Terimakasih atas comment-nya mas.

Ya, mungkin, tak sesulit itu, menentukan amal mana yang benar. 
Menurut saya sih, misalnya: jangan merugikan orang lain, termasuk 
hewan (kita bunuh hewan hanya kalau untuk hidup kita, jangan diburu, 
atau disiksa, atau dijadikan percobaan, misalnya lho). Bukan mau sok 
suci, tetapi karena kesadaran (misalnya jangan mengotori lingkungan, 
karena kita sendiri jijik hidup dilingkungan yang kotor).

Kita usahakan berkerja dimanapun, ditempat kita berkerja, dirumah, 
dilingkungan tetangga (bakti sosial) dengan sungguh sungguh, kalau 
mungkin, yang namanya pamrih di-rem.

Kita tak ingin peraturan yang kita buat (misalnya pada keluarga kita) 
dilanggar, nah, jangan melanggar peraturan yang sudah diputuskan 
bersama untuk kepentingan bersama. Jangan sampai sebagai polisi atau 
pegawal hukum lalu menjadi pagar makan tanaman..

Dan seterusnya. 

Mau menguntungkan diri sendiri memang melekat pada sifat tiap 
manusia. Ini instinkt. Tetapi, janganlah sampai menjadi prinsip, 
pokoknya aku dan keluarga yang untung, walau merugikan orang lain 
atau kepentingan umum.

Jangan menembak seseorang, walau orang itu "sekedar" orang kecil dan 
pekerja bar, dan kita sendiri orang super kaya dan berpengaruh 
(karena kekayaan bukan karena kemuliaan). "Orang kecil"  kan 
bukansemut to? tapi juga manusia seperti kita (sama derajatnya dimuka 
sang Pencipta lho). Misalnya.

Saya yakin, kalau masing masing mengamalkan ini, tak usah yang sulit 
sulit, atau berusaha menghafalkan semua ayat Kitab Suci, cukup yang 
utama saja, pasti akan baik.

Contoh: umat Islam di Malaysia dan Singapura berupaya lebih dalam 
mentaati hukum dan berkerja keras, daripada dinegeri kita, hasilnya 
ya beda kan?

Umat Katholik di Philippina lebih ber-"malas"an dalam mentaati hukum 
dan berdisiplin, ketimbang saudara saudara mereka di Jerman, Swiss, 
Austria, hasilnya juga beda kan?

To the point: beragama saja, dalam arti memeluk dan menjalankan 
aturannya (syariatnya), TIDAK membawa kelompok manusia (dalam hal ini 
bangsa) ke derajat kemuliaan. Bukti: 60 tahun RI....

bagaimana nih bung Syabab ?

Salam amal

danardono


--- In [email protected], "Nur Rochman" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> ----- Original Message -----
> From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Tuesday, February 15, 2005 2:22 PM
> Subject: [ppiindia] Re: Re :Cinta, Tak Sebatas Asmara
> 
> 
> 
> 
> 
> Betul! karena itu janganlah, macam Syabab, katakan, bila kita 
memeluk
> agama (apa saja) lalu kita mulia. Bukan memeluk, tapi mengamalkan
> yang membuat manusia itu mulia.
> --Kurang bang, mengamalkan ajaran Agama dengan car yang benar 
sesuai dengan
> hati nurani dan kejujuran serta kebenaran yang berlaku secara 
universal.
> Ini juga susah karena seperti apa sich mengamalkan dengan benar, 
akrena
> semua orang pasti akan teriak bahwa dia itu sudah mengamalkan 
agamanya
> dengan benar.
> 
> 
> 200 juta manusia yang mayoritas memeluk agama yang mengajarkan
> kemuliaan, tapi gak mulia2 juga, apa artinya?
> --Karena salah dalam menerapkannya, atau kalau mau mudah salahkan 
Tuhan
> saja, karena sedang diuji Tuhan ..............
> 
> Dimana kesalahannya? Memang manusianya yang salah, agama jangan
> disalahkan, tapi apa dampak agama ini bagi sedemikian banyak 
manusia?
> Hanya dianuti tapi tak diamalkan?
> --Dianuti dan diamalkan bang tetapi yang menurut mereka 
menguntungkan
> dirinya sendiri, sehingga akhirnya ya begini ini.........
> 
> Gimana nihh?
> --Salam Bingung juga
> 
> PS: sekali lho, aku tak salahkan agama apapun, sebab semua agama
> ajarkan kemuliaan. Tapi jangan buru buru katakan, kalau memeluk 
agama
> tertentu kita akan jafdi mulia. Buktinya kan?
> Semua Agama benar dan salah sangat tergantung dengan yang 
mengamalkan dan
> itu baru bisa dibuktikan setelah hari akhir





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke