Anak perusahaan Jusuf Kalla babat hutan seenak udelnya
 
Lagi-lagi menyeruak berita tak sedap tentang kiprah bisnis Jusuf Kalla (JK). 
Menurut Suluh Indonesia di situs SawitWatch (sawitwatch.or.id),  PT Duta Agro 
Sulawesi yang merupakan perusahaan perkebunan sawit milik  JK telah membabati 
hutan di wilayah Sulawesi Tenggara. Setelah rata dengan tanah, lahan itu 
ditelantarkan begitu saja, sedangkan kayunya dibawa kabur untuk dijual ke kota. 
Padahal perseroan ini mengantongi izin pencadangan lahan seluas 20.000 ha untuk 
perkebunan  kelapa sawit. Namun tanpa alasan yang jelas, perseroan ini 
menghentikan  aktivitasnya setelah kayu-kayu yang ada di areal konsesinya habis 
ditebang.
 
Perusahaan ini dan juga PTP XIV diduga hanya berusaha untuk menguasai lahan  
dan hutan di daerah itu dengan dalih membuka perkebunan kelapa sawit.  
Penanaman sawit hanya di lokasi yang berada di sepanjang jalan Trans  Sulawesi 
atau jalan-jalan produksi dalam radius 200-500 meter. Lahan  yang berada agak 
jauh ke dalam atau berada berada di balik bukit dan 
tidak terlihat dari jalan Trans Sulawesi, belum ditanami oleh perusahaan.  
Masyarakat menyatakan bahwa  itu sengaja dilakukan oleh perusahaan untuk 
meyakinkan pemerintah dan lembaga keuangan - si pemberi dana. 
 
PTPN XIV mulai melakukan aktivitasnya di daerah Asera sejak tahun 1996, 
beberapa warga menyatakan bahwa aktivitas perusahaan sebenarnya sudah dimulai 
sejak tahun 1994. Wilayah konsesi perusahaan berada di 8 kampung yakni 
Tetewacu, Lamparinga, Padalere, Lamonae, Wawoheo, Matabenua, Kuratao, dan 
Hialu. 
 
Terdapat perbedaan luas lahan konsesi antara data yang dikeluarkan oleh pihak 
Dinas Perkebunan Sulawesi Tenggara dengan Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara. 
Dalam buku laporan tahunan 1999 yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan Sulawesi 
Tenggara pada tahun 2000 tercatat luas lahan PTPN XIV seluas 30.000 ha yang 
HGU-nya masih dalam proses, 
sementara dalam data statistik tahun 1998/1999 yang dikeluarkan oleh Dinas 
Kehutanan Sulawesi Tenggara mencantumkan luas lahan yang dicadangkan untuk PTPN 
XIV berdasarkan SK Pencadangan Gubernur No. 525.27/105 tertanggal 29 November 
1998 hanya seluas 20.000 ha yang berlokasi di BKPH Lamonae.
 
Meskipun sampai hari ini tidak ada kejelasan tentang ada tidaknya dokumen AMDAL 
perusahaan, PTPN XIV telah melakukan pembukaan lahan. Lokasi lahan berada di 
areal yang berbukit-bukit yang ditumbuhi alang-alang maupun kawasan hutan 
primer. Dalam melakukan pembukaan lahan dan penanaman, PTPN XIV juga melibatkan 
pengusaha dari Makassar 
- PT. Sumber Alam Inti Persada (SAIP). 
 
Keberadaan perusahaan ini tidak jelas apakah hanya sebagai sub kontraktor untuk 
pembukaan lahan atau  sekaligus juga memiliki konsesi di daerah itu, apalagi 
penunjukkannya tanpa melalui proses tender. Dari dokumen yang ada, PT SAIP 
ternyata juga memiliki konsesi seluas 38.500 ha untuk kelapa sawit. Pembukaan 
hutan dalam jumlah besar secara sekaligus telah menimbulkan  dampak negatif. 
Selain hilangnya biodiversitas, ladang dan kebun milik 
masyarakat di sepanjang DAS (daerah aliran sungai) termasuk pemukiman semakin 
sering dilanda banjir.
 
Hal ini akan diperparah jika rencana penanaman seluas 20.000 ha direalisasikan 
karena akan membuka hutan primer. Dalam hutan yang berada di sekitar dan dalam 
lokasi perusahaan terdapat puluhan sumber mata air yang membentuk sungai kecil 
dan sedang yang kemudian mengalir ke sungai-sungai besar yang ada di kecamatan 
Asera (sungai Lalindu dan 
Lasolo).
 
Menurut Suluh Indonesia, sudah seharusnya pemerintah (baik daerah maupun pusat) 
mempertimbangkan kembali izin yang telah diberikan untuk mengkonversi hutan 
menjadi 
perkebunan kelapa sawit. Banyak fakta yang membuktikan bahwa eforia kelapa 
sawit telah dimanfaatkan banyak perusahaan untuk mendapat lahan dan kayu secara 
gratis. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut, yang walau dalam waktu 
singkat, telah mampu menciptakan berbagai konflik dan kerusakan lingkungan.
 
Penarikan kembali izin yang telah diberikan dan upaya penyelesaian konflik 
dengan melibatkan partisipasi masyarakat, merupakan beberapa langkah yang harus 
secepatnya diambil bila pemerintah tidak mau menuai bencana yang lebih besar.
 
Inilah pusingnya punya Wapres "Cap Kaki Tiga": satu kaki menari-nari di ranah 
politik sebagai ketua umum Partai Golkar; satu kaki lagi sibuk mengais-ais 
rejeki dalam kapasitasnya sebagai konglomerat; lalu kaki ketiga dipancang 
sebagai Wapres R.I. Mungkin buat dia, jabatan Wapres itu hanya kerja sambilan  
saja. Di tahun-tahun mendatang, siapa tahu akan tumbuh kaki keempat? Ini demi 
memenuhi ambisinya menjadi 'Si Nomor Wahid' di negeri ini. 
 
Mungkin dia punya pikiran: "Semakin aku berkuasa, semakin mudah aku  kumpulkan 
duit, semakin mudah pula aku berkelit dari segala tuntutan hukum atas 
tindakan-tindakanku, juga tindakan orang-orangku. Boleh saja masyarakat 
menuding bahwa tindakanku tak terpuji, tapi legal kok, buktinya ada surat izin, 
ada katabelece, ada titah, ada petunjuk bapak 
ini, ada petunjuk bapak itu, dan lain sebagainya. Gampang kok membodohi-bodohi 
masyarakat Indonesia. Suap saja pasti diam."
 
Akibat ulah segelintir manusia serakah, hutan pun kini semakin gundul. 
Tanah-tanah yang luas terhampar itu menjadi padang ilalang, lalu menggersang. 
Bah dan bencana pun bermunculan. Mungkin sepuluh tahun lagi akan jadi gurun nan 
kerontang. Peluang bisnis baru pun muncul: import ontadari Tanah Arab. Sambil 
menaiki onta, JK lalu akan berujar: "Semua bencanaini sudah garis Tuhan. 
Manusia kan sekadar cari fulus. Ia tak kuasa untuk mengubah sesuatu yang sudah 
ditakdirkan oleh Tuhan."
 
Kumpulan artikel lainnya tentang JK ada di: http://kalla-watch.blogspot.com
 
 
 


Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke