Waktu itu anda mempermasalahkan HNW yg angkat bicara, karena dia itu dari
legislatif, bukan eksekutif.
Sekarang sdh saya postingkan kembali, bahwa setidaknya salah satu dari
badan eksekutif negara kita sudah ada yg angkat bicara. Berarti dr
eksekutif sdh ada yg angkat bicara kan ?
Sekarang gini aja, HNW ( sebenarnya bukan HNW saja, banyak lg tokoh
masyarakat termasuk komunitas lintas agama sendiri tdk setuju dgn niat
Worldhelp ), meminta anak2 itu dikembalikan.
Dari Worldhelp sendiri sdh punya misi khusus dan ada niatan, Bukan semata2
fitnahan HNW / tokoh2 yg lain semata ( lihat email dibawah )
" Menurut WP, pihak WorldHelp telah membatalkan rencana awal mereka, dan
bahwa "anak-anak itu masih di Aceh dan belum diterbangkan ke Jakarta".
ARTINYA, mereka sendiri sdh ada niatan sejak awal, cuma belum kesampaian.
Atau bisa jd sebenarnya sudah kesampaian, namun tdk sebanyak itu.
Biasanya kalau org yg mengambil sesuatu yg bukan haknya, meski sedikit tp
itu lebih baik, drpd tdk sama sekali. Dan bagaimana caranya spy hasil
curian mereka tdk sampai ketahuan, apalagi diminta untuk dikembalikan.
Ada sebuah cerita, di sebuah kampung A. Sekelompok petugas siskamling
berteriak maling. Kenapa mereka berteriak maling, karena ada indikasi bahwa
ada gerak-gerik yg mencurigakan. Mencoba mengambil sesuatu yg bukan haknya.
Ketika niatannya diketahui dan dipergoki masyarakat. dia akhirnya mengakui
bahwa memang dia punya niatan. Tp sdh keburu di teriaki org banyak. Dia
mengatakan bahwa dia tdk jd meneruskan niatannya. Sebagian masyarakat tidak
percaya dgn ucpannya, dan meminta aparat menyelidiki kasus tsb.
Sayangnya petugas siskamling belum menemukan groupnya si pencuri itu. Dan
ketika ditanyakan ke yg punya rumah, belum ada jawaban pasti. Soalnya
perabot yg punya rumah itu banyak sekali, dan dalam keadaan berantakan. Jd
butuh waktu untuk menyelidiki barang apa saja yg hilang. Bahkan mungkin yg
punya rumah sulit menyelidiki, krn kendala itu td ( banyaknya perabotan
rumahnya dan kondisi rumah dalam keadaan super berantakan, ditambah lagi
kampung A itu habis dilanda banjir. Jd yg punya rumah ngga tau persis
barang apa yg hilang krn banjir, dan apa saja yg hilang krn diambil org ).
Soalnya yg punya rumah juga masih sibuk mengumpulkan barang2 yg masih
selamat dan membersihkan rumahnya.
Ada anggota masyarakat lain yg menyangka bahwa petugas siskamling hanya
buat sensasi. Spy mendapat sorotan masyarakat akan kinerja mereka. Tentu
petugas siskamling, dan sebagian masyarakat yg percaya tdk terima.
Pelakunya sudah mengakui kok, bahwa dia punya rencana untuk itu. Cuma saja
buktinya belum ketemu, jadi bukan asal tuduh. TAPI intinya pelakunya sdh
ngaku kalau dia mau mencuri, cuma dia bilang tdk jadi. Jadi petugas
siskamling tdk terima kalau dibilang asal tuduh.
Jgn sampai kalau benar2 terjadi, tp petugas siskamling ngga teriak2 /
terlambat bertindak, nanti disalahin sama masyarakat yg hobinya
menyalahkan. Petugas siskamling yg terlambat bantu warganya krn mmg ada
kendala saja masih disalahin sama warganya yg hobi menyalahkan org, dan
kemudian membanding2kannya dgn aparat kampung lain, jelas aja, petugas
kampung lain lebih terlatih dan lebih hebat teknologinya ( maaf, bukan
maksud untuk menyindir seseorang )
Memang sih, ada salah satu petugas siskamling yg mengatakan bahwa barang
curian tsb sdh ada di kampung B, tempat si pencuri berasal. Cuma belum ada
bukti, dan hal ini diserahkan ke aparat kampung yg berwenang untuk
mengusutnya. Krn mereka percaya, mana ada pencuri ngaku, toh seandainya
kepergok, tentu barang bukti akan disembunyikan, dan ngga akan ngaku.
Dan ada juga anggota masyarakat yg mencurigai bahwa barang curiannya
diserahkan ke kelompok si pencuri yg tinggal di kampung A. Karena bukan
tidak mungkin sipencuri bekerjasama dgn beberapa org penduduk sekitar yg
tau situasi dan kondisi.
