Sdr Djajoeri yang budiman, Memang nyamuk aedes aegipty atau jenis lainnya tidak kenal anak presiden, tetapi ada bedanya antara anak petinggi negara dan anak keluarga tidak berada. Kalau anak orang berada atau petinggi negara kena serangan penyakit apapun yang tak mampu bidang kesehatan Indonesia bisa memberikan pengobatan, dia bisa dikirim ke luar negeri untuk mendapat pengobatan. Tetapi, bagi orang tidak berada yang kena penyakit yang sama, kehidupannya seperti sudah dijatuhkan hukuman mati oleh pengadilan negeri., karena dia miskin dan oleh karena itu kedudukan sosialnya dalam masyarakat memarginalisasikannya untuk mendapat pelayanan serupa sebagai warganegara. Yang tidak mendapat pelayanan ini adalah mayoritas rakyat Indonesia!
Cerita mengenai nyamuk ini pernah membaca dari micro film bahan-bahan tentang perkembangan politik di Indonesia pada periode tahun 1960-an. Saya temukan ucapan seorang yang cukup terkenal di masyarakat Indonesia, namanya Ruslan Abdulgani, dia menyebutkan dirinya sebagai penjambung lidah alm presiden Soekarno. Dia menganalogikan nyamuk dengan imperialisme, katanya nyamuk itu kalau mau mengigit orang dia tak pandang apakah orang itu sembayang di mesjid atau di gereja. Jadi katanya kalau imperialisme mau serang dia tak pandang apakah negeri berpenduduk islam atau kristen semuanya dicaplok dan disikat. Ada betulnya analoginya, cuma saja sebagian besar organisasi kaum beragama di Indonesia berkerja sama dengan yang dinamakan imperialisme USA ketika itu dalam menjatuhkan Soekarno. Kerja samanya berhasil menjatuhkan Soekarno dari tahta dan mengiliminasi komnuisme dengan jutaan orang dibunuh. Hasil itu juga memungkin modal asing mengivistasikan secara bebas di Indonesia dan kelanjutannya bisa dilihat seperti apa yang diilustrasikan oleh Tamrin Amal Tomagola dalam tulisannya berjudul Republik Kapling, di Harian Kompas , Senin, 14 Februari 2005. Sebagai iseng-iseng barangkali bisa dipertanyakan apa milik rakyat Indonesia sekarang, karena kalau untuk menyambung hidup saja harus merantau menjadi budak dengan cap "TKI ilegal"? Wassalam, ----- Original Message ----- From: "radityo djadjoeri" <[EMAIL PROTECTED]> To: "kkn-watch" <[EMAIL PROTECTED]>; "bizzcomm-milis" <[EMAIL PROTECTED]> Cc: "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, February 18, 2005 6:46 AM Subject: [ppiindia] Berita menarik, sekaligus menyedihkan > > Berita menarik, sekaligus menyedihkan > > Ada berita menarik, sekaligus menyedihkan, di harian Merdeka edisi > kemarin (Kamis, 17 Februari, 2005). Judulnya: "Nyamuk aedes aegipty tidak > kenal anak presiden". Berita ini muncul terkait dengan sakitnya Agus > Harimurti, perwira muda TNI putra SBY, yang kini dirawat di RSPAD Jakarta. > Beredar kabar, bahwa ia terkena serangan penyakit demam berdarah. > > Sebenarnya Agus bukanlah anak pejabat tinggi pertama yang terjangkit > penyakit > mematikan itu. Ada puluhan. Contohnya setahun lalu, Prita - putri Menkes > Sujudi (kini mantan) - juga terimbas wabah itu. Alhamdulillah, setelah > dirawat beberapa hari > di rumah sakit yang dirahasiakan, kesehatan penyiar English News Service > TVRI itu pulih > kembali. Untunglah, media massa tak sempat mengendus berita itu. Andai > ketahuan > wartawan, bisa babak belur Indonesia tercinta. Pasti jadi headline: Anak > Menkes > terkena penyakit demam berdarah! > > Menyedihkan bukan? Itulah pertanda bahwa pemerintah (c/q Pemda DKI) tak > peduli akan kebersihan Ibukota. Bencana, wabah, dan lain sebagainya seolah > jadi ajang proyek. Rakyat jadi tumbal. Kalau tak ada bencana, tak ada > wabah, dana proyek tak turun, dan mereka > lalu gigit jari. > > Saya jadi teringat kejadian beberapa tahun lalu. Kala itu Hillary Rodham > Clinton mendampingi suaminya yang berkunjung ke Indonesia. Selain santap > malam dengan tokoh perempuan Indonesia pilihan, ia berkunjung pula ke > kawasan kumuh di tepian Kali Ciliwung. Dengan kaca mata hitam, ia > memandangi kawasan itu dari sebuah jembatan di Otista. > > Itu jadi pertanda bahwa kawasan kumuh dijadikan 'jualan' pemerintah untuk > minta tambahan utang luar negeri. Namun, walau negeri-negeri asing sudah > menggelontorkan utang hingga ratusan triliun, kawasan kumuh itu tetap > saja ada. Yang kumuh tetap kumuh, bahkan mungkin bertambah kumuh. Kawasan > penyebab banjir tahunan itu tetap saja dibiarkan. Namanya juga 'barang > jualan', kalau dibenahi ya tak punya 'barang dagangan' lagi. Nasibnya > persis sama dengan tragedi tsunami. Buntutnya pakai utang juga. > > Andai pemerintah punya niat tulus, mustinya lebarkan Kali Ciliwung, > pindahkan > masyarakat yang menghuni kawasan tersebut (jangan gunakan istilah gusur). > Lalu hijaukan > sepanjang bantaran kali. Tak perlu buru-buru membangun kanal timur, barat, > utara, selatan dan sebagainya. Ujung-ujung proyek juga, alias kucuran > komisi dari pemenang tender. > > > Klik: http://kalla-watch.blogspot.com > > > > > > > > > Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term' > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education! http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

