wartawan terima amplop kok wajar sich....., apa anda nggak bisa cari makan yang lebih terhormat...!? memalukan saja...., mungkin dia akan mengajarkan keluarganya bagaimana cara menjadi kaya nggak peduli uang tersebut haram atau halal pokoknya sikat saja.... dasar anda manusia berjiwa korupsi.... untung keluargaku nggak ada yang jadi wartawan hehehe.... hehehe..... jadi apa bedanya mereka itu dengan koruptor, perampok, maling, copet dst....dst... ech aku kok jadi sewot nich..... aduh sorry nich..... salam...........
Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kawan, Tidak aneh jika wartawan amplop merajalela. Soalnya, PWI menghalalkannya.... Menjelang HUT PWI, rupanya PWI makin "mantap dan tegas" soal halalnya amplop... Ironis, HUT PWI dijadikan Hari Pers Nasional dengan policy PWI seperti ini.... Rio R Amak Syariffudin : Wajar Jika Wartawan Terima Amplop Surabaya � Jatim News Room (8/2); Beberapa Wartawan Tanpa Suratkabar (WTS) atau Wartawan Amplop yang ujung-ujungnya hanya ingin mendapatkan uang atau amplop dari nara sumber sehingga secara tak langsung sangat berdampak pada wartawan yang memiliki media yang jelas. Sehingga secara tak langsung nara sumber mempunyai anggapan kepada wartawan yang sebenarnya dan mempunyai media hanya ingin mendapatkan amplop. Instruktur Pusat Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Drs R Amak Syariffudin, saat ditemui di kantornya Jl Setail Surabaya, Selasa (8/2) siang mengatakan, wajar jika wartawan menerima amplop dari nara sumber asalkan pemberitaan yang dilakukan oleh wartawan tersebut tidak dapat mengubah dari kebenaran informasi yang di dapat dari nara sumber meskipun wartawan tersebut sudah mendapat amplop atau uang transport. Dikatakan Amak, untuk mengantisipasi adanya WTS atau wartawan amplop maka sebaiknya nara sumber jangan memberikan uang didalam amplop, namun terlebih dahulu wartawan tersebut ditanya asal usul medianya. "Bila perlu menunjukan surat kabarnya dan jika memang memiliki surat kabar maka terlebih dahulu ditanya apa keperluannya dan apa kaitannya dengan medianya tersebut," ujarnya. Ditambahkannya, kalaupun nara sumber tetap memberikan amplop kepada wartawan maka hal itu tentu dapat diduga bahwa nara sumber memiliki kesalahan sehingga pemberian amplop ini bertujuan untuk menutup kebobrokan dari nara sumber tersebut. "Mungkin nara sumber tersebut mempunyai kesalahan atau sesuatu tidak beres sehingga takut, dan jika tidak salah kenapa takut menghadapi wartawan tersebut," katanya. Dia menjelaskan, berbeda dengan wartawan yang jelas identitasnya meskipun sudah menerima amplop namun dari segi pemberitaan tetap akan disampaikan kepada masyarakat dengan sebenar-benarnya tanpa isi dari pemberitaan tersebut dikurangi atau dilebih-lebihkan. Menurut pandangannya, perkembangan media yang tak jelas saat ini sudah turun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Karena hal ini dilihat dilapangan sudah mulai berkurangnya penerbitan-penerbitan tabloid pada sudah �mati�. Penerbitan tabloid ini dikategorikan sangat kasar, mengapa demikian karena penerbitan ini bertujuan untuk menjatuhkan seseorang," tambahnya Kebanyakan �WTS� ini sudah berusia umur kata Amak, namun hal itu bukan berarti sudah menyandang sebagai wartawan senior. "Karena hal itu sudah saya sering alami yang datang hanya untuk meminta uang �sangu� atau uang jajan, namun jika tetap gotot maka saya tetap akan tidak memberinya namun untuk memberikan informasi saya tetap tak lupa akan memberikan," katanya (ris/abd/s*t) __________________________________ Do you Yahoo!? Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard. http://promotions.yahoo.com/new_mail *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - now with 250MB free storage. Learn more. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

