--- In [email protected], "Listy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: Ida Z.A [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: 24 Januari 2005 15:25
> To: [email protected]
> Subject: [ppiindia] Re: Mbak Listy...
> 
> 
> 
> 
> Pa kabar m Listy....hehehehe mo ngajak lunch nih kapan bisa...btw: 
> mataku kadang2 abu2 ato biru ato hijau loh mbak. hehehe nyambung 
yach!
> 
> 
> --- In [email protected], "Listy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> >  
> > fyi
> >  
> > ----- Original Message ----- 
> >  
> > 
> > http://jawapos.co.id/index.php?act=detail 
> <http://jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=4404> &id=4404
> >  
> > Senin, 24 Jan 2005,
> > Mata Biru Tinggal Separo 
> > 
> > 
> > MEULABOH - Kawasan pesisir pantai barat Nanggroe Aceh Darussalam 
> (NAD) selama ini populer dengan gadis-gadis cantik bermata biru, 
> berkulit putih, dan berambut pirang. Mereka adalah keturunan 
Portugis 
> yang sudah menetap beratus-ratus tahun di beberapa desa di Lamno, 
> Kabupaten Aceh Jaya. 
> > 
> > Akibat bencana tsunami, warga Aceh keturunan Portugis yang 
> berjumlah 2.000 itu tinggal separonya. Mereka yang selamat kini 
> tinggal di sejumlah tempat pengungsian.
> > 
> > Menurut Tengku M. Yahya Wahab, banyak warga keturunan Eropa itu 
> yang menetap di Desa Ujung Muloh, Gle Jong, Gampong Biru, dan 
Kuala. 
> Setiap desa yang berada beberapa meter dari bibir pantai tersebut 
> dihuni sekitar 1.000-2.000 penduduk. Warga bermata biru membaur 
> bersama dengan penduduk asli Aceh. 
> > 
> > Membedakan warga keturunan dengan warga pribumi relatif tidak 
> sulit. Warna kulit dan mata mereka berbeda. Tubuh mereka juga 
tinggi 
> seperti orang Eropa. Yang menarik, meski berparas cantik, 
kebanyakan 
> di antara mereka agak pemalu jika bertemu dengan orang luar. Mereka 
> juga menolak difoto. "Karena sifat pemalu itu, mereka terkesan 
> eksklusif," kata Tengku Yahya, warga Lamno yang menjadi anggota 
DPRD 
> Aceh Jaya. Mereka kebanyakan menikah dengan sesama keturunan 
> Portugis. Tapi, belakangan, beberapa gadis mata biru bersedia 
> diperistri laki-laki dari luar komunitas mereka.
> > 
> > Gelombang mahadahsyat tsunami mengurangi jumlah warga keturunan 
> tersebut. "Kalau dihitung, kisarannya bisa mencapai separo dari 
> sekitar 2.000 warga," kata Yahya yang ditemui wartawan koran ini di 
> posko Satkorlak Penanggulangan Musibah Tsunami di Meulaboh.
> > 
> > Jarak ke Lamno sebenarnya lebih dekat dari Banda Aceh (60 
> kilometer) daripada lewat Meulaboh (150 kilometer). Namun, kawasan 
> itu masuk dalam teritori Korem 012/Teuku Umar yang berpusat di 
> Meulaboh. Karena itu, penanganan pengungsi di Lamno dikendalikan 
dari 
> Satkorlak di Meulaboh.
> > 
> > Menurut Kepala Bappeda Pemkab Aceh Barat Tengku Irwansyah, nenek 
> moyang si mata biru itu berasal dari Portugis dan Spanyol. Mereka 
> adalah sisa-sisa tentara dinasti Islam di Spanyol (Al-Hambra). 
Mereka 
> mengasingkan diri ke luar Eropa setelah kekaisaran runtuh pada abad 
> ke-14. 
> > 
> > Sebagian tentara kalah perang itu kemudian terdampar di wilayah 
> pantai barat NAD, khususnya di Lamno. Sebagian di antara mereka 
> menaklukkan kekuasaan kerajaaan Hindu di Aceh (Indrapuri) dan 
> mendirikan kesultanan Aceh yang berlatar Islam. Di Lamno, mereka 
> mendirikan kesultanan Lamno. "Karena itu, selain cantik, gadis-
gadis 
> mata biru itu dikenal sebagai pemeluk Islam yang taat, seperti 
warga 
> Aceh lainnya," terang Irwansyah.
> > 
> > 
> > Pindah ke Lamno
> > 
> > Kerusakan total seluruh fasilitas pemerintahan dan fasilitas umum 
> di Calang, ibu kota Kabupaten Aceh Jaya, membuat pelayanan 
> pemerintahan nyaris mandek. Karena itu, pemerintah pusat berencana 
> memindahkan sementara ibu kota kabupaten pecahan Aceh Besar 
tersebut 
> ke Lamno.
> > 
> > Menteri Koordinator Bidang Kesra Alwi Shihab menyampaikan hal itu 
> ketika meninjau pembuatan empat tempat relokasi sementara di Banda 
> Aceh serta Aceh Besar kemarin. Menurut mantan menteri luar negeri 
era 
> Abdurrahman Wahid tersebut, salah satu pertimbangannya, fasilitas 
> publik di Lamno relatif utuh. Meski, kota kecil itu kehilangan 
> sekitar 12.400 penduduk akibat tsunami.
> > 
> > "Bencana membuat Calang seperti terisap ke laut, sehingga seluruh 
> fasilitas publik hancur total. Menjadi lebih menguntungkan bagi 
kita 
> bila ibu kota Aceh Jaya sementara dipindah ke Lamno. Tentunya kalau 
> masyarakat Aceh Jaya menginginkannya. Bupatinya sudah tidak 
> keberatan," jelas Alwi.
> > 
> > Dengan pemindahan tersebut, kata dia, diharapkan operasional 
> pemberian bantuan bagi korban bencana selama masa tanggap darurat 
> menjadi lebih terorganisasi. Seperti diketahui, akibat bencana itu, 
> Bupati Aceh Jaya Zulfian Ahmad terpaksa berkantor di tenda TNI 
akibat 
> seluruh kantornya hancur. 
> > 
> > "Pemerintah daerah dan pemerintah pusat pada masa depan bisa 
> memikirkan apakah akan tetap menggunakan Calang atau memperluas 
> fasilitas publik di Lamno," ungkapnya.
> > 
> > Berdasarkan data Satkorlak Penanganan Bencana Aceh, Kota Lamno 
> masih memiliki infrastruktur yang memadai untuk menjadi ibu kota 
> kabupaten. Di kota tersebut masih terdapat fasilitas pemerintahan, 
> pendidikan, masjid, listrik, telekomunikasi, pasar, serta fasilitas 
> publik lainnya. Saat ini, fasilitas-fasilitas itu menjadi kamp 
> konsentrasi pengungsi dari Kecamatan Jaya, Sampoiniet, Setia Bakti, 
> Krueng Sabe, serta Panga. 
> > 
> > Di kota yang saat ini hanya dijangkau 15 sorti (penerbangan) 
> helikopter US Navy tersebut juga telah berdiri rumah sakit lapangan 
> yang dikelola International Medical Corps dengan tenaga-tenaga 
medis 
> asal AS. Rumah sakit yang dikepalai dr Jeffry Goodman itu mampu 
> melayani 1.000 pasien rawat jalan per hari serta puluhan tempat 
tidur 
> untuk pasien rawat inap. 
> > 
> > Rumah sakit tersebut juga menjalin kerja sama rujukan dengan 
rumah 
> sakit lapangan yang dikelola ICRC (International Committee of the 
Red 
> Cross) di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Setiap hari, pasien-
> pasien yang membutuhkan perawatan medis intensif serta tindakan 
> operatif akan diterbangkan menggunakan helikopter ke RS ICRC. 
> > 
> > Saat ini juga telah dimulai pembangunan jembatan penghubung Lamno-
> Jantho di Kabupaten Aceh Besar yang memungkinkan pengiriman bantuan 
> dari Banda Aceh dilakukan melalui jalur darat. Jembatan yang 
> dikerjakan Korps Zeni TNI-AD tersebut direncanakan mulai bisa 
> dioperasikan pekan pertama Februari mendatang. 
> > 
> > Berdasarkan data di Posko Induk Lamno, jumlah penduduk di 
Kabupaten 
> Aceh Jaya sekitar 96 ribu jiwa. Di antara jumlah tersebut, 50.758 
> orang dinyatakan selamat dari musibah tsunami pada 26 Desember 
2004. 
> Sedangkan sekitar 45.200 orang dinyatakan menjadi korban. Saat ini, 
> sekitar 46 ribu penduduk Aceh Jaya menghuni tempat-tempat 
> pengungsian. Mereka berasal dari Kecamatan Jaya sekitar 10 ribu 
jiwa, 
> Sampoiniet (8 ribu jiwa), Krueng Sabe (11 ribu jiwa), Panga (3.500 
> jiwa), Setia Bakti (3.500 jiwa), serta Teunom (10 ribu jiwa). 
> (agm/noe)
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke