Sdr Messwati yang terhormat, Agakya dalam arus aliran informasi yang cepat, bisa saja terdapat saling jiplak menjiplak informasi, sayangnya tidak disebutkan sumber yang dikutip, tetapi karena masalahnya untuk kesehatan umum, barangkali bisa dimaafkan dari segi intelectual property right, atau bagaimana?
Kondom ini ada kontranya, yaitu kaum pandai ilmu agama tanpa pengetahuan medis atau setengah butahuruf. Ada yang melarang dipakai, ada yang bilang tidak mempan terhadap penyakit kelamin, yang lain bilang menyebarkan faedah pemakaian kondom sama dengan mempromosikan perzinahan dan prostitusi. Ada pula suara yang mengatakan bahwa orang laki yang disunati "kebal" terhadap HIV/AIDS. Tetapi, sesuai ahli-ahli ilmu duniawi khususnya dalam bidang medis dikatakan bahwa kondom hingga kini adalah satu-satu alat preventif yang efektif pencegah penyebaran penyakit kelamin seperti HIV/AIDS, sipilis, genorea etc. Bukan itu saja malah saya kira kondom sangat baik dalam menjalankan Keluarga Berencana [KB] untuk mencegah cepatnya pertumbumhan demografi. Wassalam, ----- Original Message ----- From: "Elok Dyah Messwati" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; "Dr. D.N. Wirawan" <[EMAIL PROTECTED]>; "Adi Sasongko" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, February 15, 2005 8:10 AM Subject: Re: [ppiindia] ATM Kondom/TULISAN MIRIP??? > > Wah, Bung Ambon, > minta perhatian sebentar. > tulisan dr Pribakti B SpOG yang dimuat di Banjarmasin Post hari ini, 15 > Februari 2005 yang Anda forward ini kayaknya mirip dengan tulisan saya > yang > dimuat di rubrik Jendela Kompas, 15 Januari 2005. > www.kompas.com/kompas-cetak/0501/15/Jendela/1462380.htm > www.kompas.com/kompas-cetak/0501/15/Jendela/1462473.htm > > Dari kalimat pertama sampai di atas subjudul "Topi Helm" itu mirip dengan > tulisan saya, begitu pula dari subjudul "Perlu Kesadaran" sampai akhir > artikel. Hanya saja dokter kandungan tersebut memenggal-menggal tulisan > saya...., membolak-baliknya, mengkreasi kembali apa yang saya > paparkan...tapi intinya sama alias mirip...:) Dari tiga bagian tulisan, > dua > bagiannya mirip. > > Silahkan membaca dua tulisan saya yang dimuat sebulan yang lalu tersebut, > terutama tulisan kedua "Mesin Kondom, Efektifkah?", dan silahkan > membandingkannya. saya menulis statement para narasumber saya (empat > orang) > dengan menuliskan siapa yang mengucapkannya: dr Adi Sasongko (Direktur > Pelayanan Kesehatan Yayasan Kusuma Buana) dan Prof Dr Dewa Nyoman Wirawan > MPH (Ketua Yayasan Kerti Praja Bali), Ibu Sumarjati Arjoso (Kepala BKKBN > Pusat) dan staf dari pabrik mesin kondom PT Ruhaak Vending (mengenai harga > ATM kondom), namun dr Pribakti dalam artikelnya ini justru tidak > menuliskan > darimana ia mendapatkan kalimat-kalimat tersebut....kasihan para > narasumber > saya, karena seolah-olah apa yang ditulis dr Pribakti adalah asli > usulan/keprihatinan dari dr Pribakti, padahal kalimat-kalimat itu berasal > dari narasumber saya... > > cc : Kepada Yth > Redaksi Banjarmasin Post > di Jalan MT Haryono Banjarmasin. > > > > > ----- Original Message ----- > From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <Undisclosed-Recipient:;> > Sent: Tuesday, February 15, 2005 6:21 AM > Subject: [ppiindia] ATM Kondom, Untuk Apa Dan Siapa ? > > >> >> http://www.indomedia.com/bpost/022005/15/opini/opini1.htm >> Selasa, 15 Februari 2005 03:01 >> >> ATM Kondom, Untuk Apa Dan Siapa ? >> Oleh : dr Pribakti B SpOG >> >> Masalah memakai kondom banyak disebut sebagai masalah psikologis. > Laki-laki >> pada umumnya enggan memakai kondom dengan alasan tidak nyaman. Selain >> itu, >> laki-laki tidak memakai kondom ketika berhubungan seksual, karena mereka >> malu membeli kondom di apotek ataupun di minimarket. Karena itu untuk >> mencegah HIV/AIDS tidak kian meluas atau merajalela, pemerintah via BKKBN >> dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli persoalan > HIV/AIDS >> terus menerus mengampanyekan kegunaan kondom. Belakangan BKKBN pun >> mempromosikan program Condom Dual Protection, proteksi ganda untuk > mencegah >> kehamilan sekaligus mencegah penyakit menular seksual (PMS), termasuk >> HIV/AIDS. >> Lebih dari itu, selain melaksanakan berbagai penyuluhan dan diskusi, >> upaya >> kondomisasi yang gencar dilaksanakan oleh BKKBN ini juga dilakukan dengan >> memasang mesin kondom alias ATM Kondom di beberapa daerah di Indonesia. >> Konon ATM Kondom yang dibeli Rp7,5 juta per unit dari pabrik PT Ruhaak >> Vending di Tangerang, Banten, tersebut menyediakan kondom dengan tiga > rasa, >> yaitu coklat, vanila dan stroberi. Ini adalah usaha agar HIV /AIDS tak > makin >> mewabah dan mengatasi rasa malu para lelaki hidung belang jika harus > membeli >> kondom di apotek, toko obat dan warung. >> Dengan ATM kondom ini, privacy terjaga karena mereka tinggal memasukkan > tiga >> koin Rp500 dan mendapatkan satu pak kondom berisi tiga kondom. Sederhana >> caranya dan sangat umum. Singkat cerita dengan asumsi ini membuat BKKBN >> pasang aksi dengan menyediakan kondom beraroma, diharapkan orang > termotivasi >> untuk membeli atau mencoba memakainya dalam rangka pengamanan. Dan dengan >> asumsi ini pula BKKBN menuai komentar, kritik atas pemasangan ATM Kondom. >> Pertanyaannya, apakah dengan tidak adanya kondom, orang tidak akan pergi > ke >> prostitusi? Bagaimana orang akan membeli kondom kalau dia sendiri belum >> sadar akan bahaya yang mengancam? Dan kalau masalahnya adalah rendahnya >> kesadaran menggunakan kondom, apa solusinya dengan menyediakan ATM >> Kondom? >> Itu buang-buang uang. Mubazir! >> ATM kondom kan ada harganya. Betapa sayang di tengah kelangkaan sumber > daya, >> malah kita mengambil pemecahan masalah yang tidak menyelesaikan masalah. >> Wong kondom dibagi-bagi secara gratispun kepada para pekerja seks saja, >> tamunya tidak mau pakai. Penelitian Yayasan Kerti Praja membuktikan >> selama >> enam tahun (1994-2000) setiap hari menaruh kondom diatas meja setiap >> kamar >> PSK bekerja, ternyata sebagian besar pelanggan (60 persen) tidak mau >> menggunakan kondom. Ini fakta. Lalu masih efektifkah ATM Kondom menekan > laju >> perkembangan HIV/AIDS? >> Topi helm >> Bicara tentang HIV/AIDS , sedikit banyak akan menyinggung soal kondom. >> Dan >> bicara tentang kondom di Indonesia menggoda ingatan saya akan topi helm. >> Keduanya sama-sama alat pengaman terhadap kemungkinan bahaya kecelakaan. >> Keduanya bekerja dengan cara menutupi. Bedanya, yang satu mengamankan >> yang >> ditutupi, yang lain mengamankan pihak yang tidak ditutup. Yang satu > bekerja >> di tempat terbuka dan publik. Yang lain di tempat tertutup serba pribadi. >> Namun, bukan semua itu yang menggoda ingatan saya tentang hubungan antara >> kondom dan topi helm. Yang jauh lebih menarik justru di Indonesia >> keduanya >> bisa menjadi sumber perdebatan seru dan konflik politis. >> Sekitar 20 tahun lalu untuk pertama kalinya pemakaian topi helm bagi >> pengendara kendaraan bermotor beroda dua di Indonesia dinyatakan sebagai >> kewajiban resmi. Ada sanksi hukum bagi pelanggarnya. Reaksi masyarakat? >> Geger! Sebagian mematuhi, banyak yang menolak. Lalu mendadak muncul lahan >> baru bagi para pedagang jalanan: berjualan aneka helm Sementara di > sejumlah >> jalan, polisi dikerahkan uintuk mencegat pengendara sepeda motor tanpa > helm. >> Muncul aneka cerita tentang suka duka orang yang menyiasati polisi. Ada >> olok-olok, lelucon dan karikatur tentang topi helm dan pemakaiannya. > Padahal >> nyaris 20 tahun lalu banyak orang mengecam kampanye kondom. Bukan saja >> karena soal seks dianggap barang tabu untuk diperbincangkan diruang > publik. >> Yang lebih mereka kuatirkan, pendidikan seks dan diskusi tentang cara >> menggunakan kondom akan mendorong revolusi "seks bebas". >> Karena sekarang seks menjadi aman. Dan ini dianggap sebagai ancaman > terhadap >> moral bangsa yang Pancasilais dan adiluhung. >> Entah apakah 20 tahun kemudian masih ada pemikiran seperti itu. Yang >> jelas >> dalam 20 tahun belakangan, kampanye penggunaan helm telah berhasil >> menyelamatkan banyak kepala dan nyawa orang Indonesia. Bukan meningkatkan >> jumlah penggunana kendaraan motor atau angka kecelakaan. >> Tidak ada bukti popularitas pemakaian helm telah mendorong gairah orang >> untuk lebih sering naik motor, berganti-ganti kendaraan dan cari"tabrakan >> bebas" Apakah kondomisasi yang dilakukan oleh BKKBN dengan ATM Kondom >> juga >> perlu dicemaskan dengan logika seperti itu? Lalu, mungkinkah nasibnya >> akan >> sama dengan topi helm. Saya tidak tahu persis. >> Perlu kesadaran >> Tapi begitulah. Di Indonesia pada kenyataannya kesadaran penggunaan >> kondom >> itu harus diakui masih amat minim. Yang perlu dilakukan saat ini adalah >> menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya penggunaan kondom. Sebab >> masyarakat masih banyak yang belum tahu apa kegunaan kondom. Mereka >> merasa >> kondom mengurangi kenikmatan seksual. Ini yang harus diselesaikan dulu >> dan >> caranya adalah dengan akses informasi, penyuluhan kelompok, > diskusi-diskusi >> dan pelatihan-pelatihan. >> Hal-hal seperti itulah yang perlu dilakukan sebelum kita sediakan ATM >> Kondom. Kalau informasi atau sosialisasi mengenai manfaat kondom belum >> dilakukan tidak akan ada gunanya dipasang ATM Kondom. >> Bisa dibayangkan mesin semacam itu ditaruh di lokasi prostitusi atau di >> terminal angkot, di mana banyak orang mabuk atau orang usil. Kultur kita >> belum sesuai dengan mesin itu. Coba lihat telepon umum yang sebagian >> besar >> hilang diangkut maling. Justru yang paling tepat kalau saja BKKBN yang >> mempunyai puluhan ribu petugas lapangan itu melakukan reorientasi >> tugas-tugasnya -yaitu melakukan identifikasi penduduk laki-laki yang > sering >> berhubungan seksual dengan PSK dan kemudian melakukan pendidikan >> perubahan >> perilaku seksual atau memberikan masukan pentingnya memakai kondom-maka > bisa >> jadi lebih efektif. >> Pemasangan ATM Kondom tidak menyelesaikan masalah, apalagi kalau kemudian >> timbul rasa aman yang semu. Bukankah kalau sudah ada ATM kondom, apa >> pasti >> yang pakai kondom meningkat? Kita beda dengan di negara-negara Eropa yang >> masyarakatnya sudah berpendidikan baik dan mengerti pentingnya kondom, >> sehingga penyediaan ATM kondom itu artinya memang memberi kemudahan bagi >> orang yang membutuhkan. Akan tetapi, kalau mengerti saja belum kok lalu >> diberi ATM Kondom, ya tidak nyambung karena memakai kondom itu mesti >> mengerti dulu manfaatnya. Lalu, sebetulnya ATM Kondom untuk apa dan >> siapa? >> Dokter Spesialis Kandungan RSIUD Ulin Banjarmasin >> >> >> >> >> > *************************************************************************** >> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc >> > *************************************************************************** >> __________________________________________________________________________ >> Mohon Perhatian: >> >> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg >> otokritik) >> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. >> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; >> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] >> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] >> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] >> >> Yahoo! Groups Links >> >> >> >> >> > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

