Bung Moderator Gagho yang terhormat,

Bagaimana kita bisa membicarakan persamaan kalo kita tidak mengetahui 
perbedaan-perbedaan terlebih dahulu?

Memang, untuk membicarakan perbedaan diperlukan kedewasaan dalam 
dalam beropini dan yang terutama adalah kedewasaan dalam menanggapi 
setiap opini.

Percuma kalo kita berbicara tentang persamaan dan toleransi ataupun 
berbicara tentang kesetiakawanan nasional, tetapi pada kenyataannya 
kebebasan beragama dipenggal, gereja dibakar, pura dirusak dsb. 
Begitu juga dengan kritenisasi yang dilakukan oleh kelompok kristen 
fundamentalis seperti tabloid-lintas-agama, ataupun gerakan-gerakan 
islamisasi di indonesia yang dilakukan beberapa aliran islam tipikal 
(meminjam istilah jufiq hadjar) seperti FPBM, FPI, MMI dan lain 
sebagainya yang sudah menjadi rahasia umum. 

Haruskah menutup mata dengan semua ini dan berbicara seakan-akan 
tidak terjadi apa-apa dan semuanya baik-baik saja? 

Cara anda ini mengingatkan saya akan cara orde baru, dimana segala 
sesuatu yang diperbincangkan harus yang baik-baik saja dan setiap 
perbedaan pendapat dipasung. Ketika era orba tumbang dan keran 
kebebasan beropini dibuka lebar maka yang terjadi adalah bangsa kita 
(baik yang terpelajar maupun yang tidak terpelajar) ternyata tidak 
siap untuk menerima setiap perbedaan. Konsekwensinya adalah kerusuhan-
kerusuhan dalam struktur sosial seperti yang terjadi sekarang ini 
yang tidak perlu saya sebutkan satu per satu. Istilah saya untuk 
masalah ini adalah kemunafikan yang terkamuflasekan oleh toleransi. 

Jadi menurut hemat saya kita (sebagai kaum terpelajar), pertama-tama, 
harus terlebih dahulu dilatih untuk mampu bersikap kritis untuk mampu 
menerima setiap perbedaan dengan membicarakan perbedaan itu sendiri 
entah dalam cara-cara yang paling keras sekalipun. 

Entahlah, mungkin anda memiliki pertimbangan yang lebih baik dari 
saya. Dan, seperti biasa saya akan menunggu.


PS: Semboyan Pancasila adalah Bhineka Tunggal Ika yang artinya 
BERBEDA-BEDA tetapi tetap satu jua. 
Semoga anda semakin sadar agar tidak mudah ditipu dan diperalat oleh 
penguasa!



Co-lapar




--- In [email protected], Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> bung martha,
> 
> alangkah baiknya posting yg berisi konflik agama
> apalagi dg kata2 banal dan sarkastik seperti ini tidak
> diposting apalagi diforward ke milis ini.
> 
> biarkan hal2 spt ini dibahas milis2 yg spesifik, bukan
> milis nasional yg ingin mencara persamaan, bukan
> perbedaan.
> 
> salam hangat,
> 
> --- marthajan04 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > 
> > --- In [EMAIL PROTECTED], Wayan Ilham
> > <[EMAIL PROTECTED]> 
> > wrote:
> > 
> > > > ----- Original Message ----- 
> > > > From: t_mail88 
> > > > To: [EMAIL PROTECTED] 
> > > > Sent: Saturday, November 06, 2004 2:02 PM
> > > > Subject: [islamkristen] Re: Muslim lah yang
> > > > menjakiti kafir !!!! : Baca Ini Dulu!!!!!!
> > > > ORANG ISLAM TIDAK PERNAH MENYERANG PENYEMBAH
> > BERHALA TERLEBIH 
> > DAHULU.
> > Justru para penyembah berhala-lah yang lebih dahulu
> > menyerang Islam. 
> > > > Mereka menyiksa orang yang mulai masuk Islam.
> > > Bahkan orang hamil pun sampai dibelah perutnya
> > untuk meninggalkan 
> > Islam.
> > > > PARA PENYEMBAH BERHALA MENYERANG ISLAM TERLEBIH
> > DAHULU !!!
> > > > APAKAH SALAH JIKA ORANG ISLAM MEMPERTAHANKAN
> > DIRI ???
> > 
> > 
> > KASUS PURA BULELENG II
> > 
> > Nama saya Wayan Ilham, dan sebelumnya saya pernah
> > menulis tentang 
> > kisah nyata Pura Buleleng di Bali. Oh ya, agama saya
> > Hindu Bali dan 
> > saya hanya sebagai anggota milis yang pasif saja,
> > artinya tidak 
> > banyak menulis untuk milis ini.
> > 
> > Tulisan rekan Muslim di atas tentu saudara tahu
> > siapa penulisnya, dan 
> > memang kami sebagai penduduk Bali sering sekali
> > diejek oleh rekan 
> > Muslim sebagai penembah Berhala atau Kafir atau
> > lainnya. Walaupun 
> > demikian kami tetap sabar, karena masyarakat Bali
> > adalah masyarakat 
> > yang cinta damai sejak dahulu kala, dan kami tidak
> > ingin menyakiti 
> > pihak lain, dan sebagai tuan rumah di tanah sendiri
> > (Bali) justru 
> > kami yang lebih sering disakiti.
> > 
> > Saya pernah menulis tentang penghadangan dan
> > pembakaran Arca Dewa 
> > Indra di kampung Jawa (nama daerah di Bali), itu
> > sudah hampir kami 
> > lupakan karena kejadiannya delapan tahun yang lalu
> > dan di zaman rezim 
> > Soeharto lagi. Tapi yang paling menyakitkan adalah
> > kejadian baru-baru 
> > ini, dimana di awal pemerintahan SBY yang berusaha
> > memberantas SARA 
> > ini, justru kejadian yang sangat memalukan dan
> > memilukan ini terjadi.
> > 
> > Kejadian tersebut diekpos semua koran lokal di Bali
> > dan saya harapkan 
> > koran yang di Jakarta juga meliputnya.
> > 
> > Peristiwanya sebagai berikut, pada minggu lalu
> > masyarakat Jawa di 
> > Bali membeli sebidang tanah kosong di wilayah Adat
> > Kuta, dimana 
> > wilayah tersebut adalah tempat sakral bagi kami
> > orang Bali karena 
> > merupakan pusat pemujaan Dewa Brahma di Kuta dan
> > Bali khususnya. 
> > 
> > Tanah yang dibeli di Legian tersebut akan didirikan
> > sebuah mesjid 
> > yang dikoordnasi oleh FPBM (Front Pengislaman Bali
> > Madani). Dan tentu 
> > saja masyarakat setempat agak keberatan karena
> > disamping daerah 
> > tersebut tidak ada Muslimnya karena merupakan tempat
> > tinggalnya orang 
> > Bali dan sekaligus obyek wisata.
> > 
> > Mereka yang menamakan dirinya FPBM (Front
> > Pengislaman Bali Madani) 
> > yang menjadi sumber kericuhan.Tanpa mengindahkan
> > peraturan yang 
> > berlaku dan perasaan masyarakat sekitar dengan
> > membangun mesjid 
> > tersebut, dan dalam masa pembangunan saja, suara
> > azan di kumandangkan 
> > dengan loudspeaker yang keras sekali, sehingga
> > menggangu kenyamanan 
> > turis dan juga masayarakat Bali yang tinggal di
> > Legian. Sewaktu para 
> > penatua-penatua Hindu Bali meminta kepada pengurus
> > mesjid tersebut 
> > supaya tidak berlebihan dalam menyuarakan azan dan
> > juga menanyakan 
> > apakah pendirian bangunan ibadah tersebut telah ada
> > izinnya. Maka 
> > pengurus mesjid tersebut mengatakan, bahwa peraturan
> > pendirian tempat 
> > ibadah yang berdasarkan SKB 3 menteri, yang
> > syaratnya adalah adanya 
> > 80 keluarga pemeluk agama tersebut dan juga izin
> > dari warga tetangga 
> > di sekitar tempat ibadah itu berlaku untuk agama
> > diluar Islam, dan 
> > orang Muslim berhak mendirikan tempat ibadah berupa
> > mesjid dimana 
> > saja di tanah Indonesia termasuk Bali tanpa harus
> > ada
> >  ijin apapun. Karena SKB tersebut diberlakukan untuk
> > orang kafir 
> > dalam mendirikan tempat ibadah mereka. Yang lebih
> > parahnya lagi, 
> > bahwa mereka menantang para penatua itu, apakah pura
> > yang ada di 
> > Legian telah mendapatkan ijin dari Menteri agama dan
> > telah 
> > berdasarkan SKB 3 menteri, jika tidak maka pura yang
> > ada di Legian 
> > yang akan di runtuhkan seperti yang telah mereka
> > lakukan terhadap 
> > gereja di tanah Jawa.
> > 
> > Hal tersebut tentu saja membuat para penatua
> > tersebut tersinggung. 
> > Sebagai masyarakat yang cinta damai, penatua-penatua
> > masih bersabar 
> > dan bernegoisasi agar suara azan tersebut tidak
> > mengganggu warga 
> > sekitar. Pernyataan dari penatua tersebut dianggap
> > perang oleh 
> > pengurus mesjid, dan mereka berteriak bahwa Berhala
> > dan patung di 
> > Bali akan dihancurkan satu demi satu sampai habis
> > seperti yang telah 
> > dilakukan oleh Taliban di Afghanistan jika syariat
> > Islam diberlakukan 
> > di Indonesia.
> > 
> > Belum puas atas tindakannya tersebut, pada besoknya,
> > maka FPBM 
> > tersebut malah mendatangkan kira-kira 10 truk
> > orang-orang (Jawa) yang 
> > dikoordinasi dari beberapa kampung di Jawa, mereka
> > berdatangan dengan 
> > mengikatkan kain di kepala dengan tulisan FPBM, dan
> > membawa poster 
> > bertuliskan "Mesjid Yes, Pura go to Hell" sambil
> > poster-poster 
> > tersebut dibentangkan dan ditunjukkan kepada
> > turis-turis yang sedang 
> > berliburan di Legian. Tentu saja hal tersebut
> > membuat sebagian 
> > masyarakat Bali tersinggung dan terprovokasi, dan
> > sewaktu hampir 
> > terjadi kerusuhan, maka Polisi Anti Hura Hara datang
> > ke lokasi 
> > kejadian dan membubarkan semua orang yang ada
> > disana. 10 Truk 
> > tersebut beserta orang-orang yang diorganisir
> > tersebut dikawal keluar 
> > dari Legian. Tetapi sebelum mereka pergi, mereka
> > melontarkan ancaman 
> > akan menghancurkan pura yang ada di Legian dan
> > menjadikan Legian 
> > sebagai tempat yang steril dari Pura.
> > 
> > Pada tanggal 17 Januari, pada malam harinya, datang
> > lagi segerombolan 
> > orang yang mengenakan ikat kepala putih dan langsung
> > menuju ke Pura 
> > Dalem Kahyangan dengan teriakan allahu akbar dan
> > menuju ke lokasi 
> > dengan segala peralatan seperti palu, cangkul dan
> > sebagainya, semua 
> > arca, tempat sembahyang dan lukisan dinding yang
> > bernilai sejarah 
> > tersebut dihancurkan.
> > 
> > Pada tanggal 18 Januari, orang-orang tersebut
> > mendatangi lagi tiga 
> > pura yang ada di Legian, yaitu Pura Dalem Penataran
> > Kedonganan, Pura 
> > Kati Gadjah dan Pura Pesambyangan dihancurkan pula,
> > kejadian tersebut 
> > dilakukan tengah malanm dan berlangsung cepat.
> > 
> > Tidak puas atas pengrusakan yang dilakukan selama 2
> > malam berturut-
> > turut pada tanggal 19 Januari mereka beraksi lagi,
> > dan kali ini 
> > mereka melakukan pengrusakan terhadap dua pura,
> > yaitu Pura 
> > Pengorengan dan Pura Lobong. Yang paling
> > mengenaskan, 
> === message truncated ===
> 
> 
> =====
> Mario Gagho
> Political Science,
> Agra University, India
> ---------
> A WINNER works harder than a loser and has more time. 
> A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.
> 
> 
>               
> __________________________________ 
> Do you Yahoo!? 
> All your favorites on one personal page � Try My Yahoo!
> http://my.yahoo.com








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke