Tulisan Anda tidak lengkap, tidak utuh,....
Saya sudah baca tulisan lain yang persis cerita ini
dan ditutup dengan kalimat:

Si fulan yang tadinya menelurkan gagasan kontroversial
itu kemudian justru jadi tokoh pejuang Ikhwanul
Muslimin di Mesir. 
Beliau adalah: SAYYID QUTB!!!!


--- arief ludiantoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Tinggalkan Bantahan dan Argumentasi
> 
> 
> Sebuah artikel yang dimuat oleh suatu harian umum
> telah membuat Sang Guru dan murid-muridnya gelisah.
> Bagaimana tidak, artikel yang ditulis oleh si Fulan
> itu berisi pemikiran yang sangat bertentangan dengan
> nilai-nilai masyarakat. Si Fulan mengatakan bahwa
> tidak ada kewajiban bagi  manusia untuk menutup
> auratnya. Sebab secara fitrah, tiap manusia
> dilahirkan
> dalam keadaan telanjang.
> 
> Maka ia menyerukan agar budaya telanjang itu
> dilestarikan di tengah masyarakat. Maka para murid
> yang merasa marah, langsung membuat artikel bantahan
> dan siap dikirim ke harian umum yang sama. Namun
> sebelum itu, mereka mengutus salah seorang murid
> yang
> merupakan penulis artikel bantahan itu,  untuk
> meminta
> pendapat dan izin dari Sang Guru.
> 
> "Ya, Guru. Bagaimana pendapat anda?" tanya Murid
> pada
> Sang Guru yang tampak terdiam lama setelah membaca
> artikel bantahan itu. "Ananda..." Sang Guru menatap
> muridnya. "Artikelmu ini sangat bagus dan penuh
> argumentasi yang jitu. Tapi..."
> 
> "Tapi apa ya, Guru?" tanya murid itu heran. Wajah
> Sang
> Guru yang teduh itu berubah galau. Ditatapnya
> artikel
> bantahan yang tergenggam di tangnnya. "Dalam
> pikiranku, tergambar beberapa dampak dari tulisanmu
> ini jika ia jadi dimuat," ujar Sang Guru pelan
> sambil
> kembali menatap murid. "Pertama, artikel yang
> ditulis
> si Fulan itu sangatlah tajam, menusuk hati kita
> semua.
> Sementara konsumen pembaca harian sendiri relative
> sedikit dibanding jumlah penduduk negeri ini secara
> keseluruhan. Dan rata-rata, mereka tidak membacanya
> dengan serius."
> 
> Murid tersebut menyimak uraian Sang Guru dengan hati
> bertanya-tanya. Ia belum paham maksud gurunya itu.
> "Jika kita menurunkan bantahan terhadap artikel
> tersebut, maka akan timbul beberapa titik rawan.
> Diantaranya, justru akan mengekspos artikel tersebut
> dan memancing keingintahuan bagi mereka yang belum
> membacanya. Sementara yang sudah membaca, akan
> kembali terpancing untuk membaca dengan serius. 
> 
> Dengan demikian, tanpa sadar kita telah memicu
> perhatian masyarakat kepada sesuatu yang buruk,
> yang bisa saja mendatangkan ketidakbaikan bagi
> orang-orang yang berjiwa lemah. Kalau artikel si
> Fulan
> itu kita diamkan saja, insya Allah ia akan tenggelam
> dengan sendirinya," tutur Sang Guru pelan.
> 
> murid itu masih tampak belum puas dengan penjelasan
> itu, meski ia mulai bisa meraba maksud gurunya.
> Ananda, BANTAHAN ADALAH SALAH SATU BENTUK TANTANGAN
> YANG AKAN MEMANCING SIKAP KERAS KEPADA YANG
> DIBANTAH.
> Dan sekalipun ia menyadari bahwa ia salah, tapi
> BANTAHAN ITU AKAN MEMBUATNYA BERSIKUKUH PADA
> KESALAHANNYA.
> 
> Ketahuilah, Anakku, si Fulan itu telah terpengaruh
> oleh sebuah lingkungan yang membuatnya berpikir
> seperti itu. Dan aku melihat, TUJUANNYA MENULIS
> ARTIKEL ITU BUKANLAH UNTUK MENGUNGKAPKAN APA YANG
> MENJADI KEYAKINANNYA. MELAINKAN SEKEDAR MENCARI
> PERHATIAN DENGAN CARA MENGHALALKAN SEGALA CARA."
> 
> Sang Guru diam sejenak. Sementara si-murid yang
> duduk
> di hadapannya masih menunggu kelanjutan kalimatnya
> dengan raut serius.
> 
> "Ananda, jika sampai si Fulan bersikukuh dalam
> kesalahan itu akibat bantahan yang kita sampaikan,
> maka secara tidak langsung kita telah menghalangi
> pintu taubat baginya. Si Fulan itu masih muda.
> MEMBUKAKAN PINTU KEBENARAN BAGINYA JAUH LEBIH BAIK
> DARIPADA MELEMPARKANNYA JAUH-JAUH DARI KEBENARAN
> YANG
> SEBENARNYA MENJADI HAK DIA.
> 
> Justru kewajiban kitalah untuk membantunya meraih
> kebenaran itu. Aku tidak ingin, emosi-nafs yang
> bermain dalam dada kita membuat seseorang terhalang
> dari hidayah Tuhan. Begitulah pemikiranku. Bagaimana
> menurutmu, Anakku?" Sang Guru menutup penjelasannya,
> dengan penuh lemah lembut serta kasih sayang. 
> 
> Murid yang sejak tadi diam menatapnya, perlahan
> menunduk. Kini semakin disadarinya betapa Sang Guru
> adalah manusia yang sangat bijak. Sosok yang penuh
> kharisma dan telah melebur ke dalam kancah
> perjuangan
> secara jasad, ruh, akal, dan hartanya. Pengetahuan
> yang dalam dan hubungannya yang erat dengan
> Tuhannya,
> Allah Azza Wa Jalla, seorang pewaris Nabi SAW, telah
> menjadikan pandangannya demikian luas, nalurinya
> peka,
> mata hatinya tajam, jauh menembus ke depan.
> 
> Ya, ia telah dianugerahi pandangan ke depan, sesuatu
> yang jarang dimiliki oleh orang biasa. Perlahan sang
> murid mengangkat kepalanya. Ditatapnya wajah Sang
> Guru
> sambil tersenyum. "Ya Maulana, Ya Sayyidi,  Ya
> Guruku,�Saya setuju dengan pendapat guru."
> 
> Sang Guru pun tersenyum melihat muridnya mau
> memahami
> apa yang ada dalam pikirannya. Maka perlahan
> dirobeknya artikel yang tergenggam di tangannya saat
> itu.
> 
> Epilog :
> Waktu terus berlalu, dan artikel si Fulan yang
> membahayakan itupun berlalu begitu saja. Masyarakat
> sepertinya tidak terusik sama sekali.
> 
> Wa min Allah at taufiq wa bihurmati Habib wa
> bihurmati
> FATIHAH !!!
> 
> wassalam, arief hamdani as sufi
> http://inditamagochi.blogspot.com
> http://ariefhamdani.blogspot.com
> http://naqshbandihaqqani.blogspot.com
> 
>
________________________________________________________________________
> Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" 
> your friends today! Download Messenger Now 
> http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html
> 
> 
> 
> 


=====
Satrio Arismunandar 
News Producer, Trans TV 
News Department, Floor 3 
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000 ext. 4027,  Fax: 791-84558, 
Residence: (021) 771-2348     HP: 0813 1504 7103 





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke