http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=157334
Kamis, 17 Feb 2005,

Konsep Tiga Komponen

Konsep sekolah berstandar internasional kian banyak diperkenalkan ke 
masyarakat, terutama di kota-kota besar.
Apa yang menarik dari sekolah seperti itu? Berikut petikan wawancara dengan 
Arief Rachman, pengamat pendidikan.


Sekolah-sekolah yang mengadopsi kurikulum internasional saat ini semakin 
menjamur. Tanggapan Anda?

Setiap sekolah memiliki fleksibilitas untuk menyempurnakan kurikulumnya. 
Termasuk kurikulum yang berstandar internasional, karena hal itu memberikan 
keleluasaan materi ajar yang diberikan kepada sekolah. Jadi, yang tepat 
bukan mengadopsi kurikulum tapi lebih pada menyempurnakan kurikulum. Dan ini 
boleh-boleh saja untuk mengembangkan sekolah tersebut.


Apakah sekolah seperti itu memang harus seperti sekolah internasional?

Ada sekolah yang memang ditujukan untuk masyarakat internasional. Misalnya 
Jakarta International School (JIS) atau Gandhi Memorial. Sekolah itu memang 
lebih ditujukan kepada masyarakat internasional yang ada di Indonesia. Jelas 
kurikulum yang mereka pakai adalah kurikulum internasional murni.

Akan tetapi, bila sekolah itu juga memiliki anak-anak didik dari anak 
Indonesia, mau tidak mau harus pula memberikan materi ajar yang sesuai 
dengan kurikulum Indonesia. Seperti soal agama, Bahasa Indonesia, atau PPKn. 
Apalagi untuk sekolah Indonesia sendiri. Hal itu sangat wajib diberlakukan, 
karena umumnya mereka mendidik anak-anak Indonesia.

Pembelajaran soal watak, agama dan jati diri bangsa harus ada. Sedangkan 
perluasan materi ajar dengan memakai standar internasional hanya tambahan 
saja dan itu dipersilakan.


Apakah ada kecenderungan sekolah-sekolah seperti itu tidak mengajarkan soal 
watak dan kepribadian Indonesia?

Kebanyakan mungkin ya. Yang ditawarkan di sekolah-sekolah tersebut adalah 
soal akademisnya yang memakai standar internasional. Misalnya mata pelajaran 
matematika yang bersertifikat, pelajaran science atau bahasa lainnya. Hal 
tersebut boleh saja. Ambil contoh seperti di Labschool. Di Indonesia, 
setidaknya ada 11 sekolah seperti itu yang memang menerapkan standar 
akademis internasional.

Akan tetapi, karena berdiri atas izin sekolah di Indonesia, mereka tetap 
harus memberikan pelajaran soal PPKn, agama, Bahasa Indonesia, pokoknya mata 
pelajaran yang berkaitan dengan karakteristik kepribadian bangsa itu mutlak 
harus ada. Apalagi ini juga merupakan persyaratan yang harus dipenuhi. Kalau 
melanggar tentu akan ada sanksi dari pemerintah.


Menurut Anda, adakah perbedaan mencolok antara lulusan dari sekolah umum 
biasa dengan sekolah berstandar internasional itu?

Itulah, selama ini yang menyedihkan adalah pandangan dari sebagian 
masyarakat yang malah bangga dengan sekolah internasional justru karena 
kelengkapan fasilitas-fasilitasnya saja. Ini terjadi karena adanya 
komersialisasi pendidikan itu sendiri. Kita harus sepakat bahwa menciptakan 
pendidikan bermutu itu bila menghasilkan tiga komponen penting yakni takwa, 
rasa kebangsaan yang baik, serta keilmuan yang kuat. Nah, selama ini yang 
dilihat baru keilmuannya saja. Mereka pintar tapi sering menghina bangsanya 
sendiri, selalu menilai bangsanya buruk, dan pemahaman agamanya pun buruk.

Kalau mereka mengeyam pendidikan plus, itu pun harus menjadi hasil yang baik 
yang memiliki tiga komponen itu. Barulah, hasil pendidikan itu baik. (wda) 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke