"MHOEL"                                                   
                       
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:       
<[email protected]>                    
                      co.id>                   cc:                              
                       
                                               Subject:  Re: [ppiindia] Re: 
Enam Pura Dirusak Orang    
                      01/27/2005 12:13          Tak Dikenal                     
                       
                      PM                                                        
                       
                      Please respond to                                         
                       
                      ppiindia                                                  
                       
                                                                                
                       
                                                                                
                       









  Arriko,
  Kamu itu lucu deh...
  Bedug itu perangkat yang dulu biasa dipakai sebelum azan dikumandangkan.
Kalo kentongan biasa dipake petugas ronda untuk neriakin "Maliiiii...ng"
atau kondisi darurat lainnya. Kalo lonceng  tergantung ukurannya, kalo
besar
untuk gereja, kalo kecil biasa dipake untuk jualan es krim...
==============
Belum pernah lihat Wihara di Cina dengan bedug besar yg dipakai untuk
upacara? Buat acara shaolin silat?
Kentongan bukan cuma untuk ronda mas..belum pernah lihat beberapa Pura di
Bali yg menggunakan Kentongan? atau di Klenteng sebagai perangkat upacara
doa??

Kebiasaan ronda pake kentongan ya mas?? atau pernah jadi hansip??
Lonceng kecil emang buat tukang es atau membangunkan orang
di asrama untuk bangun di pagi hari sama spt kentongan...hehehehe....


  Saya juga punya usul,
  Lebih bagus kamu hidup di kota2 yang sedikit mesjidnya.Itu akan memberi
ketenangan bagi kamu dan org2 sealiran denganmu.... Kamu punya banyak
pilihan kok. Kalo kamu nggak siap, maka kamu harus siap hidup dengan
perbedaan.
=============
Terima kasih untuk usulannya. Saya tdk masalah tinggal di manapun....
toh saya sdh bilang kalo saya tidur pulas...
suara adzan atau apapun nggak kedengaran.... hehhehee.....
Saya sdh biasa dg perbedaan mas.....keluarga kami warna-warni... iiiii....
:o)



  Lucu juga khan kalo kamu masuk ke lingkungan yang mayoritas berbeda
keyakinan dengan kamu tapi kamu tiba2 seperti menjadi juragan yang ingin
mengatur kehidupan spiritual mereka yang sudah mengakar.
===========
Nggak ada keinginan untuk ngatur....cuma ngasih usul
Apakah kalo ngasih usulan berarti mau ngatur??
Apakah kalo ada yg beda berarti menentang??
Mau berubah silakan.... tidak juga nggak apa-apa....
namanya juga usul.....


  Kamu hanya menghabiskan energimu untuk mikirin akidah akidah org lain,
sementara kamu sendiri tidak ngerti apa2 tentang itu. Sesuatu yang tidak
indah bagimu belum tentu indah bagi org lain. Sama halnya lagu seriosa bagi
beberapa org mungkin  terdengar begitu indah, tapi bagi seorang anak kecil
mungkin menjadi sesuatu menyeramkan. Lonceng gereja begitu indah dan damai
bagi umat kristiani, tapi bagi orang yang jantungan mungkin menjadi sesuatu
yang membahayakan dan bisa mempercepatnya ke kuburan.
==========
Mempercepat ke kuburan kalau dengan bunyi dentang lonceng orang tsb
ingat akan kesalahan dan dosanya yg gede banget.... :o)

Silakan simak lagi tulisan saya... apakah saya mengacak-acak akidah??
tidak sama sekali!!! Yg sering saya dengar malah ada yg suka ngacak-ngacak
akidah Kristen dg tafsiran sendiri....

Yg saya sampaikan cuma usulan praktis, yg kalo mau dilakukan monggo
kerso...
kalo nggak.. ya monggo kerso... tdk apa-apa....



  Koor-koor gereja bagimu terdengar merdu, tapi bagi org lain bisa jadi
terdengar seperti bunyi gerombolan tawon. Kamu pikir suara2 itu tidak
mengganggu lingkungan di sekitarnya? Bisa ya bisa tidak. Cuma mereka
mungkin
ngak separah kamu. Mereka masih toleran. Aku senang dengan lagu silent
night
Marriah Carey, tapi ketika itu kuputar, bosku langsung protes dan minta aku
segera mematikan lagu itu karena merasa tidak nyaman dengan lagu itu
(kebetulan ruangannya disebelah ruanganku).
===============

Kalo 10 koor nyanyi  bareng di 1 tempat dg lagu berbeda dan volume
kenceng...
ya.. seperti tawon bunyinya mas...bikin kuping "pengeng"... hehehehee....
Adzan seperti juga koor ... ada nilai seninya....saya juga sering menikmati
bahkan ikut melantunkan bbrp bagian adzan di dlm bathin untuk memuji
Allah...
terutama kalau lagi berkunjung di rumah kerabatku di daerah. Suara adzan
masih
indah terdengar dari rumah atau di tengah sawah, karena tdk banyak
masjidnya.


  Cerita temanmu yang islam itu bisa saja, tapi tidak ada yang tahu
seberapa
bener dia menjalankan ibadahnya, seberapa islam hatinya, seberapa dalam
pengetahuan islamnya, seberapa ngerti dia dengan keyakinannya. Jadi itu
nggak bisa kamu jadi'in referensi.
===========
Paling tidak, bisa dilihat, bahwa orang seagama, sebangsa, segolongan
sesuku
bahkan satu keluargapun pasti terdapat perbedaan. Apakah bisa menghargai
orang yg berbeda..?? itu aja...


  Kakekmu muslim yang taat. Pertanyaannya siapa yang memberi gelar taat ke
kakekmu? Kamu sendiri? Jangan gampang ngasih embel2. Taat itu hanya Tuhan
yang tahu dan itu menjadi cita2 org beriman sebelum mati. Bilang taat kok
ada cucunya berubah keyakinan. Kesian deh Kakekmu.
========
Dari Saudara dan kerabatnya sekampung....Sholatnya rajin, suka memberi
sedekah untuk yg tdk mampu, tidak banyak menuntut, rajin berpuasa, sangat
menyayangi keluarga, suka mempelajari agamanya.... apakah itu bukan ciri
orang taat?
Perubahan keyakinan beberapa di antara kami karena keputusan sendiri, tidak
ada kaitannya dengan kakek-ku yg sdh tenang di alam baka...
Kami merasa lbh dpt merasakan rahmat Allah dg Agama yg kami pilih saat ini.


  Loudspeaker dan Mikrofon bagian dari peradaban manusia. Apa kamu pikir
Loudspeaker dan Mikrofon tercipta karena org baca kitab sucimu? Tunjukan di
surat mana diajarin cara bikin speaker atau mikropon?
==========
Betul sekali... itu bagian dari peradaban manusia... Apa agama yg bikin?
Atheis?
Di situlah letaknya bahwa setiap orang, setiap golongan, setiap agama
mempunyai ketergantungan satu sama lain...
Saya bisa tunjukkan kepada anda cara bikin speaker dari "kitab suci"-nya
elektronik...hehehehe....


  Tahu apa kamu tentang pandangan Islam terhadap org kafir? Kamu adalah
kafir memang benar itu dipandang dari sisi Islam. Tidak perlu merasa
terganggu dengan itu selama tidak ada yang terang2an menunjuk jidatmu
sambil
teriak "Hei kafir loe!". Muslim juga dianggap kafir jika dipandang dari
agama kamu. Apa tidak ada kata2 kafir dikitab sucimu? Bagi Islam kafir
adalah sebutan bagi org yang mengingkari atau tidak mengakui Allah sebagai
tuhannya. Sebaliknya begitu juga dengan agamamu akan  mengaggap kafir bagi
yang tidak mengakui Yesus sbg tuhannya. Silah saja.
===========
Kafir agama atau kafir akhlak??
Lebih menyedihkan adalah kafir akhlak...
Lebih mulia mana orang yg beragama, taat beribadat,
tapi korup, egois, menyebalkan, bicara seenak udel, dibanding dengan
orang atheis yg santun, dermawan, suka menolong, jujur dan adil??

