** Mailing List Nasional Indonesia PPI India Forum **
Media Indonesia
Sabtu, 12 Februari 2005
PENDIDIKAN
Kemampuan Lembaga Independen Diragukan
JAKARTA (Media): Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Sutjipto
pesimistis lembaga independen-- baru akan dibentuk-- mampu menyelenggarakan
Ujian Nasional (UN) dengan baik Mei mendatang.
Selain itu, jelas Sutjipto di Jakarta, kemarin, semua hal yang diharapkan
dari UN, seperti pemetaan pendidikan tidak akan optimal.
Dampak kebijakan pendidikan tersebut amat luas, sehingga kalau terjadi
kesalahan akan banyak aspek yang harus diperbaiki.
Oleh karena itu, dia mengatakan pemerintah dan DPR sebaiknya berhati-hati
untuk memutuskan kebijakan pendidikan yang harus ditempuh.
Rencananya, pembahasan tentang PP tentang Standardisasi Nasional
Pendidikan (SNP) akan selesai akhir bulan ini. Setelah itu, sebagaimana yang
disampaikan Ketua Komisi X DPR, Heri Akhmadi kepada Media, beberapa waktu lalu,
anggota lembaga independen yang akan menyelenggarakan UN akan segera ditentukan.
Lembaga independen yang akan terbentuk secepatnya pada bulan Maret itu
akan ditugaskan untuk menyelenggarakan UN pada bulan Mei. Meski banyak pihak
yang menyangsikan lembaga independen itu akan mampu bekerja secara optimal,
Ketua Komisi X DPR itu meyakini bahwa lembaga itu akan mampu menyelenggarakan
UN.
Guru Besar UNJ, HAR Tilaar, mengatakan lembaga independen yang akan
dibentuk guna menyelenggarakan UN tidak dapat dipaksa untuk mempersiapkan
penyelenggaraan ujian tersebut dalam waktu yang amat singkat.
''Kalau memang UN diselenggarakan, maka seharusnya ujian tersebut
ditangani oleh sebuah lembaga yang siap untuk menyelenggarakan evaluasi
tersebut secara profesional,'' kata Tilaar berkaitan dengan akan dibentuknya
sebuah lembaga independen yang akan bertugas menyelenggarakan UN pada Mei
mendatang.
Ia pesimistis bahwa lembaga independen segera dibentuk setelah Peraturan
Pemerintah (PP) tentang SNP disahkan. Dalam masa kerja yang hanya kurang lebih
dua bulan, Tilaar meyakini lembaga independen itu sulit bekerja secara optimal.
Tilaar mengatakan untuk merumuskan soal dan menjabarkan muatan yang
terdapat di dalam soal tersebut, harus dilakukan oleh orang-orang yang
berpengalaman dalam bidang pelajaran yang diujikan dan menguasai hal-hal
penting seputar pembuatan soal ujian berskala nasional.
"Di Amerika Serikat (AS), penyelenggaraan ujian semacam ini diserahkan
kepada sebuah lembaga yang bernama Educational Testing Services (ETS) yang
telah berpuluh-puluh tahun melakukan riset untuk merumuskan bentuk ujian
mereka," kata Tilaar.
Ia menegaskan, ujian semacam UN yang akan dijadikan sebagai alat pemetaan
pendidikan seharusnya ditangani dengan sebaik-baiknya karena akan dijadikan
dasar bagi pertimbangan pengambilan kebijakan.
Meski begitu, pada dasarnya Tilaar lebih menyetujui jika penyelenggaraan
evaluasi pendidikan diserahkan kepada sekolah. Menurutnya, sekolah merupakan
institusi yang paling mengetahui perkembangan prestasi siswa mereka.
Menjawab pertanyaan Media mengenai kemungkinan hasil UN menjadi kurang
layak dijadikan pemetaan karena tidak dijadikan syarat kelulusan, Tilaar
mengatakan banyak hal yang perlu dibenahi dari dunia pendidikan di Indonesia.
"Yang terjadi di dunia pendidikan sekarang ini adalah adanya diploma
disease. Pendidikan yang dijalani semata untuk mendapatkan ijazah, bukan untuk
menggali pengetahuan," kata Tilaar.
(Tmi/B-5)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.uni.cc **