Rupanya sekarang kaum pandai agama tidak bisa berpikir kreatif lalu menyatakan Tuhan membuat cobaan tsunami dan sekarang ada lagi yang baru yaitu mengharamkan kalender masehi.
----- Original Message ----- From: "radityo djadjoeri" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; "amien-siswono" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, February 14, 2005 4:33 PM Subject: [ppiindia] Ragam Tanggapan: Kalender Masehi haram? > > Ragam Tanggapan: Kalender Masehi haram? > > Bagian 1 > > Catatan: Tanggapan lainnya untuk diskusi lintas milis ini menyusul, > karena begitu banyaknya. Atau Anda bisa isi komentar Anda di > http://zamanku.blogspot.com > > ====================== > Bicara soal haram, dulu umat Islam di Indonesia langsung mengkaitkan > dengan > daging babi. Namun kini wacana pengharaman terus berkembang, khususnya di > Indonesia. Beberapa pihak, baik atas nama pribadi maupun atas nama > organisasi, rajin menabalkan bahwa bahwa menerima bantuan dari kaum kafir > itu haram; menerima angpao saat Imlek itu haram; bekerja di cafe, kelab > malam dan diskotek itu haram; > dan masih banyak lagi yang lainnya. > > Mungkin suatu saat nanti akan muncul wacana pengharaman buat kaum > perempuan berenang di kolam renang yang ada lelakinya. Seperti kita tahu, > kini mulai bertumbuhan di beberapa kota di Indonesia, kolam renang khusus > kaum perempuan yang dijuluki kolam renang muslimah. Ada salon kecantikan > khusus perempuan yang dijuluki salon muslimah. Ada beberapa majalah khusus > perempuan yang dijuluki majalah muslimah. Ada agensi model > khusus muslimah. Ada minuman mineral yang berjuluk minuman muslim yang > konon paling halal. Bank dan asuransi syariah juga bertumbuhan -- entah > kalau nasabahnya non muslin diperbolehkan atau tidak. Lalu seperti di > negara-negara Arab, dilarang bagi kaum lelaki berenang menggunakan celana > renang (swimpack). Kalau di Malaysia, tiap restaurant > selalu dibagi dua: yang makanan halal dan tidak (biasanya chinese food). > Bahkan di > Malaysia ada polisi khusus yang menangkapi orang bertampang Melayu yang > saat bulan puasa nampak asyik minum atau makan di warung tenda, 'kedai > kek' (cake shop) > atau restoran. Mereka beranggapan, yang bertampang Melayu pasti Islam. > > Bagaimana dengan Indonesia? Akankah seperti itu? Apakah suatu saat nanti > akan ada gerbong kereta khusus muslim? Bus antar kota khusus muslim? > Gedung perkantoran khusus muslim? WC khusus muslim? Bukankah ini jatuhnya > mirip kondisi Afrika Selatan saat menerapkan sistem apartheid? Kenapa > manusia lalu terkotak-kotakkan? Saya yakin, orang-orang Dataran Arab > disana pasti akan tertawa terbahak-bahak kalau membaca apa yang kita > diskusikan ini. > > Dan kini muncul wacana baru yang lagi hangat dibicarakan: kalender Masehi > itu haram! Adalah seseorang bernama Dade Arinto (D.A.) yang rajin mengisi > opini di situs MyQuran melempar pernyataan itu. > > Berikut saya ulang kembali tulisan D.A. ([EMAIL PROTECTED]) bertajuk: > > "Allah mengaharamkan Penanggalan MASEHI". Tulisnya: > Adakah ayat suci yang menganjurkan manusia memakai penanggalan Qamariah? > Al-Quran memberikan hal-hal yang logis yaitu yang sesuai dengan > pertimbangan dan pemikiran wajar. Hal ini disebutkan pada berbagai ayat, > antara lain pada 3/60. Alquran mengandung pokok keterangan bagi > seluruh persoalan, dinyatakan pada ayat 16/89. > > Hanya manusia juga yang