REFLEKSI: Pantas saja para petinggi negara tukang catut dan kaki tangannya suka gebuk dan copet kekayaan rakyat. Katanya mau berdemokrasi, lalu deplu melalui corong propagandanya menyanyikan lagu bahwa agama kasih sayang compatible dengan demokrasi. Masih saja terus mendongeng di siang hari bolong.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0502/15/utama/1561243.htm Selasa, 15 Februari 2005 Makarim Wibisono: Sudah Saatnya Indonesia Tanda Tangani Konvensi HAM Jakarta, Kompas - Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Makarim Wibisono mengatakan, kini saat yang tepat bagi Indonesia untuk menandatangani Konvensi Hak Asasi Manusia yang sudah ditandatangani oleh 156 negara. "Kalau sekarang kita ikut menandatanganinya, ini akan menjadi identitas untuk Indonesia baru," kata Makarim Wibisono dalam percakapannya dengan wartawan August Parengkuan dalam acara dengan Jakarta Editors Club, Sabtu (12/2) malam. Ia menambahkan bahwa posisi Indonesia saat ini sudah positif. Pemilihan presiden secara langsung merupakan pertanda dihormatinya hak asasi manusia (HAM). Meningkatnya praktik demokrasi itu merupakan bukti meningkatnya penghormatan terhadap HAM. Akan tetapi, pemilihan presiden secara langsung itu tidak dimanfaatkan sebagai aset politik untuk menunjukkan bahwa Indonesia baru telah lahir. Makarim mencontohkan Jenderal Obasanji dari Nigeria yang dengan cepat menyebarkan ke dunia internasional mengenai hasil pemilihan umum di negerinya. "Akibatnya, jenderal yang demokrat itu berhasil memberikan citra positif mengenai negerinya di bidang HAM," katanya. "Kalau hal itu dilakukan di Indonesia, kita menunjukkan kepada dunia internasional bahwa pemerintah baru kita mempunyai komitmen akan HAM. Ini akan menaikkan citra positif RI," ucap Makarim. Kepala Perwakilan Tetap RI untuk PBB di Geneva itu melihat kini saat yang tepat bagi RI untuk ikut menandatangani Konvensi HAM yang sudah ditandatangani 156 negara. Dahulu, terutama di masa pemerintahan Orde Baru, memang menjadi kebijakan untuk tidak ikut menandatanganinya. "Kalau nantinya sampai terjadi pelanggaran HAM di Indonesia, tetapi diproses ke pengadilan dan kita tak berbohong, hal itu tak akan mengganggu reputasi kita," katanya. Kesulitan Makarim Wibisono mengakui adanya kesulitan dalam tugasnya sebagai Ketua Komisi PBB. Kesulitan itu antara lain kecilnya anggaran dan menangani berbagai isu peka. Ia mengatakan, Komisi HAM PBB hanya mendapatkan anggaran 25 juta-40 juta dollar AS. Padahal, banyak kejadian di lapangan di seluruh dunia yang harus didatangi untuk memperoleh gambaran nyata. Kesulitan lain, banyak terjadi politisasi dalam masalah pelanggaran HAM dengan melakukan naming (menyebutkan nama negara atau institusi pelanggar HAM) dan shaming (mempermalukan). Ia mengungkapkan ada negara yang ingin masalah homo dan lesbian tidak didiskriminasi sebab hal itu dinilai bertentangan dengan HAM. "Menurut saya, hal itu belum bisa dijadikan hukum yang universal," katanya, seraya mengingatkan hukum Islam dan kebijakan Vatikan. * ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

