** Mailing List Nasional Indonesia PPI India Forum **

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/02/12/brk,20050212-03,id.html

Polisi Diminta Melakukan Rekonstruksi Kematian Munir
Sabtu, 12 Pebruari 2005 | 03:13 WIB 

TEMPO Interaktif, Jakarta: Usman Hamid, anggota Tim Pencari Fakta (TPF) kasus 
kematian Munir, meminta polisi melakukan rekonstruksi perjalanan Munir dalam 
penerbangan Jakarta - Singapura kemudian Singapura - Belanda. Jika tidak ada 
halangan, rekonstruksi akan dilakukan pada minggu ketiga Februari. Namun, hal 
itu tergantung dari pihak Garuda untuk menyediakan pesawat dan kru yang 
terlibat selama perjalanan. ?Tapi kami minta penyidik yang menentukan 
(waktunya)," Usman kepada pers di Mabes Polri, Jumat (11/2).

Untuk melihat perjalanan Munir saat berada di ruang tunggu sampai boarding, TPF 
kemarin meminta rekaman Closed Circuit TV kepada pihak Angkasa pura. Dari 
rekaman itu, kata Usman, diharapkan bisa tergambar apakah saat itu ada situasi 
yang tidak steril di ruang tunggu Bandara Soekarno-Hatta. Sebelum terbang 
menuju Belanda, Munir berada di terminal II F Gate 5. 

Namun dari hasil pertemuan dengan direksi Angkasa Pura II, ternyata kamera 
pengamanan bandara itu tidak merekam keberangkatan Munir pada 6 September lalu. 
Padahal rekaman itu penting untuk mengetahui siapa saja yang berinteraksi 
dengan Munir saat berada di bandara tersebut. Tim yang bertemu dengan Angkasa 
Pura antara lain Ketua TPF Brigjend Pol. Marsudi Hanafi, Hendardi, Nazaruddin 
Bunas dan Usman. 

"Tidak sempat terekam karena sistem kameranya random. Jadi ada yang terekam dan 
tidak," kata Usman. Selain meminta rekaman gambar di terminal itu, TPF juga 
meminta semua gambar yang terekam dan daftar para petugas yang bertugas pada 
hari itu. 

Usman menyayangkan tidak adanya rekaman gambar tersebut. Padahal sebagai tempat 
vital yang pernah mendapat serangan bom, seharusnya tempat itu mempunyai sistem 
pengamanan yang canggih. Seperti diketahui, pernah terjadi ledakan bom di 
terminal II F Bandara Soekarno Hatta 27 April 2003.

Aktivis Hak Asasi Manusia, Munir, meninggal di atas pesawat Garuda yang sedang 
membawanya menuju Belanda pada 7 September 2004 lalu. Otoritas hukum Belanda 
memastikan, aktivis hak asasi manusia itu diracun menggunakan zat arsenik. 

Erwin Dariyanto-Tempo






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.uni.cc **

Kirim email ke