Nimbrung ah,
1) yang diramaikan orang adalah menuntut (mendapatkan) hak. Ada gak 
yang menuntut (memberi) kewajiban?. Enggak ada ya? Mungkin itu yang 
menyebabkan didunia ini ada HAM tapi gak ada KAM.

--- In [email protected], "Listy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> ehe..hehee.. pagi-pagi ngomong menuntut hak..
> 
> apapun namanya, seandainya aku punya anak perempuan, tak akan aku 
bedakan dari anak laki2, akan aku support juga anak gadisku untuk 
belajar semaksimal kemampuan dia, akan aku support juga anak gadisku 
untuk mengekspresikan diri, agar dapat berbuat baik bagi dirinya, 
bagi diri2 yang lain dan juga bagi lingkungannya, insya Allah, untuk 
kebaikan2 hari yang akan datang, eh, ndilalah kok ya, anakku dua-
duanya cowo :)
> 
> mas Yustam, tadi pagi aku nyuci uang, betul2 nyuci uang :) karena 
lupa ngeluarin uang sisa ongkos bis dari saku, akhirnya ngomel 
deh :) .. kadang2 aku ngomelin anak2 yang malas ngerjain pe-er, nah 
kira2 menurut mas Yustam, emansipasi itu apakah juga berarti ngomel-
ngomel ya? hehehee..
> 
> mengais dan mendapatkan rizki itu kan bukan cuma hak dan kewajiban 
para pria, penjamin manusia atas rizki masing2 pun telah menuliskan 
dengan jelas, kira-kira artinya seperti ini, yang pria yang wanita 
akan diberikan rizkinya masing2, karena itu tak boleh ada rasa iri, 
cemburu atau dengki, bila ternyata seseorang, apalagi wanita, 
mendapatkan rizki yang lebih bila dibandingkan dengan apa yang 
didapatkannya.. gitu aja :)

2) Kalau saya menangkap ayat2 ttg hal ini adalah sbb:
Dalam hal beribadah dan berbuat kebaikan hak dan kewajiban pria dan 
wanita adalah sama. Wanita egga usah ngiri karena pahala syahid 
dalam peperangan yg didapat pria karena wanita bisa mendapatkan 
pahala sebesar syahid di dalam mengurus rumah tangganya di rumah. 
Dalam hal mendapatkan Hak pendidikan, kesempatan kerja, dll adalah 
juga sama antara pria dan wanita walau tetap saja ada keterbatasan2 
karena kodrati wanita/pria. Namun ketika bicara tentang kewajiban 
istri untuk mengais rizki/nafkah, saya masih ragu. Tentu saja ini 
semua ini kalau situasinya dalam keadaan normal lho. Karena kata 
wajib itu mengandung suatu kekuatan hukum kalau tidak dilakukan maka 
akan dosa bagi wanita tsb. Apa iya?

Pagi ini saya tercenung dengan Buku Hariannya Cak Nun. Ada dua hal 
yang tabu dipermasalahkan dalam rumah tangga bagi suami istri, yakni 
masalah uang (ekonomi) dan seks. Bagi cak Nun, uang hasil jerih 
payahnya semua dia serahkan kepada istrinya. Mau lebih..mau 
kurang..istri diberi kebebasan penuh untuk mengelolanya dengan tidak 
boleh mengeluh. Dengan diberi kebebasan itu, istri akan merasa 
tersanjung dan akan terus menggali ilmu untuk bersikap bertanggung 
jawab. Dengan sendirinya akan ada batasan-batasan yg timbul dari 
kebebasan itu. Jadi, yang membuat manusia itu bijak (?) adalah bukan 
kebebasan, tapi karena adanya batasan. Mungkin istilahnya adalah 
kebebasan yang bertanggung jawab???

Lalu saya bandingkan dengan wanita bekerja. Karena merasa turut 
mencari nafkah, tentu saja kita merasa punya andil yang sama dalam 
mengatur rumah tangga. Urusan rumah tangga bukan lagi monopoli 
wanita, pria juga harus terlibat (nyuci pakaian/piring, 
nyapu/ngepel, buat susu bayi, ganti popok bayi dll). Selama hal ini 
tidak mempengaruhi superioritas yang satu terhadap yang lain, saya 
rasa ini tidak masalah. Masing-masing harus menyadari bahwa hak dan 
kewajiban itu telah bergeser dengan ada kesempatan istri mencari 
nafkah pula. Namun yang menjadi pertanyaan saya pada masa sekarang 
ini, apa kah wanita karier bisa tetap setia & hormat kepada suami 
andai suami tidak berpenghasilan? Sedang kalau kita balik 
pertanyaannya apakah suami karir bisa tetap setia kpd istri yang 
tidak berpenghasilan, kok kayaknya gak perlu dijawab ya?

Pada masa sekarang, salah satu sebab mengapa banyak wanita menggugat 
cerai adalah karena wanita merasa mempunyai penghasilan (lebih) 
sehingga lebih mandiri. Jadi memang telah terjadi pergeseran nilai. 
Mengapa kita tidak berusaha menggeser nilai-nilai tsb kembali kepada 
ajaran yang fitrah? Katanya, teori keadilan menurut syariah Islam 
adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya (pada proporsinya). Nah 
tinggal kejujuran hati, dimana tempat kita sebenarnya. Andai saja 
pria dan wanita masing-masing jujur...ooh...alangkah indahnya hidup.

> salammm,

wassalam,
> 
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> 
> ....  ini adalah akibat dari sebab yang  digulirkan untuk 
memisahkan satu
> tatanan keluarga akibat dari penuntutan hak itu  kah  ? sehingga
> mengacaukan
> suatu system kekeluargaan,  mungkinkah ini sebab dari emansipasi
> atau akibat dari deras nya arus modernisasi  ?   mungkin mbak 
Listy yang
> lebih paham,
> 
> di negara berkembang penataan tata masyarakat kadang-kadang
> lebih banyak mengorbankan rakyat kecil yang tingkat pendidikannya
> rendah sehingga adaptasi terhadap perkembangan arus modernisasi
> tertinggal.   sehingga se akan-akan mereka menjadi beban bagi
> perkembangan itu sendiri,  tapi pada dasarnya mereka adalah warga
> negara  indonesia yang butuh perhatian dari penguasa agar kehidupan
> mereka bukan   menjadi beban    .....  tapi bagian  dari arus 
itu   ...
> 
> salam,





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke