Bagus lah kalau memang aparat sekarang sudah pada sadar merazia 
media2 modal dengkul yang isinya cuma pamer paha dada dan berisikan 
tulisan-tulisan tentang paha dada bawah dada dan atas dada.

Kenapa baru sekarang ya SBY..?. Gpp lah. Gak percuma kemaren nyoblos 
SBY.


cheers.

--- In [email protected], radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> "Pusar SBY": Korban pun berjatuhan
>  
> Korban pertama: Lilis Karlina
>  
> Pernyataan SBY yang gemas menyaksikan tayangan umbar pusar di  
layar kaca, kini makan korban. Tiga stasiun televisi sepakat untuk 
tak menayangkan video klip 'Terpesona' dari penyanyi dangdut Lilis  
Karlina. Ketiga stasiun televisi itu adalah TPI, Antv dan TVRI.
> 
> Menurut Lilis Karlina kepada Harian Terbit, kabar mengenai 
pencekalan video klip yang menggambarkan suasana 'Seribu Satu Malam' 
itu didapat dari manajemennya.  "Sampai sekarang saya masih 
penasaran, kenapa hanya video klip saya yang dicekal. Padahal soal 
penampilan tarian yang mempertontonkan pusar, tak hanya terdapat di 
dalam video klip saya,"  ujar Lilis. 
>  
> "Menurut manajemen saya, ketiga stasiun tv itu menolak video klip 
saya karena ada pesan dari pemerintah mengenai tayangan pusar. Tapi 
saya belum dapat kepastian tentang hal itu.
> Malah saya khawatir, mungkin ada seseorang yang tidak senang dengan 
saya, kemudian mencekal video klip itu," tambah penyanyi berparas 
sensual itu.
>  
> Sebelumnya, pihak stasiun televisi pernah memintanya untuk 
merekayasa video klipnya dengan menyamarkan pusarnya, diberi warna 
hitam atau diblur, tapi menurut Lilis, kalau perutnya dihitamkan akan 
menghilangkan estetika.
>  
> Penyanyi asal Purwakarta ini mengaku prihatin dengan pencekalan 
karya seni. "Pencekalan atas video klip itu adalah tindakan 
pengekangan terhadap ekspresi berkesenian. Kalau zaman dulu, mungkin 
saja masih dicekal-cekal. Tapi sekarang kan sudah berbeda. Yang 
jelas, saya rugi secara materi maupun ide,"  tutur penyanyi. 
>  
> Korban kedua: tabloid sensual
>  
> Buat para pencinta kisah-kisah panas dengan tambahan gambar 
perempuan  sensual, berduka citalah. Rem sedikit hasrat Anda untuk 
membacanya. Pasalnya, 'tabloid panas' itu kini susah didapat. Apa 
pasal? Para  pemilik kios  majalah 'ketar-ketir' karena kerap dirazia 
oleh para oknum berseragam. Tabloid yang kini susah dicari adalah: 
Lipstik, Exotica, Lelaki, dan lainnya. Kabar dari Bukittinggi, 
majalah Harper's Bazaar  dan Cosmopolitan pun ikut-ikutan disita 
aparat. Entahlah, setelah disita mau dibaca buat istri aparat, entah 
dijual lagi atau dikilokan - siapa tahu? 
>  
> Kalau suasananya sudah seperti ini, penerbit jelas rugi, pedagang 
majalah pun buntung, dan pilihan media jadi berkurang. Saya pribadi 
yang musti memantau berita tentang 'riset perilaku seksual remaja di 
4 kota' pun kini kelabakan.
>  
>  
> Salam udel!
> 
> Radityo Djadjoeri
>  
> 
> 
> Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke