http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/02/17/brk,20050217-03,id.html

Penyelenggara Pendidikan Khawatir RUU Baru


Kamis, 17 Pebruari 2005 | 03:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebagian kalangan penyelenggara pendidikan 
mengkhawatirkan Rancangan Undang-
Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) bakal membawa kesulitan. Pasalnya, 
keberadaan
RUU ini diyakini bakal bertabrakan dengan kebijakan penyelenggara yang sudah 
disusun
sebelumnya.

"Sejak awal berdiri, Muhamadiyah sudah mendapat pengakuan sebagai badan 
hukum pendidikan.
Kalau sekarang RUU itu penerapannya bakal seperti apa?" ujar Yunan Yusuf, 
Ketua Majelis
Pendidikan Dasar Menengah Pengurus Pusat Muhammadiyah, Rabu (16/2).

Menurutnya hal itu diperkuat berdasarkan pengakuan dari Departemen Sosial, 
Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan dan Departemen Agama yang termaktub dalam 
Undang-Undang
Kehormatan Muhammadiyah no 5/1989. "Jadi nantinya bila RUU itu diterapkan 
akan
bertabrakan dengan kebijakan umum," ujarnya.

Ia juga menyatakan, dalam kebijakan Muhammadiyah, terdapat larangan untuk 
membuat yayasan
untuk menaungi pendidikan. "Setiap pendirian institusi pendidikan hanya 
menggunakan
Piagam Pendirian Sekolah Muhammadiyah. Jadi tetap langsung dalam naungan, 
bukan yayasan,"
ujarnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, saat ini terdapat 13.789 institusi pendidikan, 
jenjang dasar
sampai tinggi, di bawah naungan Muhammadiyah. "Bayangkan saja kalau setiap 
institusi itu
memiliki BHP satuan pendidikan tersendiri, pasti akan timbul kesulitan," 
katanya.

Ia mengakui, RUU BHP sebenarnya memiliki posisi strategis bila mengingat 
banyaknya
institusi pendidikan yang masih belum memiliki kejelasan status. "Namun 
dalam penggarapan
RUU-nya harus dibuat sejeli mungkin sehingga tidak justru menimbulkan 
kesulitan," ujarnya
pula.

Pihaknya sendiri mengatakan, masih bisa mengakomodir bila nantinya penerapan 
BHP sebatas
pada BHP penyelenggara. "Kalau BHP penyelenggara masih dapat diakomodir 
dengan adanya
Majelis Pendidikan Dasar Menengah Muhammadiyah," katanya.

Keberatan senada juga datang dari pihak penyelenggara pendidikan Nahdlatul 
Ulama,
Federasi Guru Lembaga Pendidikan Ma'arif. "Pemberlakuan BHP justru akan 
memperberat satuan
pendidikan yang ada," ujar Nadjib M, salah seorang Ketua Federasi Federasi 
Guru Lembaga
Pendidikan Ma'arif, Rabu (16/2).


Rinaldi D Gultom - Tempo 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke