Dari pada masih rame, coba baca Posting dari Milis tetangga Kupasan Saudara JASP juga menarik untuk direnungkan, Memang akhri2 ini Din Suka mengeluarkan Pernyataan2 yang bersifat provokatif, misalnya kasus WNI di Timor Leste, Kritik thd Pemerintah yang mengatasnamakan Negara2 Arab, dimana hal ini Di Kecam Oleh Dubes Palestina untuk Indonesia.
Kalau melihat kapasitas beliau sebagai Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah ini mengatakan, dan beliau juga sebagai Ketua Pelaksana dari Dialog dan kerja sama antar-agama yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah diikuti oleh 124 delegasi dari 13 negara, diantaranya dari negara-negara anggota Asean dan Australia. Sangat disayangkan, Orang yang sekapasitas beliau mustinya bertindak lebih bijaksana. Budiman ----- Original Message ----- From: Daniel H.T. Sent: Saturday, January 22, 2005 12:30 AM Subject: [apakabar] Fw.: Dikonfirmasi Polri, Worldhelp Bantah Kirim 300 Anak Aceh ke AS http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/01/tgl/20/time/18283/idnews/276888/idkanal/10 Dikonfirmasi Polri, WorldHelp Bantah Kirim 300 Anak Aceh ke AS Reporter: Dian Intannia detikcom - Jakarta, Mabes Polri telah melakukan konfirmasi kepada WorldHelp mengenai rumor 300 anak Aceh yang akan dibawa keluar Aceh untuk dikirim ke AS untuk diadopsi. WorldHelp membantahnya, bahkan tidak pernah melihat anak-anak tersebut. Demikian hasil konfirmasi penyidik Mabes Polri dengan Pendeta penghubung WorldHelp Henry Lantang maupun dengan WorldHelp yang berbasis di Virginia AS seperti disampaikan oleh Direktur I Keamanan Transnasional Mabes Polri Brigjen Pol Pranowo kepada wartawan di Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2005). "Kita sudah konfirmasi ke WorldHelp, tapi tidak ada. Memang semula ada niat untuk mengadopsi anak-anak Aceh tapi batal. Informasi itu berasal dari Henry," kata Pranowo. Dijelaskan dia, saat dikonfirmasi, Henry mengaku mendapatkan informasi adanya anak-anak Aceh yang akan diadopsi berasal dari SMS-SMS yang diterimanya. Meski demikian, Henry mengaku hingga kini belum pernah melihat anak-anak tersebut. Bahkan Henry, menurut Pranowo, tidak hanya menerima satu SMS, tapi banyak SMS yang menginformasikan tentang pengadopsian 300 anak Aceh itu. Rencana adopsi kemudian batal dan tidak ada pengiriman anak-anak Aceh tersebut ke AS maupun ke tempat lainnya. Hingga kini polisi belum menemukan adanya kasus-kasus penjualan maupun penculikan anak Aceh. Namun polisi tetap akan melakukan pemantauan. "Kita tetap pantau adanya human trafficking, tapi sampai sekarang kasus itu belum ditemukan," tukas Pranowo ----- Original Message ----- From: JASP Sent: Friday, January 21, 2005 4:12 AM Subject: [apakabar] BIN: Berita Adopsi 300 Anak Aceh Tidak Benar Sebenarnya kalau ada berita HEBOH dan memungkinkan ketidak enakan karena melanggar PRINSIP , hendaknya kita tenang dan tidak langsung marah atau melakukan tindakan-tindakan yang menyebabkan perpecahan atau menyebabkan ketidak sesuaian. Apalagi menyebabkan beredarnya berita atau anjuran yang bernada kebencian serta penghasutan untuk menekan agama lain. Serahkan kepada pihak yang berwenang untuk menelusuri perkaranya, serahkan kepada pihak berwenang untuk mengklarifikasikan dan bersabar menunggu bagaimana hasil penyelidikan, tak perlu spontanitas kerdil menyebarkan kebencian. Sangat disesalkan bahkan tokoh macam Din Syamsuddin mengeluarkan nada "permusuhan" , dan ini menunjukkan bahwa tokoh yang dipercaya ini melakukan kesalahan fatal: menyebarkan kebencian. Dan ini berarti tokoh macam begini merupakan tokoh yang bisa menyebabkan perpecahan dikalangan masyarakat. Dan masyarakat yang mengikuti omongan orang macam begini menjadi kerdil, termasuk sebagian masa masyarakat "apakabar" yang menyebarkan kebencian terhadap penganut agama lain. Justru fanatisme mneyebabkan ketidak logisan pola berpikir, menyebabkan apapun mau dilakukan untuk fanatisme agama, bahkan kalau perlu suatu tema kehancuran dan perpecahan , sayang sekali ini terjadi di abad modern, diabad Cybernet ..... sayang sekali ! BIN: Berita Adopsi 300 Anak Aceh Tidak Benar General: Thursday, 20 Jan 2005 17:56:11 WIB Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar mengungkapkan, pihaknya telah melakukan investigasi terhadap pemberitaan di Washington Post tentang adopsi 300 anak-anak Aceh oleh World Help, dan ternyata berita tersebut tidak benar. Saat rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR di Gedung MPR/DPR Senayan Jakarta, Kamis, Syamsir mengatakan, pemberitaan seputar adopsi 300-an anak Aceh yang tujuan akhirnya akan dibawa ke Amerika Serikat hanyalah untuk mencari sensasi saja. "Setelah kita melakukan pengecekan, itu tidak benar dan hanya mencari sensasi saja," katanya dalam raker yang khusus membicarakan perkembangan penanganan bencana gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumut itu. Dalam rapat yang dihadiri pula oleh oleh Menhan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto itu, Syamsir mengakui bahwa isu tersebut telah berhasil memicu kecemasan di kalangan umat dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya masih terus berupaya mencari siapa yang berada di balik pemberitaan tersebut. Sementara itu, mengenai eksistensi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh, Kepala BIN memaparkan bahwa mereka pun sebenarnya terkena dampak langsung tsunami. Anggota GAM yang berada di kota-kota maupun keluarga mereka, banyak pula yang menjadi korban. "Saat ini mereka dalam kondisi kekurangan logistik dan 'manpower' (sumber daya)," katanya dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi I Theo L Sambuaga itu. Syamsir berpendapat, sebenarnya saat inilah waktu yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan separatisme Aceh, atau setidaknya mengajak mereka berunding. "Presiden sudah mengatakan untuk menyelesaikan persoalan Aceh secara aman, damai dan bermartabat, dan kami jawab, Insya Allah," katanya. Pada kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan bahwa dalam pemberian bantuan kemanusiaan untuk Aceh ada pula negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia seperti Taiwan dan Israel, ingin memberikan bantuan. Namun bantuan tersebut datang dari pihak swasta, dan bukan pemerintahannya. Bantuan tersebut pada umumnya berbentuk obat-obatan, dan alat penjernihan air. Syamsir juga mengingatkan agar tidak perlu mempersoalkan dari mana bantuan itu berasal, karena pada dasarnya semua itu untuk tujuan kemanusiaan dan perlu diterima dengan akal yang sehat. ( ant/Cn08 ) Sumber: SuaraMerdeka ----- Original Message ----- From: marthajan04 To: [email protected] Sent: Friday, January 21, 2005 2:00 PM Subject: [ppiindia] Re: Pemerintah Harus Kembalikan Anak Aceh yang Dibawa Lari ke AS --- In [email protected], abie zahra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: .................. > > Saya juga tidak setuju dg pendapat sdr. Martha bahwa kita (umat Islam) tidak adak yg mau mengurus anak-anak tsb. Justru niat dengan membawa anak-anak tsb ke Amerika utk dimurtadkan adalah bukan utk mengurus.....tapi utk kepentingan nafsu yg memboyong mereka mereka (wordhelp). > ==================================================== maksud saya, keuangan negara kita kan lagi morat marit, sedang kalau anak2 itu diurus panti asuhan yang pengurusnya orang asing, pasti ada dana yang cukup. Kalau worldhelp tidak berkenan dihati muslim, karena niatnya mau mengkristenkan anak2 itu, kan ada yang lebih tulus, pastor dari Australia yang saya rasa malah lebih dulu bersuara daripada siapapun. yayasan2 katolik kan sudah terbukti tidak pernah ada pengkristenan. Dan pastor itu kan tidak pernah bilang akan membawa anak2 itu keluar dari Aceh. Mau dibangunkan orphanage disana dan mau menyumbangkan tenaganya untuk Aceh. Tapi ini juga kan ditolak. Sedangkan dari laporan2 yang saya baca baik dari news di US maupun dalam negeri Indo, orang2 Aceh itu malah lebih percaya pada tenaga asing itu daripada tenaga2 penolong dari Jawa yang masih bangsa sendiri. Apakah saya salah baca? martha jan. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

