Pak Hadinoto yang budiman,

Apa yang Anda sebutkan adalah sesuai dengan catatan sejarah, baik yang 
dicatat oleh penduduk setempat, maupun dari sumber yang ditulis oleh kaum 
kolonialis Belanda.

Bisa juga saya tambahkan bahwa dalam grup pimpinan pemebrontakan Pattimura 
selain Thomas Matulessy terdapat pula yang beragama Islam, yaitu yang 
bernama Said Perintah, keturunan asing bernama Anthony Reebhok, dan wanita 
yaitu Christina Martha Tiahohu. Kalau mau agak waras menginterpertasi 
sejarah, barangkali tak salah bila dikatakan bahwa telah terdapat bibit 
solidaritas tanpa membedakan agama, keturunan maupun kelamin  dalam 
perjuangan melawan kolonialisme di Maluku seperti perlawawan Pattimura pada 
permulaan abad XVIII, sebelum terciptanya deklarasi HAM yang sekarang 
menjadi dasar perjuangan demokrasi dan hukum internasional.

Di masyarakat Maluku pada  dasarnya tidak ada yang mengutik-utik si A 
beragama Islam atau B bergama Kristen. Semuanya sama dalam kehidupan 
sehari-hari,  makanya ada itu persekutuan desa yang namanya Pela, yaitu 
persekutuan desa tradisionel dalam suka dan duka antara beberapa desa Muslim 
dan Kristen. Tiga desa kristen satu desa Muslim atau sebaliknya. Pekerjaan 
praktis dalam duka yaitu kalau ada kesulitan di sesuatu desa, apakah itu 
desa muslim atau kristen, semua yang tergabung dalam persekutuan desa yang 
dimaksudkan tanpa disuruh oleh pemerintah secara sukarela membantu sesuai 
dengan kemampuan masing-masing. Sama halnya kalau mau membangun mesjid, 
gereja atau sekolah. Umur dari sistem Pela itu sudah dari zaman bahula.

Kaum keparat  yang berlagak penyambung lidah Alloh berusaha memutar balik 
sejarah, bukan itu saja, tetapi  malah  dengan berbagai tipu daya klik 
berkuasa pengeruk kekayaan rakyat, mereka berusaha untuk merusak hububangan 
dalam masyarakat. Adat istiadat yang berfaedah dalam membina ketentraman dan 
kebahagiaan masyarakat dirusak oleh mereka dengan berbagai panji dan topeng 
munafik.

Analisa terakhir menunjukan bahwa latar belakang perusakan ketentraman  yang 
dilakukan oleh yang membenarkan dirinya yang paling benar dengan berbagai 
penipuan di atas bumi ini? Usaha ini tidak lain dari pada mengisi kantong 
segilintir manusia penipu bertahta dengan kedok bendera agama Islam.

Kalau kita mau maju setaraf dengan bangsa-bangsa lain maka harus budaya 
kibulan bazar atau souk dijauhkan, tanpa hal ini dilakukan akan sulit bagi 
Indonesia untuk membebaskan dari cengkraman rantai penindasan, 
keterbelakangan dan kemiskinan!

Wassalam,

----- Original Message ----- 
From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, February 16, 2005 8:49 AM
Subject: [ppiindia] Re: jilbab -- perketat Aturan Berjilbab::::


>
>
> Pattimura adalah umat Protestant dengan nama permandian Thomas (dari
> santo Thomas). Juga kawan perjuangannya, Christina Martha Tiahohu,
> dengan nama baptis Christina.
>
> Beliau sebelum dieksekusi, masih membacakan beberapa mazmur dari
> Kitab Injil.
>
> Salam
>
> Danardono
>
>
> --- In [email protected], "Arriko Indrawan"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>>
>> sisimangaraja IX yang ternyata muslim juga. Kapitan Pattimura
> (Thomas
>> Matulesi), diketahui adalah juga ternyata seorang muslim.
>> ===
>>
>> Menarik juga untuk disimak. Dari mana sumber informasi dan bukti
>> sejarahnya, ya???
>> Kalo dari omongan orang Fundies, hikayat wallahualam dan bukan dari
> bukti
>> sejarah...
>> orang berpendidikan tdk akan percaya.....
>> Bisa dibagikan kepada kita semua di millist ini info yg akurat??
>
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke