28.01.2004
 
Rahasia penuaan
 
(Bahkan bir juga dipromosikan sebagai obat anti penuaan)
 
Sejak lama, manusia lebih banyak berusaha memerangi proses penuaan, ketimbang 
berusaha mengerti prosesnya. Juga para ilmuwan, cukup lama mengabaikan tema 
penuaan. Kini diketahui, penuaan berkaitan erat dengan proses metabolisme 
molekuler. 
Transkripsi dan tranlasi

Sintesis protein yang berlangsung dengan tepat sangatlah penting bagi sel-sel 
yang hidup. Namun demikian ternyata prosesnya sangat rumit dan kompleks. Proses 
ini harus akurat dan mempunyai mekanisme-mekanisme yang �berkemampuan memeriksa 
kembali�. Kadang-kadang protein-protein yang tidak berfungsi secara tepat juga 
dibuat oleh sel-sel, yang biasanya hal ini disebabkan oleh kesalahan pada DNA 
genetik ( suatu simulasi ) atau kesalahan pada waktu alih informasi dari gen ke 
protein. Organisme-organisme yang lebih tinggi (eukariot) mempunyai mekanisme 
untuk mengenali dan merusak atau menghancurkan secara cepat protein yang 
�salah� tersebut. Apabila tidak terjadi pembetulan atau penghancuran dengan 
cepat, protein yang �salah� tersebut dapat menyebabkan kesalahan fungsi 
metabolic, misalnya terjadi penyakitkan genetik pada manusia seperti thalasemia 
dan sel darah bulan sabit. Proses penyalinan informasi genetik pada DNA ke 
molekul-molekul yang mengarah atau berpartisipasi di dalam sintesis
 protein ( RNA yaitu asam ribonukleat ) disebut transkripsi.

Penuaan

Selama ini proses penuaan dipandang sebagai proses yang berbeda dengan fenomena 
biologis lain, amat sulit dipecah-pecah menjadi bagian-bagian terpisah yang 
dapat diuji coba. Penelitian lebih terfokus pada proses, yang memicu kehidupan 
dan mengakhirinya. Namun faktor-faktor apa yang mempengaruhinya dan seberapa 
lama makhluk hidup dapat hidup, memang sedikit sekali diteliti. Namun sejak 
satu dasawarsa terakhir, terdapat sejumlah ilmuwan yang meneliti cabang 
mengenai rentang umur kehidupan.

Beberapa obyek penelitian terpenting, untuk menjelaskan proses penuaan adalah 
ragi, cacing atau lalat buah. Tentu banyak yang bertanya, mengapa ragi, cacing 
atau lalat? Bagaimana menarik analogi antara penuaan pada jamur, cacing atau 
lalat, dengan penuaan pada manusia? Ternyata pada dasarnya terdapat model 
penuaan pada jamur atau binatang berderajat rendah itu, yang dapat ditarik pada 
model seluler proses penuaan binatang menyusui, termasuk juga manusia. 

Pada jamur ragi, proses reproduksi dengan menumbuhkan sel anakan, melambat dan 
berhenti pada usia tertentu. Siklus ini mirip dengan siklus reproduksi manusia. 
Hal tsb merupakan aspek biologis dari penuaan, yang nyaris tidak berubah dalam 
proses evolusi. Para ahli menyebutnya sebagai sifat khas yang diawetkan. 
Berdasarkan penelitian, para ahli dapat menemukan faktor-faktor apa yang 
mempengaruhi seberapa sering sel ragi dapat membelah diri, antara lain; faktor 
genetis dan faktor lingkungan. Yang menarik, kedua faktor ini berkaitan amat 
erat. 

Faktor kalori

Dalam penelitian ditemukan, pengurangan sumber kalori pada medium tempat ragi 
tumbuh, yakni glukosa dari dua menjadi setengah persen, justru memperpanjang 
umur sel ragi. Dimana, dengan lebih sedikitnya masukan kalori makin panjang 
umur sel. Demikian pengamatan para peneliti, bukan hanya pada ragi, tetapi juga 
pada binatang lainnya sampai ke tikus percobaan. Perpanjangan umur ragi, akibat 
berkurangnya pasokan glukosa, diatur oleh gen tertentu yang disebut regulator 
informasi peredam�SIR dua. Jika terjadi kondisi kekurangan sumber energi, gen 
bersangkutan meregulasi agar DNA bekerja lebih lambat. 

Dengan puasa semacam itu, DNA menahan diri, untuk tidak melakukan rekombinasi, 
yakni pertukaran potongan DNA diantara kromosom yang berbeda-beda. Pada lalat 
buah diamati, masukan kalorinya lebih sedikit, selain meningkatkan aktivitas 
enzim dari protein, juga meningkatkan konsentrasi enzym bersangkutan. Kedua hal 
tsb, menurunkan sintesa dalam gen dan juga rekombinasi DNA, dengan dampak 
memperpanjang umur lalat bersangkutan. Sejauh ini para ahli masih meneliti 
kaitan antara menurunnya aktivitas molekuler dengan umur panjang tsb.

Tim yang dipimpin George Roth dari institut nasional penuaan di AS, melakukan 
penelitian lebih lanjut dengan monyet rhesus. Seperti diketahui, kode genetik 
monyet lebih dari 90 persen identik dengan kode genetik manusia. Satu kelompok 
monyet percobaan, mendapat masukan kalori sekitar 30 persen lebih rendah dari 
kelompok monyet pembanding, selama masa uji coba antara tiga sampai lima tahun. 
Juga dalam ujicoba ini, para peneliti mengamati terjadinya perubahan terukur 
sejumlah parameter biologis pada monyet yang dipaksa puasa. Antara lain, lebih 
rendahnya suhu tubuh, menurunnya kadar plasma insulin serta meningkatnya 
sejenis hormon steroid, yang kadarnya justru menurun pada monyet yang berusia 
lanjut.

Sejauh ini para peneliti masih mengamati, apakah monyet-monyet percobaan yang 
jatah kalorinya dikurangi, dapat berumur lebih panjang dari monyet pembanding 
yang diberi masukan kalori normal. Akan tetapi, yang cukup menarik ketiga 
parameter biologis, yang ditunjukkan monyet percobaan, juga diamati terjadi 
para manusia berjenis kelamin pria, yang tergolong berumur panjang. Ternyata 
rahasia umur panjang, terletak pada proses yang terjadi di tingkat molekuler.

Korelasi metabolisme

Sekarang pertanyaannya, bagaimana menarik korelasi antara umur panjang dengan 
penuaan? Untuk itu, ada satu unsur lagi yang amat penting dalam metabolisme dan 
pembangkitan energi di dalam sel, yakni oksigen. Tanpa oksigen, sel-sel makhluk 
hidup tidak dapat memproduksi cukup energi untuk tetap hidup. Hasil buangan 
dari reaksi metabolisme oksigen di tingkat molekuler, adalah apa yang dinamakan 
oksigen reaktif atau juga disebut radikal bebas. Proses penuaan sel, terjadi 
akibat oksidasi DNA dan oksidasi protein. Untuk gampangnya, para peneliti 
membayangkan proses karat, akibat terjadinya oksidasi logam.

Jika proses metabolisme berlangsung lambat, seperti pada kondisi kekurangan 
glukosa pada jamur, jumlah radikal bebas yang diproduksi juga menurun. 
Sementara pada situasi berkelimpahan makanan, produksi oksigen reaktif juga 
meningkat. Akibatnya, proses oksidasi DNA dan protein atau juga pada unsur 
pembawa sinyal, yang tergantung pada status oksidasi semakin cepat. Dampaknya 
sel juga menua dengan cepat. Rahasia proses penuaan inilah, yang diteliti oleh 
para ilmuwan selama satu dekade terakhir ini. 

Pada dasarnya, makhluk hidup dapat memerangi stress oksidatif tsb. Bahkan pada 
binatang yang masih muda, hampir semua radikal bebas dapat dikalahkan. Namun 
tidak semua oksigen reaktif dapat dihambat dan tidak semua kerusakan sel dapat 
diperbaiki. Bersamaan dengan semakin tuanya makhluk hidup, komposisi sel yang 
rusak teroksidasi akan semakin banyak. Penelitian pada cacing, lalat dan tikus 
menunjukkan, proses penuaan akan menjadi semakin cepat, jika gen yang tahan 
terhadap stress oksidatif dinon-aktifkan.

Setelah menemukan rahasia proses penuaan, para peneliti tentu berusaha mencari 
terapannya, terutama untuk merekayasa prosesnya, agar proses penuaan dihambat 
dan rentang umur dapat diperpanjang. Untuk itu, penelitian menggunakan primata 
seperti monyet, yang harus lebih diintesifkan. Para peneliti mengakui, perlunya 
melakukan penelitian lebih mendalam menyangkut pencegahan proses penuaan tsb.

Walaupun begitu, berbagai perusahaan kini menawarkan produk, yang seolah-olah 
mampu membuat orang awet muda dan mencegah penuaan. Lebih dari 250.000 situs 
online, dengan gencar menawarkan obat anti penuaan. Sebagian malahan dengan 
unsur yang justru mempercepat penuaan. Misalnya saja penawaran obat anti 
penuaan yang mengandung hormon pertumbuhan. Data ilmiah menunjukkan, hormon 
pertumbuhan, justru memiliki efek mempercepat penuaan bukan mencegahnya. 
Sasaran utama penelitian para ahli, justru untuk menemukan rahasia umur 
panjang, sekaligus menjadikan manusia lebih sehat dan lebih produktif. 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Mail - 250MB free storage. Do more. Manage less.

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke