** Mailing List Nasional Indonesia PPI India Forum **

Cinta, Tak Sebatas Asmara (Edisi 230)
STUDIA Edisi 230/Tahun ke-6
Publikasi 12/02/2005

hayatulislam.net - Seandainya di bulan Februari nggak ada tanggal merah jambu, 
mungkin temen-temen kita nggak pada sibuk berburu pernak-pernik bernuansa 
cinta. Bagi para pelaku bisnis, tanggal merah jambu ini identik dengan tambang 
uang. Dalam nuansa penuh warna pink di pusat-pusat perbelanjaan juga 
disemarakkan balon warna-warni berbentuk hati, semua produk berlabel love alias 
cinta pun banyak dicari. 


Berbagai produk ditawarkan. Mulai dari kartu ucapan, cokelat dengan bentuk dan 
kemasan yang bervariasi, bunga, boneka, bantal, aneka baju berwarna pink, 
pernak-pernik (semacam cardigan, bando, ikat rambut, jepit rambut), hingga buku 
dan CD. Udah gitu pake diskon lagi. Gimana konsumen nggak pada ngiler. Tinggal 
pilih, cocok, bayar. 

Hari kasih sayang yang setiap tahun jatuh pada tanggal 14 Februari ini lho yang 
kita sebut tanggal merah jambu itu. Dunia mengenalnya, Valentine Days (VD). 
Hari gini, kita bisa tergolong remaja ku�in (pinjem istilah Mbak November Rain 
di sebuah milis) alias kurang informasi kalo nggak kenal VD. Momen yang udah 
pasti nggak akan lewat dari pengamatan remaja sejagat raya. Bagi mereka, 
maknanya begitu spesial. Sehingga kian bejibun remaja-remaji yang ikut 
berpartisipasi dalam merayakannya dari tahun ke tahun. 

Penulis sempet survey ke lapangan perihal perayaan VD ini di mata remaja. Sebut 
saja Vika dan Yuli (siswi kelas 3 SMUN 3 Bogor) serta Valentiana (siswi kelas 2 
SMP PGRI 1 Bogor), biasanya mereka saling ngasih ucapan baik secara langsung, 
via kartu, SMS, atau EMS yang pasti melankolis abis. Ada juga acara tuker kado 
antar temen cewek dan nggak ketinggalan cium pipi kiri-kanan. Atau makan bareng 
di caf� atau rumah teman. Kalo pendapat Fajar (Siswa kelas 2, SMU Taruna 
Andika) laen lagi. Doi bilang, temen-temennya suka jalan-jalan bareng pacar. 
Malah ada yang sampe booking di hotel dan ML. Waduh! 

Sobat, makin syerem aja ya ekspresi cinta remaja di bawah bendera Valentine 
Days. Padahal dari hasil survey penulis, nggak semua remaja tahu banget 
asal-usul VD itu sendiri. Paling-paling tahu artinya hari kasih sayang doang. 
Nggak lebih. Walau mereka aktif merayakannya setiap tahun. Emang sih, 
kebanyakan ikut-kutan ajakan temen atau terprovokasi oleh media massa. Tapi 
tetep aja menikmati. Hayoo ngaku aja! Nah, biar kita-kita nggak tergolong 
anggota PKI alias Pemuda (i) Kurang Informasi, ada baiknya kita tengok sekilas 
sejarah VD. Yuk? 

Sekilas sejarah VD

Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi 
terkenal adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di 
zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II 
menghukum mati St. Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. 
Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nashrani lalu 
dia memerintahkan untuk menangkapnya. 

Dalam versi kedua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam 
berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk 
pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. 
Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di 
gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. 
Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang 
terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. 
Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan �Dari yang 
tulus cintanya, Valentine.� Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama 
Nashrani bersama 46 kerabatnya. 

V ersi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, di salah 
satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. 
Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan 
Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah 
kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan 
gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga 
mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan �dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan 
kepadamu kartu ini.�

Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan 
mengganti kalimat �dengan nama tuhan Ibu� dengan kalimat �dengan nama Pendeta 
Valentine� sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani. 

Sobat, dengan informasi tentang sejarah VD di atas, semoga kamu makin haqul 
yakin kalo VD adalah budaya non Islam. Bukan cuma sekedar seremonial biasa. 
Jadi, seperti pendapat Ismail (salah satu alumnus SMU Bina Sejahtera), �Nggak 
baek ngikutin perayaan agama laen kayak Valentine Days. Sekedar tahu sih boleh 
aja.� Nah, biar nggak kejerumus. Hindari ya? Akur kan? Pasti dong! Sip deh! 

Cinta kita begitu luas

Sobat muda muslim, mendengar obrolan remaja tentang cinta, sepertinya makna 
cinta itu makin menyempit. Sesempit ruang bernapas dalam KRL Jakarta-Bogor 
kelas ekonomi di pagi hari. Maknanya nggak jauh dari cerita indah yang 
menghiasi keseharian Kenshin Himura dan Kori dalam Samurai-X. Selalu diartikan 
kasih asmara antar lawan jenis. Padahal Allah SWT menciptakan rasa ini dalam 
diri manusia nggak cuma dalam rangka memadu kasih dua insan yang tengah 
kasmaran. Bisa juga berupa kecintaan seorang bapak kepada anak dan istrinya, 
cinta kita pada orang tua dan keluarga, atau kepada saudara seakidah. 

Seorang bapak, nggak kenal lelah untuk mencari nafkah sebagai ekspresi cintanya 
pada keluarga. Sekecil apapun kesempatan yang Allah berikan untuk menghidupi 
keluarganya, akan dia kejar meski harus membanting tulang dan bermandi 
keringat. Baginya, jadi pedagang asongan, petugas parkir, atau tukang bakso 
keliling dengan penghasilan minim lebih mulia dan terhormat dibanding seorang 
pencopet, maling, atau penjudi. 

Cinta kita pada orang tua sudah seharusnya membuat kita belajar untuk mandiri 
berbakti kepadanya. Menginvestasikan setiap pemberian mereka dalam ilmu yang 
bermanfaat dan kedewasaan dalam besikap dan berbuat. Sebab someday , kita pun 
akan jadi orang tua yang mengurus keluarga sendiri dan juga mereka yang telah 
renta. 

Cinta kepada saudara seakidah akan menghancurkan tembok sekolah, rumah, suku, 
atau negara, yang menyekat kita. Rela mengorbankan harta, tenaga, waktu, 
pikiran, atau apapun yang dimiliki sesuai kemampuan untuk saudaranya. Dalam 
hadis Mutafaq �alaih dari Anas dari Nabi Saw ia bersabda: 

�Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya 
sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.�

Dan yang terakhir adalah kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya. Menurut 
al-Zujaj:

�Cintanya manusia kepada Allah dan RasulNya adalah menaati keduanya dan ridho 
terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.� 
Sehingga seorang hamba akan bersegera memenuhi seruan-Nya. Meski harus ditukar 
dengan cintanya pada anak-istri, keluarga, atau harta benda (lihat Qs at-Taubah 
[9]: 24).

Nah sobat, inilah makna cinta bagi seorang muslim. Begitu universal dan luas. 
Saking luasnya nggak perlu dibatasi dengan hari khusus macam VD. Atau 
diekspresikan dengan pacaran dan gaul bebas yang malah menempatkan cinta itu 
sendiri atas nama nafsu syahwat. Kita bisa mencintai sepanjang hari selama 
hidup kita dan tidak terbatas cuma kepada lawan jenis aja. Karena itu, 
cintailah cinta dari sang Pemberi Cinta. 

Serangan budaya di depan kita

Sobat muda muslim, di era globalisasi kayak sekarang, emang nggak gampang 
menghindari serangan budaya sekular barat. Dunia begitu sempit. Sementara 
jangkauan pengaruh budaya itu malah makin meluas dengan bantuan kecanggihan 
teknologi. Di dunia cyber maupun di dunia nyata, arus budaya itu keluar masuk 
nggak pake karcis dan bebas menyapa remaja. Kondisi ini diperparah oleh 
kampanye �selamatkan remaja dari status jomblo� melalui tayangan sinetron atau 
reality show yang bertemakan cinta remaja. Pada akhirnya, kian banyak remaja 
yang tergoda untuk ikut-ikutan gaul bebas dan menodai cintanya dengan lumuran 
hawa nafsu. Ancur dah! Lantas musti gimana dong? 

Nggak usah bingung. Kalo kita nggak bisa menghindari, bukan berarti kita nggak 
bisa membangun benteng dalam diri kita. Caranya, perkuat akidah kita biar nggak 
latah ngikut budaya rusak itu karena diajak temen atau terprovokasi oleh media 
massa. Itu sebabnya, kita wajib nyadar kalo perilaku kita di dunia nggak akan 
lolos dari pengamatanNya, juga dari catatan Malaikat Raqib dan �Atid yang setia 
sampai mati mendampingi kita. Allah SWT berfirman:

�Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan 
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan 
diminta pertanggungan jawabnya.� (Qs. al-Isr� [17]: 36).

Untuk urusan cinta, Islam udah ngatur ekspresinya biar nggak ketuker dengan 
ayam jago yang maen sosor aja kalo udah kebelet. Nggak ada tuh, yang namanya 
pacaran, HTS (Hubungan Tanpa Sex), ataupun pacaran islami. Yang ada dalam Islam 
adalah mekanisme khitbah dan nikah untuk penyaluran hasrat mencintai lawan 
jenis. Dan perlu dicatet, mekanisme ini bukanlah pilihan, tapi kewajiban. Allah 
SWT berfirman: 

�Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan 
yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan 
ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa 
mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang 
nyata.� (QS al-Ahzab [33]: 36).

Selain itu, kita juga kudu berani berkata �tiiidaaak�!� pada ajakan teman untuk 
bermaksiat kepadaNya. Seperti berpartisipasi dalam perayaan VD, tahun baru, 
April Mop, dugem, atau gaul bebas dengan lawan jenis. Ngapain juga kita kudu 
ngikut ajakan dia? Demi nilai persahabatan? Huh, gombal! Seorang sahabat yang 
baik dan benar (kayak EYD aja), pasti ngajak kita untuk taat, bukan untuk 
bermaksiat. Catet ya�

Oke deh sobat, kita bukan anak kecil lagi yang gampang latah ngikutin temennya 
yang ngajak nggak bener. Kita udah cukup dewasa untuk menjadikan hidup ini 
lebih berarti. Sebab hidup nggak cuma sekali. Ada kehidupan ke dua di akhirat 
nanti. Dan belajar terus tentang Islam menjadi pilihan terbaik dalam mengisi 
masa muda kita. Jadi, tunggu apa lagi, ikut ngaji nyok? Nyook�! Kita tunggu 
lho� Siap kan? Tetap semangat! [hafidz] 

http://www.hayatulislam.net/comments.php?id=447_0_1_0_C


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.uni.cc **

Kirim email ke