Masalah ini kemudian dipegang oleh aparat desa yg berwenang, dan akan
menyelidiki kasus ini. JADI masyarakat luas tunggu hasil akhirnya saja Ya.
Sampai bukti fisiknya diketemukan.
Untuk sementara aparat akan menyimpan kesaksian para saksi dan pengakuan
sipencuri.
Dan petugas siskamling akan berusaha ikut mencari barang buktinya, dgn
berbekal pengakuan si pencuri.
Jadi ngga bergantung sama aparat desa saja. Nanti kalau sdh ketemu pasti di
kasih tau.
Jadi sabar saja ya mas, barang buktinya masih kita cari. Tapi kami ngga
asal tuduh kan ? pencurinya aja ngga nuntut karena pencemaran nama baik
kok. Biar nanti takdir yg akan menjawab.
Mudah2an aja mmg ngga jd diambil, biar malingnya tau kalau masyarakat sini
selalu waspada.
Cuma mmg sebagian dari kami terlalu PD kalau bukti tsb ada di kampung
sipencuri.
Tp kami ngga asal tuduhkan, pencurinya aja ngaku kalo memang sudah niat
^_^
Mohon maaf kalau ceritanya terlalu panjang, dan ada kalimat yg kurang
berkenan.
salam,
Rahman
abie zahra
<[EMAIL PROTECTED] To: [email protected]
oo.com> cc:
Subject: Re: [ppiindia] Re:
Pemerintah Harus
01/24/2005 Kembalikan Anak Aceh yang Dibawa Lari
ke AS
11:52 AM
Please respond
to ppiindia
Kalo kita bandingkan dg pernyataan Pak Hidayat dg pernyataan Marty
Natalegawa dan Maftuh Basuni, tidak ada satupun berita di bawah yg secara
jelas dan meyakinkan bahwa anak-anak tsb telah dibawa ke Amerika. Tapi
komentar Pak Hidayat secara jelas dan meyakinkan seolah-olah anak tersebut
telah berada di Amerika sehingga beliau meminta harus dikembalikan ke
pangkuan Ibu Pertiwi. Jadi kalo kita mengacu berita tsb, semuanya baru
rencana, belum terjadi. Tapi komentar Pak Hidayat seolah-olah sudah
terjadi.
SEKALI LAGI tunjukkan berita yg secara jelas dan meyakinkan bahwa anak
tersebut telah diboyong ke Amerika sebagaimana yg dituduhkan Pak
Hidayat!!!!
=================================== cut
==========================================
----- Forwarded by Fathul Rahman/BCT on 01/24/2005 11:56 AM -----
"Ambon"
<[EMAIL PROTECTED] To: <Undisclosed-Recipient:;>
e> cc:
Subject: [ppiindia] Aceh dan
Politisasi Isu
01/20/2005 Agama
07:00 PM
Please respond
to ppiindia
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/01/20/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Aceh dan Politisasi Isu Agama
Oleh Trisno S Sutanto
=========================================cut
==================================
Sulit rasanya untuk mengatakan sekadar kebetulan, bahwa jumlah yang sama
("300 anak korban tsunami") juga disebut oleh laporan koran Washington Post
(WP) (13/1/2005) yang menghebohkan itu. Koran itu menyitir kelompok misi
Kristen yang berbasis di Virginia, WorldHelp, di bawah kepemimpinan Vernon
Brewer, pendeta Baptis lulusan Jerry Falwell's Liberty University di
Lynchburg, Virginia, yang mengklaim telah "menerbangkan 300 anak yatim
korban tsunami" ke Jakarta dan berencana menempatkan mereka di rumah-rumah
tangga serta panti-panti asuhan Kristen.
Jelas, laporan itu dengan sekejap membuat geger, apalagi setelah beberapa
media nasional memuatnya.
Namun, anehnya, sehari setelah itu WP (14/1/2005) memuat laporan berikutnya
yang menyangkal pemberitaan sebelumnya. Menurut WP, pihak WorldHelp telah
membatalkan rencana awal mereka, dan bahwa "anak-anak itu masih di Aceh dan
belum diterbangkan ke Jakarta".
Apa pun alasan yang diberikan Brewer untuk membatalkan rencana awal mereka
(konon mereka sudah berhasil mengumpulkan dana sekitar 70.000 dolar AS
untuk upaya awal itu!), berita yang diterbitkan WP sudah memperkeruh
relasi-relasi antaragama di Tanah Air yang terkena kanker kecurigaan.
Berita itu -didukung oleh prestise nama besar WP -hanya akan memperkuat
kecurigaan yang sudah ada, dan seakan-akan membenarkan isu-isu yang sudah
beredar sebelumnya tentang "Kristenisasi melalui adopsi".
=========================================cut
=========================================
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/