belum sesungguhnya dapat mengambil dan memakai > seluruh > keteranganNya. Mengenai penanggalan, secara spontan Al-Quran memberikan > anjuran sebagai dimaksudkan di bawah ini (klik di bawah): > > http://www.myquran.org/forum/showthread.php?t=4842&highlight=dade > > ========================================= > Berikut tanggapan dari berbagai pihak: > > Amir Fauzi di milis Amien-Siswono (email: [EMAIL PROTECTED]) > menyatakan bahwa setelah membaca kedua ayat yang dijadikan acuan oleh > D.A. tentang haramnya tanggalan Masehi, ia tak mendapatkan > sedikit pun statement dalam kedua ayat tersebut yang menyatakan > tanggalan Masehi itu haram. "Perlu juga kita simak bahwa tanggalan Masehi > itu didasarkan pada lamanya satu periode bumi mengitari matahari, yaitu > 365 hari. Posisi matahari terhadap bumi atau sebaliknya juga yang > menjadi acuan waktu kita sholat. Mungkin pada tahap awal, itulah yang > dapat saya > komentari," tutur Amir. > > ------------------ > Martha Rumimper > email: [EMAIL PROTECTED] > Biarin saja lah kita pada masuk neraka karena sudah pakai tanggalan > Masehi. Kalo di-convert ke tanggalan Arab mah euy, gue bisa kagak inget > kapan 'pay day' gue, kapan mens terakhir. :-)) > > ------------------ > Gabriela > email: [EMAIL PROTECTED] > > Kolega Opa di Middle East yang tentunya orang Arab pernah cerita ke Opa > tentang keistimewaan budaya dan agama Arab. Dia bilang: "Agama dan budaya > kami itu begitu hebat sehingga budaya tinggi dari Mesir (termasuk bahasa > asli mereka), agama, serta peradaban Mesir dengan mudah kita kalahkan. > Lihat orang Mesir. Sekarang sudah lupa bahasa mereka sendiri. Mereka > sudah lupa budaya mereka. Mereka sudah jadi SETENGAH Arab!" > > Kolega Opa yang menyandang 'engineering degree' dari U.K. teruskan > obrolannya: > "Persia juga punya kebudayaan dan agama yang sering disebut sebagai > peradaban TINGGI. Mereka pun kita taklukkan dan mereka juga sudah jadi > SETENGAH Arab. Tapi di dunia ini hanya ada satu bangsa ARAB yaitu > kami -kami ini yang berdarah keturunan Arab asli! Bangsa-bangsa yang lain > meski sudah mengikuti cara-cara, budaya dan agama kami tetap bukan ARAB." > > Di Indonesia, kelihatannya sudah banyak orang yang keblinger dan ingin > menjadi SETENGAH ARAB dan dengan senang hati kehilangan budaya, bahasa, > peradaban sendiri yang JAUH LEBIH TINGGI dari budaya dan peradaban gurun > pasir! > > ---------------- > Nyonya Muslim binti Muskitawati > email: [EMAIL PROTECTED] > > Ngomongin tanggalan Masehi dan Arab, tidak bisa dihindarkan dengan > kondisi politik agama mayoritas di Indonesia (yang dalam hal ini MUI) yang > sudah bertahun-tahun lamanya berjuang untuk mengubah atau melarang > tanggalan Masehi digunakan di Indonesia. > > MUI sudah punya planning yang matang, pasti, jelas, dan dalam perjuangan > yang sangat panjang untuk melegalisir tanggalan ARAB sebagai tanggalan > resmi yang diberlakukan diseluruh Indonesia untuk menggantikan tanggalan > Masehi sekarang ini. > > Berbagai promosi yang bernafaskan ilmu pengetahuan maupun astronomi yang > diplesetkan sudah dimasyarakatkan mulai dari pesantren-pesantren hingga > berita-berita koran seperti di Republika mengenai tanggalan Arab yang > lebih tepat dari tanggalan Masehi. Yang jelas, isinya memang > menggoblok-goblokkan masyarakat, yang dalam hal ini umat Islam itu > sendiri. Karena kita semua yang berpendidikan tinggi tahu bahwa di zaman > dulu kala > tanggalan itu diciptakan dan dibutuhkan nenek moyang kita untuk membuat > prediksi maupun rencana-rencana yang berhubungan dengan musim dan panenan. > > ----------------- > Adika Ranggala > email: [EMAIL PROTECTED] > > Ini satu bukti bahwa agama itu adalah racun. Kondisi dunia saat ini > menjadi bukti yang sangat kuat bahwa agama Islam dengan peradaban arab > telah membuat kerusakan dan kehancuran di mana-mana. Dengan entitas islam, > semua pemeluknya kehilangan jiwa nasionalismenya. > Orang Moro yang merupakan bangsa Philipina, malah berperang dengan > pemerintahannya sendiri. Orang Pattani dan Naratiwat yang adalah bangsa > Thai > lupa kalau mereka adalah bangsa Thailand dan saling membunuh saudaranya > demi nama Islam. Orang Taliban juga demikian, dan tidak ketinggalan orang > Indonesia yang merasa lebih Arab dari orang Arab. Umat Islam di belahan > dunia manapun mengalami sindrom yang sama: nasionalismenya hancur. Lihat > aja orang orang Indonesia membom negaranya sendiri karena Islam juga. > Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. > > --------------------- > Ambon > email: [EMAIL PROTECTED] > > Si D.A. ini lagaknya seperti penyambung lidah Tuhan, tetapi pada > kenyataannya adalah penyambung lidah kambing gila. > > ------------------ > Pram Lonely Dude > email: [EMAIL PROTECTED] > > Sebagai seorang muslim, bukankah kita berpegang pada Al-Qur'an? Namun saya > kok tidak pernah mendengar atau pun membaca bahwa penanggalan Masehi itu > haram? Mungkin saja kalau kita menjalani hari-hari dengan penanggalan > Masehi, > lalu hari-hari kita diisi dengan hal-hal yang haram? Islam adalah agama > yang memberikan banyak kemudahan. Jangan mendahului atau membuat aturan > melampaui aturan Allah. > > ------------------ > Iseng > email: [EMAIL PROTECTED] > > Nah..... ini dia !! Kenapa ya negara kita sial banget selalu di dera > hal-hal yang berbau SARA? Sekarang kalau memang benar analisanya, terus > kenapa para kyai terkenal seperti Aa' Gym, Gus Dur, dan lainnya kok tidak > berkomentar? > > Sebaiknya kita harus menelaah lebih jauh pernyataan D.A. Maklumlah, kita > hidup di negara yang kenyataannya memang sangat mudah tersulut sesuatu > yang berbau SARA. So sekali lagi, anjuran saya sih, kita ikuti jejak > kearifan para tokoh agama yang kita hormati. > > ----------------- > Mugi Lan > email: [EMAIL PROTECTED] > > Mengenai issue haramnya penanggalan Masehi yang jadi pro dan kontra, kita > ambil sisi baiknya saja. Kita ambil manfaatnya. Cuma sebagai muslim memang > wajib kita memakai produk kita sendiri. Tentang para kyai terkenal yang > tak berkomentar soal ini, semua itu ada waktu dan tempat yang tepat. Itu > semua bukan masalah yang gampang. Diantara para kyai, > pemerintah, itu ada tugasnya masing-masing. > > ---------------- > Jimmy > email: [EMAIL PROTECTED] > > Kalau soal haramnya penanggalan Masehi, kok saya belum pernah denger bahwa > ada pengharaman atas penanggalan Masehi ini. Hanya saja kalau sebagai > seorang muslim memang alangkah baiknya kita menggunakan penanggalan ini > disamping penanggalan Masehi. > > Saya ambil contoh di Saudi Arabia. Walaupun negara Islam, tapi tetap > menggunakan dua sistem penanggalan. Namun dalam setiap agenda, selalu > didahulukan penulisan tanggal Hijriah kemudian dikasih tanda "()" tanggal > Masehi-nya. It is not a big issue I think, sekarang tergantung kita mau > menggunakan sistem