Yesus dengan sangat bijak pernah berkata kepada para muridNya :
"...Siapa yg tidak melawan kamu, dia ada dipihakmu...".
Siapapun dapat menjadi kawan dan tidak perlu dg cepat menghakimi pihak
lain.
Itu pesan moral yg utama untuk kami. Siapapun, dari agama manapun asal
punya tujuan yg mulia berarti dia juga bersama-sama Mengagungkan Allah.


  Muslim hanya dilarang mengikuti ibadah agama lain, karena itu berarti
mengingkari Tuhannya sendiri. Islam  mengajari kamu habluminannas dan
habluminallah. Membina hubungan baik dengan manusia dan juga Allah sebagi
Tuhannya.
=======
Sejalan pak dengan ajaran Yesus :
"Cintailah Allah dengan segenap hatimu, segenap jiwa dan ragamu dan
cintailah
sesamamu manusia seperti engkau mencintai dirimu sendiri".


  Usulku : Simpan usulmu. Karena usulmu lucu. Analoginya seperti org yang
buta huruf ngajarin guru bahasa Indonesia bagaimana cara membaca yang baik.
==========
Analogi yg tdk analog... apalagi digital, jauh..... hhehehehe....
Sebaiknya kalo punya usul disampaikan saja mas...
siapa tahu bisa jadi inspirasi buat orang lain....
Bukankah hal itu juga berarti beramal??

Ngomong-ngomong soal buta huruf...
saya lebih percaya dengan petuah nenek buyut saya yg buta huruf namun
jujur...
dibandingkan dengan Pejabat Pemerintah yg korup sok kuasa berpidato....

PENUTUP :
Usulan yg saya sampaikan cuma sekedar usulan praktis, tanpa ada itikad
mengganggu akidah agama lain. Kalo dianggap baik dan bisa dijalankan,
silakan dijalankan, kalo tidak ya sudah... dibiarken saja.....
Silakan Bapak-Ibu sekalian menilainya sendiri....

Saya mohon maaf kalau ada yg tdk berkenan. Saya harap ini tdk menjadi
polemik yg berkepanjangan......

  ----- Original Message -----
  From: "Arriko Indrawan" <[EMAIL PROTECTED]>
  To: <[email protected]>
  Sent: Wednesday, January 26, 2005 4:18 PM
  Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal


  >
  >
  >
  > Mr. Ambon..... emang sedikit berlebihan, nich.....
  > Kalo saya lagi pulas ya nggak kedengaran tuh bunyi adzan ...
hehehehe...
  >
  > Panggilan untuk Sembahyang umat Islam memang unik, yaitu adzan, berbeda
dg
  > agama-agama lain
  > yg menggunakan isyarat lain spt : bedug, Lonceng, Kentongan dll.
  > Selain sebagai panggilan untuk sembahyang juga dikumandangkan untuk
memuji
  > kebesaran Allah
  > dan sebagai Syiar Agama Islam. Adzan tdk monoton dan bisa
di-improvisasi
  > intonasi nadanya oleh
  > si pengumandang, sehingga bisa terdengar indah.
  >
  > Menurut cerita Almarhum Kakek saya, seorang Muslimin yg taat, sewaktu
saya
  > kecil,
  > Adzan dikumandangkan pertama kali oleh seorang pengikut nabi Muhammad
dr
  > Etiopia
  > (Saya lupa namanya).......di pinggir jalan perkemahan prajurit,
berteriak
  > dg kedua tangan
  > di samping mulut,  tanpa Loudspeaker untuk mengingatkan waktu sholat.
  > Petunjuk waktu sholatnya adalah posisi matahari atau bintang di
langit....
  >
  > Loudspeaker dan Mikrofon, hasil pemikiran dan teknologi orang Kafir,
  > digunakan di masjid-masjid
  > baru di pertengahan abad 20 untuk menjangkau makin banyak orang.
  >
  > Sejauh yg saya ketahui, di Turki bahkan di Pakistan juga Suara Adzan
Masjid
  > tdk sekencang di Indonesia. Ini cerita orang Pakistan kenalan saya,
  > beragama Islam.
  > Bahkan dia merasa terganggu dengan suara adzan dan Pengajian di Masjid
  > dekat tempat tinggalnya...
  > Apalagi di Indonesia, di Jakarta khususnya, Setiap RW dg radius kurang
dari
  > 500 m, minimal ada 1 Masjid...
  >
  > Jadi, bisa  dibayangkan kalau semua Masjid mengumandangkan adzan dlm
waktu
  > yg hampir bersamaan
  > dg volume yg full.... Yg terdengar bukan keindahan suara Adzan lagi,
tapi
  > sdh spt suara ribuan tawon pake
  > loudspeaker....Kebisingan....kontribusi polusi suara ??
  >
  > Adzan hanyalah sarana untuk mengajak dan mengingatkan orang untuk sujud
  > menyembah-Nya.
  > Kalau mau dilihat dg jernih, setiap Muslimin dan Muslimat sdh
mengetahui
  > tenggang waktu sholat...
  > sehingga adzan sebenarnya tdk terlalu diperlukan.
  > Misalnya sholat ashar dilakukan kira-kira antara pk. 3-an sampai 1/2 6,
  > Kalau punya kesadaran yg tinggi dan punya niat mau melaksanakan
kewajiban
  > sholat,
  > suara adzan tdk terlalu diperlukan, toh??
  >
  > Di sini bisa dikatakan bahwa  orang Turki dan Pakistan sdh lebih sadar
akan
  > hak dan kewajiban diri
  > dan orang lain... dibdk orang Indonesia... bukan begitu??
  >
  > Sekedar usulan kecil  :
  > 1. Lebih baik Masjid yg mengumandangkan adzan dikoordinasi dan digilir
di
  > masing-masing Kelurahan,
  >     2 atau 3 masjid saja yg mengumandangkan adzan untuk satu waktu
sholat
  > supaya suara adzan
  >      terdengar merdu dan indah
  > 2. Pengajian di Masjid atau ceramah di masjid selain jumatan tdk perlu
  > menggunakan Loudspeaker luar.
  >     Acara tsb lebih sering adlh acara orang yg hadir di Masjid pd saat
itu.
  > Orang lewat ataupun orang yg di
  >     rumah amat sangat sedikit yg mendengarkannya, bahkan mungkin hampir
tdk
  > ada yg mendengarkan.
  >     Selain itu, biaya listrik masjid menjadi lebih hemat dan masa pakai
  > alat-alat elektroniknya bisa lebih
  >     panjang.
  >
  > Bagaimana??
  >
  >
  > Salam,
  >
  > Arriko I
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >                       Carla Annamarie
  >                                                To:       Arriko
Indrawan/PRUIDN/IDN/[EMAIL PROTECTED]
  >                       01/26/2005 11:57         cc:
  >                       AM                       Subject:  Re: [ppiindia]
Re: Enam Pura Dirusak Orang
  >                                                 Tak Dikenal
  >
  >
  >
  >
  >
  > ----- Forwarded by Carla Annamarie/PRUIDN/IDN/Prudential on 01/26/2005
  > 11:58 AM -----
  >
  >                       abie zahra
  >                       <[EMAIL PROTECTED]        To:
[email protected]
  >                       com>                     cc:
  >                                                Subject:  Re: [ppiindia]
Re: Enam Pura Dirusak Orang
  >                       01/26/2005 11:50          Tak Dikenal
  >                       AM
  >                       Please respond to
  >                       ppiindia
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  > Ha...ha...ha......kocak cara berpikirnya, kayak Mr. Bean.
  > Hua.....ha....ha.....ha......huek!!  cuh!!!
  >
  > Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Di Turki yang berpenduduk 99,9% beragama
Islam
  > ada peraturan pembatasan
  > keras suara LOUDSPEAKER, jadi tidak keras seenaknya seperti di
Indonesia.
  > Pembatasan ini dibuat agar tidak menganggu orang yang membutuhkan
istirahat
  >
  > karena kerja shift, sakit  dsb. Bayangkan saja yang bekerja shift kalau
  > tidak tidur betul, bisa ngantuk-ngatuk di pekerjaan. Kalau ngatuk di
tempat
  >
  > kerja berarti bisa bekerja tidak betul, mudah membuat kesalahan jadi
  > produktivitas tidak optimal atau juga bisa mudah mendapat kecelakan di
  > pabrik. Kalau sopir bus ngantuk bisa membuat kecelakan lalu lintas atau
  > juga
  > membahayakan keselematan penumpang..
  >














------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke