http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=185223&kat_id=23 Rabu, 26 Januari 2005 20:44:00
30 Persen Siswa SD tak Bisa Lanjutkan Sekolah Laporan: Reiny Bandung-RoL-- Sekitar 48.600 siswa, atau 30 persen dari 162 ribu siswa sekolah dasar (SD) di Jawa Barat tidak bisa melanjutkan sekolah. Pasalnya, selain orangtua siswa itu tidak mampu secara ekonomi, daya tampung sekolah tidak memadai. Demikian dikatakan Kasubdin Bina Program Disdik Jabar, Syarif Hidayat, seusai acara Silaturahmi dan Raker Ikapi Cabang Jabar, Rabu (26/1). Ia menambahkan, siswa yang tidak dapat melanjutkan sekolah paling banyak berasal dari kabupaten pinggiran seperti Pantura dan Jabar selatan. ''Seharusnya memang ada SMP inpres. Tapi sekarang bangunan yang ada banyak yang rusak,'' ujar Syarif menandaskan. Setiap hari, ia mengaku mendapatkan laporan tentang sekolah rusak, baik SD atau sekolah jenjang menengah dan atas. Dari informasi yang didapatkannya, jumlah SMP/MTS yang rusak mencapai 3.151 sekolah, SD/MI 43.023 dan SMA/SMK 1.664. Syarif menambahkan, pada 2005 ini, pihaknya akan berusaha untuk mengurangi jumlah siswa yang tidak sekolah. Salah satu caranya, adalah dengan rehabilitasi sekolah, pembangunan ruang kelas baru (RKB), dan membangun SMP terbuka. Ia menjelaskan, saat ini pemprov hanya berkonsentrasi di tingkat SMP. Untuk pembangunan SMP terbuka, lanjut Syarief, dana yang dianggarkan mencapai Rp 11 miliar untuk 165 SMP terbuka. Selain itu, pemprov akan merehabilitasi ratusan bangunan SMP dan membangun ruang kelas baru (RKB). Untuk rehabilitasi satu RKB, dibutuhkan dana Rp 30 juta dan pembangunan satu RKB mencapai Rp 40 juta. ''Untuk infrastruktur, anggarannya sebesar Rp 250 miliar. Namun jumlah itu baru delapan persen dari APBD provinsi. Seharusnya anggaran untuk pendidikan mencapai 20 persen,'' tutur Syarief. Ditambahkan Syarif, meskipun pemprov akan membangun banyak sekolah, jumlah itu hanya mampu menampung 15 persen atau sebanyak 7.290 siswa. Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk saling membantu. Sebenarnya, jika ditambah dengan sekolah swasta siswa SD yang akan menginjak SMP akan tertampung. Namun hambatan yang muncul adalah mahalnya biaya pendidikan di sekolah swasta. Ketika ditanya beasiswa yang akan dikeluarkan Disdik Jabar, Syarif menjelaskan, pemprov menganggarkan Rp 110 miliar, masing-masing siswa mendapat Rp 1 juta. Hingga kini, Disdik Jabar masih mendata siswa yang akan mendapat beasiswa. ''Yang mendata kelurahan dan camat setempat,'' katanya menjelaskan. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