ini atau tidak. Why don't we do, as a muslim, to fix > this kind of things... > > ----------------- > Bugis Banten > email: [EMAIL PROTECTED] > > Kenapa mereka bilang halal dan ada yang bilang haram. Kita hanya bisa > ambil manfaat dari itu semua. Mereka bisa bilang seperti itu pasti ada > dalihnya. Jadi dalam hal ini jangan dilihat perbedaannya, tapi lihatlah > makna dan manfaatnya. > > ----------------- > Poltak Hotradero > email: [EMAIL PROTECTED] > > Siapa yang tahu tanggalan Masehi ini datangnya dari kultur mana? Mesir > Kuno! Mereka si Mesir Kuno itu punya 12 bulan, tiap bulannya punya 30 > hari, sehingga totalnya 360 hari. Nah, lantas pada akhir tahunnya si > Mesir Kuno itu pesta selama 5 hari penuh, setelah itu pada hari keenamnya > tanggalan mereka pun mulai dari Januarinya lagi. Jadi, total harinya si > Mesir Kuno pun yah tetap 365 hari sesuai dengan rotasi bumi mengelilingi > matahari. > > ------------------- > Unknown @ milis Apakabar (Babat? JD?) > > Iya bener - bahwa Mesir itu yang pelopor kalender matahari -- karena > berkait dengan pasang surut sungai Nil - yang tentunya berkait dengan > musim tanam, musim panen, musim bikin piramid atau obelix (proyek > "infrastruktur"), musim nyerang Nubia buat ngambil emas, atau musim minta > setoran ke tanah Semit. > > Dan Ancient Egypt ini bener-bener kebudayaan yang luar biasa maju - > karena mereka tak pernah khawatir soal makan - gara-gara sudah kenal > kalender yang presisi. Saking makmurnya, mereka bisa pelihara pasukan > dan pendeta puluhan ribu orang hanya buat melihat-lihat langit dan > matahari, merancang kuburan canggih - dan menghitung kapan banjir bandang > sungai Nil datang. Bener orang bilang -- keluasan berpikir hanya bisa > dicapai > kalau orang sudah kenyang. > > Sedemikian majunya Mesir - sampai orang Yunani selalu bilang kalau ilmu > mereka mayoritas datangnya dari Mesir. Mereka iri ingin jadi orang Mesir > (baca saja Plato dan komentar dia tentang pemerintahan yang ideal - > jelas itu menjiplak konsep Mesir Kuno) - dan kita juga tahu kalau > Herodotus sedemikian terkagum-kagum pada Mesir Kuno sebagaimana dia tulis > di > Historica. Atau bagaimana Erathostenes (Yunani-Mesir) yang bolak-balik > Alexandria dan Cyane (keduanya di Mesir) sudahbisa mengukur bahwa bumi itu > bulat seperti bola - sementara kebudayaan lain (termasuk Arab Islam) masih > mikir bumi itu bundar seperti topi. > > Dan kalau kita bandingkan Mesir Kuno dengan Arab -- ya itu sama dengan > membandingkan teknologi 'space shuttle' dengan pispot. > > Mesir Kuno menganut matrilineal sementara Arab ngurung perempuan. Mesir > Kuno selalu optimis - sementara Arab selalu pesimis. Mesir kuno bisa > bikin Piramid, Obelix, dan kuil Abu Simbel yang punya presisi engineering > sangat tinggi -- sementara Arab percaya bahwa puncak peradaban adalah > tumpukan batu bernama Ka'bah yang berisi sepotong meteor. Jauh banget > ketertinggalannya. > > Maka jadi heran juga aku kalau ada orang yang berpikir kalau kalender Arab > masih ada gunanya - selain buat ngukur kapan musti bikin ketupat atau > jualan kambing... > > Dan sayang sekali Mesir kuno punah dan sekarang tanah bernama Mesir diisi > oleh orang-orang Arab. Nggak heran kalau Mesir sekarang turun pamor... > > ---------------------- > BERSAMBUNG > > > > Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term' > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

