http://www.indomedia.com/bpost/012005/29/depan/utama4.htm

Sabtu, 29 Januari 2005 01:38:05

"Janji Yudhoyono Di Awang-Awang"
Jakarta, BPost
Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ternyata mau juga berbicara soal mantan 
bawahan yang kemudian mengalahkannya pada Pemilu 2004, Susilo Bambang 
Yudhoyono. Ketua Umum PDIP ini ikut mengkritisi program 100 hari pemerintahan 
Yudhoyono-Jusuf Kalla dengan mengatakan janji mereka pada saat kampanye lalu 
masih di awang-awang.

Saat ini, menurutnya, rakyat sudah dapat menilai berapa banyak janji yang telah 
direalisasikan. "Janji-janji program kerja 100 hari bagi sebagian besar rakyat 
Indonesia menjadi tolak ukur kinerja pemerintahan baru ini. Tentu saja, rakyat 
juga akan melihat berapa banyak janji-janji itu dibuktikan. Saya ingatkan 
janji-janji kampanye jangan berada di awang-awang," kata Megawati dengan senyum 
khasnya usai menjamu Presiden Timor Leste Xanana Gusmao di kediaman Jalan Teuku 
Umar Jakarta Pusat, Jumat (28/1).

Mega dan Xanana bertemu selama tiga jam membahas perkembangan pembentukan 
Komisi Kebenaran dan Persahabatan yang dirintis pada masa pemerintahannya dulu. 
Komisi ini merupakan wadah penyelesaian masalah pelanggaran HAM berat pada 1999 
yang masih tersisa. 

Sedang Amien Rais, yang juga kalah pada pemilu lalu, menilai Yudhoyono sebagai 
pemimpin yang tidak berani mengambil risiko. Pemerintah Yudhoyono-Kalla sama 
sekali tidak melakukan gebrakan seperti yang pernah mereka gemborkan.

"Apabila tidak mau mengambil risiko maka jangan diharapkan ada 
gebrakan-gebrakan yang konkrit. Sepertinya mau maju ragu-ragu, mau mundur juga 
nggak enak. Ini yang nampak selama 100 hari," kata mantan ketua MPR tersebut 
dalam diskusi Refleksi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono-Kalla di Benteng 
Vredeburg Jalan A Yani Yogyakarta, Kamis malam.

Mantan ketua PAN ini menilai Yudhoyono menjadi presiden dengan popularitasnya 
yang sangat besar sehingga bisa mengalami nasib serupa si goyang ngebor Inul 
Daratista. 

"Saya khawatir apa yang terjadi di dunia hiburan bisa terjadi dalam dunia 
politik. Tapi mudah-mudahan saya keliru," ujarnya.

Adapun mantan Wapres Hamzah menolak mengomentari 100 hari masa pemerintahan 
Yudhoyono-Kalla.

"Nggak, nggak," kata ketua umum PPP ini singkat lalu bergegas pergi usai 
meresmikan Masjid Baiturrahman Sekretariat Wakil Presiden di Istana Wapres, 
Jakarta Pusat, kemarin.

Wapres Jusuf Kalla di tempat yang sama membantah pernyataan sejumlah pihak 
bawah program 100 hari mereka gagal. "Seratus hari yang menilai adalah 
masyarakat. Tapi kalau tidak berhasil, berarti anda takut keluar semua kan. 
Padahal sekarang situasi ekonominya kan lancar-lancar aja. Harga juga tidak 
naik. Ukurannya di situ. Jadi tidak berarti trennya harus naik," kata Kalla. 

Kalla berargumentasi kinerja mereka tidak bisa dinilai hanya dalam 100 hari. 
Kendati demikian pemberantasan korupsi sudah mulai terlihat hasilnya.

"Coba tanya gubernur dan bupati, kan lebih takut sekarang karena begitu dia ada 
masalah, panggil polisi, tangkap. Jadi memberantas korupsi bukan banyaknya yang 
ditangkap tetapi tren atau orang takut kepada korupsi. Itu yang paling pokok 
dalam keadaan sekarang," tukasnya.

Meski Kalla membela diri, aksi demonstrasi memperingati 100 hari 
pemerintahannya bersama Yudhoyono marak di mana-mana, termasuk di depan Istana 
Kepresidenan di Jalan Medan Merdeka Utara. Aksi nyaris berujung bentrok saat 
demonstran dihalau polisi.

Seorang demonstran bernama Monang Tambunan ditangkap polisi usai melakukan 
orasi. Monang ditangkap dan dibawa polisi dengan tuduhan menghina presiden. 
JBP/yat/ewa/tris/son


--------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke