kecamatan dalam sebulan terakhir. Akibatnya, petani 
> mengalami
> gagal panen dan kehilangan ratusan ton padi.
> Kepala Dinas Pertanian Kab. Bandung Ir. Sofian Nataprawira, di kantornya,
> Rabu (19/1), mengatakan, keadaan yang lembab saat musim hujan seperti
> sekarang mengakibatkan hama berkembang pesat di pesawahan termasuk hama
> tikus.
> "Daerah yang parah diserang tikus umumnya berada di dekat bantaran sungai
> besar seperti di Kecamatan Ciparay, Majalaya, Baleendah, Solokanjeruk,
> Soreang, dan sebagainya. Bantaran sungai merupakan tempat yang cocok bagi
> tikus untuk berkembang biak," kata Sofian.
> Sofian mengakui, serangan tikus di Kab. Bandung saat ini masuk tiga besar 
> di
> Jawa Barat setelah Kab. Cirebon dan Indramayu. Dengan demikian, serangan
> tikus di Kab. Bandung selalu masuk lima besar di Jawa Barat. Pasalnya,
> persawahan di Kab. Bandung termasuk salah satu yang terluas di Jawa Barat.
> Meski demikian, menurut Sofian, serangan tikus sampai sekarang belum
> menyebabkan puso (gagal total). Aparat Dinas Pertanian beserta masyarakat
> dan pihak terkait lainnya, sedang mengendalikan serangan tikus pada lahan
> seluas 1.000 ha di 34 kecamatan. "Jadi, kami pun telah mengantisipasi
> serangan pada lahan-lahan lainnya," katanya.
> Sofian mengatakan, pengendalian ham tikus dilakukan dengan cara memukulnya
> (gropyokan), menggunakan pestisida dan sebagainya. Dengan cara-cara itu,
> pada setiap hektare sawah, sekira 40 ekor tikus rata-rata berhasil 
> dibasmi.
> Namun demikian, pembasmian hama tikus masih akan terus digalakan hingga
> beberapa minggu ke depan.
> Diakui Sofian, kondisi paling ideal untuk mengurangi hama adalah keadaan
> yang kering, tetapi harus diimbangi oleh sirkulasi air yang cukup. 
> Sepanjang
> distribusi air pada musim kemarau cukup, kondisi sawah bakal bagus. Namun,
> permasalahannya distribusi air seringkali buruk di musim kemarau sehingga
> sawah banyak yang kekeringan. Walaupun serangan tikus berkurang di musim
> kemarau, kekeringan kerapkali meningkat tajam.
> Berkembang cepat
> Sofian mengakui, hama tikus selama ini masih sulit dikendalikan karena 
> mampu
> berkembang biak dengan cepat. Dalam 13 bulan saja, sepasang tikus bisa
> melahirkan 2.408 ekor anak.
> Seorang petani asal Kec. Katapang Rohmat, mengaku dalam mengatasi serangan
> hama tikus merasa kelabakan. Serangan tikus setiap tahunnya sulit
> dikendalikan. .(A-129)***
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke