12.02.2005 Akademi Muslim di Berlin Oleh: Peter Phllip (Dialog dan integrasi masih merupakan tema sulit) Di Jerman di waktu belakangan ini banyak didiskusikan mengenai integrasi warga muslim pendatang. Momentum pembukaan akademi Muslim yang pertama di Jerman di Berlin mendapat perhatian besar. Lebih dari 200 tamu dari bidang politik, wakil gereja dan organisasi islam datang pada pembukaan akademi itu. Seorang tamu terhormat yang juga datang dalam acara pembukaan itu adalah Marieluise Beck, petugas pemerintah Jerman untuk urusan integrasi warga muslim. Akademi itu dipahami sebagai forum untuk dialog antar warga muslim, serta merupakan tempat bertemu para wakil dari agama dan budaya yang berbeda. Akademi Muslim di Berlin, bukan merupakan kepanjangan tangan dari berbagai lembaga muslim yang sudah lebih dulu ada di Jerman. Juga bukan merupakan lembaga payung atau organisasi pelindung. Melalui tugas-tugasnya akademi ini akan menjelaskan keanekaragaman muslim di Jerman, sekalgus menunjang keikutsertaannya yang demokratis di dalam masyarakat Jerman. Demikian dikatakan Marieluise Beck pada acara peresmian akademi itu di Berlin. Selanjutnya, petugas urusan integrasi pemerintah Jerman itu mengatakan, "Ini adalah suara yang sangat kami butuhkan di panggung politik, yang semoga dapat mengatasi dinamika pengertian kami. Dan saya mengharapkan diskusi yang keluar dari ruangan ini hasilnya, pertama, transparan, kedua menghargai emansipasi dan ketiga, bebas." Konsep Dialog Kesepakatan untuk hal itu telah dicapai 14 bulan lalu, kata Abdulhadi C. Hoffmann, ketua Akademi Muslim yang warga Jerman muslim. Sebuah kelompok warga muslim telah duduk bersama dengan wakil dari kalangan politik, gereja dan tokoh pendidikan untuk mendiskusikan sebuah konsep. Seperti, Pusat untuk pendidikan politik Jerman, yayasan yang punya hubungan dekat dengan partai, dan akademi gereja. Organisasi penanggung jawabnya sudah didirikan bulan Juni tahun lalu. Organisasi itu beranggotakan warga muslim dengan latar belakang Turki, Iran, Afganistan, Mesir, Sudan, Pakistan dan juga Jerman. Organisasi ini menjamin bahwa di dalam akademi itu juga ditampilkan aliran yang berbeda-beda dalam Islam. Mitra kerjasama akademi muslim ini adalah Pusat pendidikan politik Jerman. Aspek positif dari akademi baru ini menurut wakil dari pusat pendidikan politik Jerman Christoph M�ller-Hofstede terutama bahwa Jerman melihat kesempatan besar untuk mengikutsertakan sebuah kelompok muslim yang terus berkembang dalam proses pendidikan politik. Diharapkan dengan bantuan Akademi Muslim, organisasi ini akan mendapatkan banyak masukan dan menjadi lebih transparan. Integrasi Sehubungan dengan semakin banyaknya pembicaraan mengenai masalah integrasi akhir-akhir ini di Jerman, pimpinan akademi Abdul Hadi Hoffmann menandaskan, tema-tema yang dibicarakan tidak harus dari peristiwa sehari-hari. Yang penting aktifitasnya justru mengenai diskusi intelektual serta pendidikan politik secara mendasar. Konflik yang mengancam harus diatasi melalui dialog dan perpecahan yang ada diakhiri dengan memberikan pengertian. Hoffmann mengatakan; "Akademi ini percaya akan kekuatan kata-kata. Kami membenci kekerasan senjata dan mengecam aksi teroris. Akademi ini bukanlah tempat bagi mereka yang berpendapat, masalah harus diselesaikan dengan kekuatan senjata. Bagi kami Islam adalah sebuah agama perdamaian." Pada acara bersama yang dilakuan dengan yayasan lainnya, akademi ini terutama akan melakukan dialog mengenai nilai-nilai yang luas. Maka akan dilakukan dialog antara nilai-nilai Islam dan Kristen, Timur � Barat serta nilai-nilai dari budaya lainnya. Untuk tahun ini akademi muslim di Berlin telah merencanakan sebuah diskusi mengenai muslim dalam masyarakat Jerman serta sebuah penelitian ilmiah mengenai unsur agama pada remaja keturunan Turki. Ilmuwan agama Muhammad S. Kalisch dari Pusat Studi Agama di Universitas Wilhelms, M�nster mendukung suatu dialog yang membicarakan masalah yang kritis di kedua pihak, namun dilakukan dengan saling menghormati pihak-pihak tersebut. Lebih lanjut Kalisch mengatakan; "Saya rasa akademi ini akan berhasil jika ia bisa mengangkat tema-tema kontroversial dan juga tema-tema dimana kritik terhadap Islam dan warga muslim ditampilkan, dan dengan kritik itu tidak mengakibatkan perpecahan. Tentu saja sebuah akademi muslim dalam acara mereka juga harus memperhatikan kepentingan praktisnya seperti kenyataan hidup warga muslim dalam masyarakat Jerman, demikian Muhammad Kalisch. Juga menyangkut masalah praktek kehidupan sehari-hari dari warga muslim seperti, jika di sebuah kota di Jerman seharusnya dibangun sebuah mesjid. Untuk itu akademi ini harus ikut membantu untuk menghubungkan pengetahuan tentang Islam sebagai agama secara keseluruhan. "Dalam Islam kami memiliki sebuah tradisi yang kaya tentang theologi, filosofi dan juga mistik yang tidak dikenal di dunia Barat", ujar Kalisch. Sangat jarang ada pengarang seperti Annemarie Schimmel yang meninggal tahun 2003 lalu yang melalui buku yang ditulisnya dikenal oleh kalangan luas. Ia merupakan satu-satunya pemikir Islam warga Jerman yang dapat disamakan dengan pemikir Islam lainnya asal Pakistan, Mohamed Iqbal. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

